Tidak Perlu Teriak untuk Didengar
Ada jenis restoran yang tidak datang untuk “rame-rame”—ia datang pelan, hampir diam, tapi langsung menggeser standar. CURE Bali termasuk dalam kategori itu.
Berlokasi di dalam Regent Bali Canggu, restoran ini bukan sekadar tambahan baru di peta kuliner Canggu yang sudah padat ego dan ekspektasi. Ia terasa seperti pernyataan: bahwa fine dining di tepi pantai tidak harus kaku, dan kemewahan tidak selalu berarti berisik.
Di baliknya ada nama Andrew Walsh—chef yang sebelumnya mengantarkan CURE di Singapura meraih bintang Michelin dan masuk radar global lewat The World’s 50 Best Discovery. Tapi alih-alih sekadar replikasi, versi Bali ini terasa lebih cair. Lebih “hidup”.
Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI
Laut, Api, dan Sedikit Drama di Piring
Masuk ke CURE Bali bukan langsung disuguhi panorama Instagramable. Anda melewati koridor yang sengaja dibuat lebih gelap—hampir teatrikal—sebelum tiba-tiba terbuka pada garis pantai Canggu yang luas. Efeknya? Seperti punchline yang ditahan dengan baik.

Bikin E-Course Berbasis AI: Script, Voice Over, dan Materi Dibantu AI, Siap Jual

Di dalam, semuanya understated. Meja tanpa distraksi. Pencahayaan yang tahu kapan harus berhenti. Fokusnya jelas: makanan, wine, dan percakapan yang (semoga) tidak dangkal.
Jadi Clipper Penghasil Cuan dengan AI Gratis: Ini Tutorialnya

