A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence

Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap bermain di frekuensi yang berbeda—sunyi, presisi, dan hampir spiritual. Kini, ikon gurun di Southern Utah itu membuka babak baru: sebuah vila enam kamar tidur yang bukan sekadar akomodasi, melainkan destinasi itu sendiri.

Terhampar di atas lanskap seluas sembilan acre yang nyaris tak tersentuh, properti ini menjadi yang pertama dari koleksi 12 private residences Aman di kawasan Canyon Country. Dengan kolam renang sepanjang 36 meter, spa pribadi, hingga gym eksklusif, vila ini dirancang untuk mereka yang menginginkan satu hal langka: ruang untuk benar-benar bernapas.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Menghadap langsung ke formasi batuan dramatis Grand Staircase-Escalante National Monument, panorama di sini bukan sekadar pemandangan—ia adalah pengalaman meditatif yang terus berubah seiring cahaya gurun bergeser dari fajar ke senja. Arsitek Marwan Al-Sayed, sosok di balik DNA awal Amangiri, kembali merancang vila ini dengan pendekatan desert modernism yang ikonik: rendah, membumi, dan hampir tak terlihat menyatu dengan alam.

Di dalamnya, ruang-ruang luas mengalir tanpa batas antara interior dan eksterior. Paviliun loggia, courtyard privat, hingga skylight berbentuk oculus—terinspirasi dari slot canyon Utah—membawa langit masuk ke dalam rumah. Material seperti walnut pirang, kayu cypress, dan beton berwarna pasir menciptakan palet yang senyap namun berkarakter, mencerminkan lanskap di luarnya yang liar sekaligus elegan.

The Luxury of Space: Perjalanan Mewah Menjelajah Indonesia

Namun, kemewahan di sini bukan soal estetika semata. Ia hadir dalam detail yang nyaris tak terlihat: chef pribadi yang memahami ritme harian Anda, sesi wellness yang dirancang khusus, hingga villa host yang bekerja seperti bayangan—selalu ada, tanpa terasa mengganggu. Bahkan untuk menjelajah resort, tersedia buggy listrik pribadi yang mengantar tamu menuju spa seluas 2.300 meter persegi atau petualangan gurun yang dikurasi secara intim.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Related Stories

spot_img

Discover

Burger Season Has Officially Arrived at Jakarta

Di kota yang makin serius soal dining culture, burger hari ini bukan lagi sekadar...

Vermouth, Sunset, Repeat

Saat Aperitivo Menemukan Rumah Baru di Bali Di Uluwatu, waktu terasa punya ritme sendiri. Matahari...

Paspor Baru Kaum Privileged

Cara Baru Menikmati Dunia Tanpa Benar-Benar “Menyewa” Ada satu fase dalam hidup ketika hotel bintang...

Selling Houses in the Age of Algorithms

Ketika AI bukan lagi sekadar alat, tapi cara baru bermain. Ada masa ketika menjual properti...

Liburan Sambil Berkarya?

Di Hotel Ini, Seniman dari Seluruh Dunia Melakukannya Kalau biasanya hotel identik dengan tempat istirahat,...

UNBOUND: Resonating Light

Ketika Logam Berdenyut dan Lanskap Bicara Balik Jakarta belakangan ini makin sering memberi ruang untuk...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here