Wednesday, July 04, 2012

Hidangan Berkelas ala Michelin-Starred Chef


WISATA kuliner kini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sebab, makanan tidak lagi hanya sebagai kebutuhan dasar untuk hidup, tapi sebuah karya, dan hasil olah makanan oleh Michelin-starred chef boleh dikatakan sebuah maha karya di bidang makanan.

Adalah Mandarin Oriental Hotel Jakarta (MOHJ) yang rajin memanjakan lidah para tamunya dengan menghadirkan berbagai chef yang memiliki predikat Michelin star untuk restorannya. Pencapaian predikat itu sendiri merupakan salah satu aspirasi tertinggi para chef karena persyaratan untuk mencapainya begitu ketat, dan membutuhkan modal, ketekunan, serta keterampilan tingkat tinggi.

Terhitung sejak tahun lalu, MOHJ telah mengundang beberapa chef handal asal Perancis yang telah mendapatkan Michelin star seperti Chef Nicolas Isnard, Chef Fabien Lefebvre, dan Chef Jerome Laurent. Berikutnya yang mendapat giliran adalah Lionel Lévy, yang hadir di restoran ala Prancis yang berlokasi di hotel tersebut, Lyon, 28 - 30 Juni 2012

Orang Prancis dikenal bangga dengan kuliner mereka, sehingga dianggap istimewa jika ada seorang chef Prancis muda yang ambisius mulai mengabaikan dan keluar dari pakem kuliner Prancis.

Chef Lionel Lévy, pemilik restoran Une Table au Sud yang meraih bintang Michelin beberapa tahun yang lalu adalah salah satunya. Berasal dari Vieux Port of Marseille, Chef Lionel Lévy memadukan kecanggihan dan ketajaman dalam kreasinya untuk menciptakan rasa yang super istimewa dan memberi kejutan baik bagi indra penglihatan maupun pengecap Anda.

Sosok yang penuh rasa keingintahuan, dengan segala risiko senang bereksplorasi, Chef Lévy menghabiskan masa mudanya di dapur tetangga, yaitu sebuah restoran Maroko di mana pemiliknya mengingatkannya pada neneknya. Pengalaman masa kecil tersebut mengispirasinya untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah perhotelan di Toulouse.

Akan tetapi yang membuatnya berhasil meraih chef berbintang adalah ketika ia mengembangkan keahliannya dan menimba pengalaman menjadi anak buah beberapa koki ternama. Mulai dari Chef Gérard Garrigues di mana ia belajar untuk selalu memberi yang terbaik. Dari Chef Yves Camdeborde ia menemukan cara mengolah sesuatu yang tidak berarti menjadi hasil yang hebat. Sedang dari Chef Eric D’frechon ia belajar memaksimalkan efisiensi; hingga Chef Alain Ducasse dimana ia belajar menemukan rasa sempurna. Chef Lévy tidak pernah berhenti belajar.

Terinspirasi dari laut Mediterania, warna, bumbu dan produknya, Chef Lévy mengombinasikan bahan-bahan dengan tekstur lembut dan renyah untuk memastikan bahwa setiap piring terisi oleh perpaduan harmonis dengan rasa isitimewa untuk membangkitkan nafsu makan. Beberapa makanan yang akan ia hadirkan antara lain: Revisited Classic Anchoïade with vegetable ratatouille, anchovy espuma and fennel chick pea flour shortbread; Lobster with osso bucco, bisque broth and seasonal carrots; dan Crème Brûlée pastis with perserved black olives and green anise biscuit.

Hidangan istimewa dari Chef Lévy dalam two-course set menu seharga Rp 638.000, three-course set menu dengan harga Rp 788.000, atau six-course menu dengan harga Rp 1.588.000. Untuk pengalaman yang menyeluruh, tersedia pilihan di  Chef’s Table dengan harga Rp 2.588.000 (untuk minimum empat orang dan maksimum enam orang) atau untuk mendapatkan pengalaman dalam dapur bintang Michelin bisa mengikuti cooking demo seharga Rp 899.000, termasuk two-course lunch dan sertifikat.

Begitulah cara Lyon di Mandarin Oriental Hotel Jakarta memanjakan tamunya, sekaligus menunjukkan kelasnya. Tidak heran, karena Mandarin Oriental Hotel Grup adalah pemenang berbagai penghargaan antar hotel dan resor paling bergengsi di dunia. Mandarin Oriental saat ini mengoperasikan, atau telah mengembangkan 41 hotel dengan lebih dari 10.000 kamar di 27 negara, dengan 18 hotel di Asia, 12 di Amerika dan 12 di Eropa dan Timur Tengah. Bon appetit!




No comments:

Post a Comment