Friday, February 12, 2016

East Meet West

Masakan Padang Masuk Gredos San Diego Gastronomy School, Buitrago, Madrid

Dapur di Gredos San Diego 
Indonesia memiliki warisan budaya kuliner yang beraneka ragam, mencerminkan keanekaragaman tradisi dan kekayaan alam setiap wilayah di Indonesia. Karenanya, sangat tepat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mempromosikan tingginya budaya Indonesia dalam kegiatan promosi Indonesia di luar negeri. Salah satunya masakan Padang, yang diperkenalkan ke Gredos San Diego Gastronomy School, Buitrago, Madrid, Spanyol, Jumat 22 Januari 2016.

Icil-icip Masakan Padang
Sebuah acara makan siang digelar hari itu, yang dihadiri antara lain oleh Presidente Gredos San Diego School, Carlos de la Higuera dan Director del Colegio Gredos San Diego School, Javier de Miguel Redondo. Sementara delegasi Indonesia antara lain  Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso, Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Ditjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya dan jajarannya.

Red Wine vs Jahe Sereh
Jamuan santap siang itu disiapkan oleh dua pihak, yakni chef dari Indonesia, yang terdiri dari Marko Lim, Timotius Agus Rachmat, dan Wanda Mahardi, serta para siswa dari Gredos San Diego Gastronomy School. Para calon chef sekolah tersebut menyiapkan appetizer dan dessert, sementara dari tim Indonesia, yang di-support Marko Padang Jakarta, menyiapkan beberapa course. “Fusion food, perpaduan antara makanan Barat dan makanan Timur,” ujar Vita Datau Mesakh, salah seorang penggagas acara ini yang juga Presiden Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).

Starter: Sup Tomat

Appetizer (1)
Appetizer (2)
Appetizer (3)
Tapi bukan sekadar tentang makanan, karena gastronomi juga menyangkut kebudayaan. Menyiapkan makanan juga buka sekadar memasak dan menyajikannya untuk para tamu, tapi sekaligus menjadi ajang pengenalan antar dua bangsa. Para siswa bisa belajar tentang makanan Indonesia, Padang khususnya, termasuk pengetahuan bahan dan teknik memasak, dari pakarnya. Sementara itu, para tamu tidak sekadar mencicipi makanan rendang asal Padang, misalnya, tapi juga mengerti apa filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ada dua makanan pembuka dan satu makanan penutup yang disiapkan para siswa. Sementara chef Indonesia menyiapkan sup ikan kuning, ayam panggang gule, dan nasi rendang. Anggur merah asal Spanyol menemani makan siang itu, sementara Indonesia mengeluarkan minuman hangat, yang berbahan jahe merah, sirih, dan lime.

Ikan Kuah Kuning
Ayam a la Padang
Rendang
Para tamu sangat terkesan dengan makanan yang disajikan siang, tak kurang dari Presidente Gredos San Diego School, Carlos de la Higuera ikut memuji makanan Padang, terutama rendang dan minuman jahe merah. You are what you eat. Kami adalah bangsa yang sangat menghormati budaya kuliner, dan sangat terbuka untuk mengenal kuliner dari negara lain,” katanya.

Jamuan Makan Siang

Gredos San Diego Gastronomy School, Buitrago, adalah salah satu dari delapan sekolah di bawah naungan Gredos San Diego di Madrid, dengan jumlah siswa saat in mencapai 14.000. Untuk sekolah yang berbadan hukum koperasi, Gredos San Diego tergolong terbesar di Spanyol. Saat ini sudah ada memorandum of understanding antara mereka dengan AGI, yang kelak bisa ditingkatkan dalam bentuk kerjasama yang kongkret antara keduanya.

Jamuan makan siang tersebut adalah salah satu dari kegiatan dari beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kuliner. Menurut Yuli Mumpuni Widarso, KBRI Madrid selama lima tahun belakangan ini rajin mengenalkan warisan budaya kuliner Indonesia di Spanyol. “Makanan bisa menjadi pintu masuk bangsa lain mengenal lebih jauh tentang Indonesia,” jelasnya.

Buitrago vs Padang
Para Calon Chef
Meski tahun ini Indonesia tidak terlibat dalam Madrid Fusion yang berlangsung di Palacio de Congresso Madrid, 25 – 27 Januari 2016, manajemen acara itu menganggap penting Indonesia, dan telah menyampaikan proposal kepada Menteri Pariwisata RI untuk menyelenggarakan Madrid Fusion 2028 di  Bali. (Burhan Abe)

Baca juga:

No comments:

Post a Comment