The Enjoyment of Good Drink

Ketika menerima undangan untuk menghadiri acara Wyndham Estate Dinner, beberapa waktu yang lalu, yang terbayang adalah appetite journey ala Australia. Maklum, warga Australia bukan saja terkenal pemuja dan penikmat wine, yang pada setiap jamuan makannya selalu tersedia wine, tapi Negeri Kangguru itu termasuk salah satu negara baru penghasil wine terpenting di dunia.

Wyndham Estate adalah salah satu wine Australia yang tertua, bahkan boleh disebut sebagai “the first commercial Shiraz planting’s in Australia” karena mereka telah mulai memproduksi Shiraz wine sejak tahun 1828 saat George Wyndham – seorang ahli pertanian asal Inggris yang berimigrasi ke Australia – menanam Shiraz yang dibawanya dari Eropa di sebidang tanah yang diberi nama Dalwood di daerah Hunter Valley, New South Wales, Australia. Inilah salah satu wine yang saat ini penjulannya sangat tinggi dan sering mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai kompetisi wine regional maupun internasional.

Penikmat minuman anggur atau wine di Indonesia memang masih terbatas, bahkan hanya kalangan tertentu saja. Tentu sebuah kehormatan kalau bisa bergabung dalam acara wine tasting dengan orang-orang yang memang pakarnya. Bertempat di Cassis Restaurant di Jakarta, pada akhir Maret lalu berkumpul sekitar 60 orang pemerhati minuman hasil olahan buah anggur ini.

Acaranya makan malam yang dirangkai dengan menikmati wine tentu saja. Hadir malam itu Edhi Sumadi, Country Manager Pernod Ricard Indonesia, Yohan Handoyo, Wine Consultan, serta orang-orang yang bergerak dalam bidang resto, kafe, dan hiburan di Jakarta.

Jenis dan ragam wine sudah cukup banyak beredar di Indonesia khususnya Jakarta, bisa dimaklumi kalau komunitas-komunitas pencinta wine pun tumbuh seiring bertambahnya apresiasi masyarakat terhadap jenis minuman ini. Acara icip-icip anggur yang diadakan Wyndham Estate adalah program berkala yang didesain untuk memperkenalkan karakter wine tersebut. Kemampuannya untuk dipadukan dengan berbagai jenis masakan yang berbeda konon menjadi highlight dan kekuatan acara ini.

Wine, kata orang, adalah minuman misterius. Setiap kali kita meminumnya menerbitkan pengalaman tersendiri, yang kadang-kadang hasilnya sering tak terduga. Mereka yang ingin mempunyai pengetahuan lebih soal minuman ini harus sering mencoba, serta berdiskusi dengan ahlinya soal rasa, juga bagaimana memadukannya dengan berbagai macam hidangan, misalnya.

Memang, memilih wine bukanlah perkara mudah, apalagi informasi yang ada biasanya terbatas pada back label yang menempel di botol wine saja. Anggur asal Prancis, konon mempunyai tradisi yang kuat serta karakteristik yang unik.

Tapi New World Wines — yakni anggur “pendatang baru” yang berasal dari ladang-ladang yang tersebar di Amerika, Afrika Selatan, dan Australia –-, yang lebih pekat (full-bodied), tapi rasanya lebih lembut, dan lebih terasa rasa buahnya, ternyata lebih memikat para pecinta wine untuk mencobanya. Itu sebabnya wine dari Australia lebih masuk ke selera orang Indonesia, karena adalah fruit-driven character-nya, seperti Wyndham Estate, misalnya, masih memiliki karakter buah anggur yang kaya dan menawan.

Fruit-driven wine biasanya memiliki cita rasa buah anggur yang khas, fruity, dan gampang diminum dan umumnya juga memiliki tannin (komponen yang membuat wine terasa sepat) dan acidity (yang membuat wine terasa asam) yang tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan membuat alis berkerut saat menikmatinya. “konsumen Indonesia yang memiliki preferensi cita rasa yang unik, wine yang memiliki fruit-driven character biasanya lebih mudah diterima dan disukai oleh lidah Indonesia,” tukas Yohan Handoyo, Wine Consultant.

Sejatinya, anggur Australia akan terasa pas jika dipadukan dengan hidangan ala Australia juga, yang didominasi gaya Pacific Rim dan Modern European. Tapi karena karakternya fruity, tidak terlalu asam dan tidak terlalu sepat itulah yang membuat anggur Australia bisa cocok dengan berbagai cuisine style, sehingga tak heran saat ini Wyndham Estate mengklaim sudah bisa menembus ke 47 negara dengan penjualan melebihi satu juta lebih karton per tahun.

Related Stories

spot_img

Discover

Belitung yang Dijaga Waktu

Alam, Warisan, dan Cara Hidup di Tanjung Kelayang Reserve Di Kepulauan Belitung, lanskap tidak sekadar...

Da Maria, dan Seni Tetap Relevan di Bali

Di Bali, restoran datang dan pergi seperti ombak. Yang bertahan lama? Biasanya bukan yang...

Hawker Legends di NIHI Sumba

Ketika Warisan Rasa Tak Perlu Berteriak Ada jenis kemewahan yang tak merasa perlu menjelaskan dirinya...

AlUla dan The Red Sea Punya Tawaran Panas 2026

Ramadan, Tapi Versi Paling Stylish Lupakan bayangan Ramadan yang serba sunyi dan repetitif. Di Saudi,...

Java Jazz Festival Buka Babak Baru di Usia 21

Penyelenggara Java Festival Production mengumumkan penyelenggaraan myBCA International Java Jazz Festival 2026, yang menandai...

Genki Sushi Hadirkan Wajah Baru di Summarecon Mall Bekasi

Mengawali 2026 dengan energi segar, Genki Sushi resmi membuka gerai terbarunya di Summarecon Mall...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here