Lockdown

Konsep klub di Jakarta yang masih menampilkan live band bisa dihitung dengan jari. Mistere adalah satunya, yang sejak dibuka, selalu konsisten menampilkan live band, meski mengakomodasi juga kebutuhan hiburan masa kini, yakni menampilkan musik DJ. oktober ini klun yang berlokasi di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan Jakarta ini mengganti home band-nya dengan yang baru, Lockdown.

Beruntung, lagi-lagi saya dan teman-teman media bisa menyaksikan preview-nya. Lockdown beranggotakan para musisi andal yang sering tampil di berbagai venue di berbagai negara. Musiknya yang berkiblat ke black music yang energik itulah agaknya yang ditunggu-tunggu para clubbers Jakarta.

Black music, atau disebut juga R&B (rhythm & blues) adalah musik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues, yang pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. Sebenarnya istilah ini dipakai pertama kali pada 1947 untuk pemasaran dalam musik di AS oleh Jerry Wexler yang bekerja untuk Billboard. Kemudian diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain, sebutlah RCA Victor, Atlantic Record, dan lain-lain.

Ciri genre musik ini adalah permainan musik blues dengan irama agak cepat, dengan instrumen musik yang lebih dominan selain gitar adalah tenor saxophone. Tapi kemudian berkembang dengan memadukan berbagai instrumen musik lain, termasuk musik digital.

Namun, Lockdown tidak melulu mengusung R&B, band dengan keahlian tinggi yang dikemas dengan pertunjukan yang ciamik, memiliki keunggulan untuk dapat menyesuaikan diri musik mereka dengan keadaan penonton dan pendengar. Anggota Lockdown telah berpengalaman tampil di beberapa tempat ternama, seperti Grand Hyatt Singapore, Ziga Zaga Night Club di Taipei dan juga MGM Grand Casino Macau.

Ya, dengan keragaman anggotanya, yang berasal dari berbagai negara, membawa band ini bisa membawakan berbagai jenis musik. Lockdown beranggotakan para musisi handal dari seluruh dunia seperti Inggris, Colombia, Canada, Philipina, dan lain-lain. Latar belakang yang beragam serta kemampuan personal masing-masing anggota inilah yang membuat musik Lockdown memiliki warna tersendiri.

Pada garis depan terdapat Stanley Alex Ganapolsky (band leader dan keyboards), Carlos Julian Ortis Morales (vokalis dan perkusi), Hernan Fabricio Castillo Chaparro (pemain bass), Brian Keith Burton/Smokey (gitaris), Ferdinand Bautista Ramos (pemain drum), Charmaine Anhag Wada (vokasi) dan Leanne Frances Mittoo (vokalis) yang membawa grup ini pada penampilan yang dinamis dan menakjubkan.

“Kami memiliki background musik yang berbeda. Masing-masing memiliki sentuhan personal dengan penguasaan beragam jenis musik, mulai dari rock, pop, jazz, latin, dan masih banyak lagi,” jelas Stainley, sang pentolan. Ia berjanji di setiap penampilannya akan selalu menyelupkan beberapa lagu pop Indonesia, bahkan dangdut yang memang khas Indonesia.

Setiap anggota dari Lockdown adalah musisi dengan kemampuan ganda yang dapat menciptakan lagu berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan dan juga kecintaan mereka kepada musik. Charmaine Anhag Wada dan Leanne Frances Mittoo benyanyi sambil mempertunjukkan koreografi yang unik. Perpaduan keduanya membuat penampilan panggung mereka sangat memukau.

Setidaknya itulah yang mereka tampilkan pada preview bersama, dan tentunya setiap penampilannya dalam ’Generation’ di Mistere Live setiap Selasa hingga Sabtu mulai pukul 10 malam. Are you ready? (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Threads of Asia

Ketika Api Ubud Bertemu Presisi Seoul di Meja Makan Kolaborasi Api Jiwa dan SU MA...

Ketika Para Chef Berbintang Michelin Menguasai Canggu

Regent Bali Canggu mendatangkan sejumlah nama berpengaruh dari London, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura....

Hilton Padalarang, Alasan Baru untuk Berhenti di Bandung

Terhubung lebih cepat dengan Jakarta lewat Whoosh, Hilton Padalarang Bandung menawarkan 218 kamar, empat...

The Life of the Tree

Di Oliverra, Umana Bali, sembilan koktail membawa perjalanan dari benih hingga kelahiran kembali—dengan rempah,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here