Jason Mraz: Tour Is A Four Letter Word

SUDAH lama saya tidak nonton konser musik di Jakarta. Jason Mraz yang tampil di Lapangan D Senayan, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun DKI ke 495, 22 Juni 2012, cukup mengobati kekangenan akan pertunjukan berkualitas. 

Berbekal dua free pass dari www.blibli.com atas jasa baik Regina Reinhart, saya berdua dengan Ollie Sungkar menyaksikan penampilan Jason Mraz. Di lapangan outdoor itu, penyanyi kelahiran Virginia, 23 Juni 1977 itu sempat menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untuk Jakarta, sebelum akhirnya ia sendiri mendapat hadiah lagu ulang tahun juga – mengingat beberapa jam lagi ia juga berulang tahun ke 35. Ribuan penggemarnya, yang nonton malam itu, ikut menyanyikan “Happy Birthday” untuknya.

Jason Mraz kelihatan sangat bahagia. Kebahagiaan itu bahkan mewarnai seluruh penampilannya, sejak awal hingga akhir pertunjukan.

Malam itu Jason Mraz tampil kasual, bahkan hanya dengan T-Shirt dan jins serta topi, menghibur sekitar 6.000 penggemarnya.  Ia tampil menawan bersama Michael “Leroy” Bram (drum), Bruce Hughes (bas), Carlos Sosa (saxophone), Fernando “Fernie” Castillo (terompet), Reggie Warkins (trombone), Eric Hinojosa (keyboard), dan Merritt Lear (vokalis latar, biola, dan mandolin).

Peraih Grammy Award 2010 kategori Best Male Pop Vocal Performance itu menyanyikan lagu-lagu di album barunya, “Love is a Letter Word”. Di antaranya, “I Won’t Give Up”, “Everything is Song”, “93 Million Miles”, The Freedom Song”, dan lain-lain.

Dalam konser bertajuk “Tour Is A Four Letter Word” itu Jason Mraz membawakan 21 lagu. Tidak ketinggalan nomor lawas seperti “I’m Yours” dan “Lucky” yang membuat namanya melambung di industri musik. (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

CURE Bali Tidak Berusaha Mengesankan—Justru Itu Kelebihannya

Ada restoran yang datang dengan suara bising. Ada juga yang datang dengan niat. CURE Bali...

Dapur Masa Depan Ada di Jakarta

Saat Teknologi Bertemu Ambisi Kuliner Indonesia Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, dapur kini...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here