Staycation @ Ayodya Resort Bali

Bicara tentang Bali seakan tidak ada habisnya. Alam, budaya dan makanan tradisionalnya sudah berabad-abad memanjakan turis dari seluruh penjuru dunia. Itu sebabnya, saya tidak pernah menyia-nyiakan kalau dapat kesempatan berkunjung ke Bali – selalu saja ada kegiatan yang menarik dan banyak sisi yang bisa dinikmati di Pulau Dewata ini.  

Menginap di Nusa Dua, tentu bukan pilihan yang salah, apalagi kalau menginapnya di Ayodya Resort Bali. Resor ini memang kategori kuno, tapi kemegahannya, dan terutama keramah-tamahan tuan rumahnya, masih terjaga dengan baik hingga kini.  

Ada empat tipe pilihan kamar jika menginap di Ayodya Resort Bali. Yakni, tipe deluxe, yang didekorasi indah dan menenangkan untuk memaksimalkan pengalaman menginap para tamu. Kedua, tipe grande, yang memberikan pengalaman menginap mewah dan disempurnakan dengan esensi dekorasi tradisional Bali. Ketiga, tipe palace, yang  eksklusif dengan konsep resor di dalam resor yang memberikan pengalaman akan ‘club’ sesungguhnya. Dan yang terakhir, suite yang nyaman dan mewah.

Kebetulan, dalam stay experience kali ini, saya dapat tipe palace– dengan ruang check in yang eksklusif dan mempunyai lobi yang terpisah. Sambil menunggu proses check in, saya bersantai sejenak di sebuah loungemewah, sambil menikmati secangkir cappuccino. Hmmm,  sungguh, sebuah awal yang mengesankan, awal yang menjanjikan sebuah pengalaman yang menyenangkan!  

Bak Kisah Cinta dalam Ramayana

Hayuning swargga tuwi masor, deningayodhyāpurā tiçaya, suka nityakāla menak, ring rēngrēng towi ring lahru.

Itulah salah satu kutipan dari Kitab Ramayana yang dalam bahasa Indonesia berarti: “Keindahan surga benar-benar terkalahkan oleh puri Ayodhya yang tiada bandingannya, di sana selalu dalam keadaan aman sentosa, baik pada waktu musim hujan maupun musim kemarau.”  

Ayodhya yang dalam bahasa Hindi merupakan sebuah kota kuno di India dan merupakan kota suci bagi umat Hindu. Disebut dalam Kitab Ramayana, Ayodhya merupakan ibukota dari kerajaan Kosala yang dilindungi oleh armada perang yang sangat kuat.

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here