Up Close and Personal with Best Western Plus Makassar Beach

Cendrawasih di atas tebing. Terimakasih telah terbang bersama Citilink.

Pantun itu mengantarkan penumpang Citilink mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu siang, 7 September 2016. Penerbangan Jakarta – Makassar sekitar 2 jam 15 menit itu tergolong lancar, tidak ada hambatan yang berarti, bahkan sangat nyaman untuk kelas maskapai berbiaya murah sekalipun.

Tentu bukan tanpa alasan kalau Best Western Hotel di Indonesia menggandeng maskapai low cost carier (LCC) yang tahun ini meraih penghargaan “Asia Employer Brand Awards” sebagai perusahaan yang paling diminati karyawan di Asia ini untuk bekerjasama, yakni untuk program Citilink Promo.

Yup, perjalanan ini masih ada hubungannya dengan hotel yang berpusat di Phoenix, Arizona itu. Perjalanan bersama blogger yang diberi tajuk “Up Close and Personal with Best Western Plus Makassar Beach”.

Dari Jakarta, saya bersama dua blogger lain, Rian Farisa  dan Irfan Nur Ilman, ditemani oleh Hanny Sitanggang dari Corporate Marketing Communications/Sales & Marketing Best Western® Hotels & Resorts, kantor Jakarta. Selama tiga hari saya akan mengeksplorasi lebih jauh Best Western Plus Makassar Beach, dan tentu saja seputar wisata Kota Anging Mamiri tersebut.

Di siang pas Matahari di atas ubun-ubun kami tiba di Best Western Plus Makassar Beach. Welcome drink berupa jus jeruk dingin terasa segar. Kami terkesan dengan hotel yang terletak di dekat Pantai Losari ini merupakan hotel pertama yang mengusung brand Best Western Plus di Indonesia. Hotel setara bintang empat yang memiliki total 162 kamar ini menjadi salah satu ikon kota Makassar.

Kami check in di kamar yang dilengkapi dengan sofa, meja kerja, TV cable, lengkap dengan Internet, hair dryer, hot and cold water, mini bar, coffee/tea maker, dan safe deposit box dan tentu saja bathroom amenities di kamar mandi.

Hanya sempat bersantai sejenak, tapi acara kami siang itu adalah berwisata kuliner, tujuannya adalah warung pallubasa Serigala. Ups, jangan tertipu dengan nama Serigala, itu adalah nama jalan di mana warung tersebut berlokasi.

Pallubasa

Ya, banyak jenis makanan khas Makassar, pallubasa adalah salah satu yang  direkomendasikan banyak orang. Pallubasa ini hampir mirip dengan coto tetapi dengan aroma kuah yang sedikit berbeda, santannya lebih kental, ditambah serbuk kelapa sangrai yang membuat lebih gurih dan khas.  Isinya aneka campuran daging dan jeroan sapi. Lebih mantab kalau ditambah kuning telor setengah matang, yang sering disebut sebagai “alas” dan penyempurna rasa.

Semangkuk pallubasa ditambah sepiring cukup membuat kenyang, tapi kebanyakan pengunjung minta tambah, entah seporsi atau minimal setengah porsi. Ditutup dengan es teh manis – warung ini agaknya mempunyai kerja sama dengan merek teh botol terkenal, lengkap sudah pengalaman berkuliner siang itu.

Related Stories

spot_img

Discover

Djournal Monster Cafe Hadirkan Wajah Baru Blok M

Ketika Kopi, Street Art, dan Komunitas Bertemu Blok M selalu punya cara untuk berevolusi. Dari...

Clipper Penghasil Cuan dengan AI Gratis

Peluang Baru di Ekonomi Kreator Di balik video-video pendek yang memenuhi TikTok, Instagram Reels, hingga...

AI E-Book Cashflow Machine

Mengubah Ide Menjadi Aset Digital yang Terus Menghasilkan Di era kecerdasan buatan, memiliki ide saja...

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, muncul sebuah tren yang justru mengajak orang...

Sunset, Smoke, and Slow Evenings

Ritual Baru Menikmati Sanur di Byrd House Bali Ada alasan mengapa Sanur selalu terasa berbeda...

Dari Matahari Terbit hingga Koktail Senja

Inilah Cara Terbaik Menikmati Canggu Di Canggu, waktu tidak diukur dengan jam, melainkan dengan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here