Hiliwatu, Ubud

Tinggal, Lalu Pulang dengan Lebih Sedikit Beban

Sebagai bagian dari Tribute Portfolio, Hiliwatu memang membawa standar global. Namun yang terasa justru hal sebaliknya: rasa lokal yang tidak dikemas berlebihan. Keberlanjutan tidak diteriakkan, tetapi dijalankan—dari material bangunan, pengelolaan air dan energi, hingga relasi dengan komunitas sekitar.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Hiliwatu tidak menjanjikan versi terbaik dari diri Anda. Itu terlalu ambisius. Ia hanya menyediakan ruang di mana Anda bisa berhenti sejenak, mengingat ritme alami, lalu pulang dengan beban yang sedikit lebih ringan.

Di Ubud, itu sudah lebih dari cukup. (Burhan Abe)

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Related Stories

spot_img

Discover

Bekerja dari Bali, Tapi Bukan Liburan Biasa

Ketika villa privat jadi kantor, kolam renang jadi “meeting room”, dan hidup terasa sedikit...

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

CURE Bali Tidak Berusaha Mengesankan—Justru Itu Kelebihannya

Ada restoran yang datang dengan suara bising. Ada juga yang datang dengan niat. CURE Bali...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here