Venice Simplon-Orient-Express menghadirkan pengalaman baru: sastra eksklusif untuk mereka yang tahu cara menikmati perjalanan.
Ada dua jenis orang saat bepergian ke Eropa: mereka yang sibuk mengejar checklist, dan mereka yang paham bahwa perjalanan terbaik justru terjadi di antara titik-titik itu. Kalau Anda termasuk kategori kedua, maka Venice Simplon-Orient-Express bukan sekadar opsi—ini semacam rite of passage.
Kereta legendaris ini sudah lama identik dengan glamour era Art Deco, makan malam formal, dan perjalanan yang terasa seperti adegan film lama yang tidak pernah basi. Tapi di 2026, ada satu elemen baru yang membuat pengalaman ini naik kelas: Writers On The Rails, koleksi cerita pendek eksklusif yang hanya bisa dinikmati di atas kereta.
The Luxury of Space: A Private Journey Through Indonesia

Bukan buku yang Anda beli di bandara. Ini lebih seperti hadiah diam-diam untuk mereka yang tahu cara memperlambat waktu.
Jakarta Unfiltered: The Smart Guide to Southeast Asia’s Loudest Capital
Enam Penulis, Satu Rel, Banyak Cerita
Untuk proyek ini, Belmond—brand di balik kereta ini—tidak main setengah hati. Mereka mengundang enam penulis kelas dunia: Elizabeth Day, Ottessa Moshfegh, George the Poet, Bernardine Evaristo, Rebecca F. Kuang, dan David Nicholls.



Mereka naik, mereka mengamati, lalu mereka menulis. Sesederhana itu—dan justru di situlah letak kekuatannya.
Hasilnya adalah antologi yang menangkap detail kecil yang sering terlewat: suara rel yang ritmis, percakapan singkat di lorong, cahaya sore yang masuk dari jendela saat kereta melintasi pedesaan Eropa. Ini bukan tentang plot besar. Ini tentang rasa.
Dan buku ini tidak dijual. Ia hadir di momen yang tepat—saat Anda berhenti scrolling, dan mulai benar-benar melihat sekitar.
Jakarta After Dark: City of Sins and Dreams

