Slow Travel yang Tidak Perlu Dijelaskan Lagi
Di dunia yang terobsesi dengan kecepatan, konsep slow travel sering terdengar seperti jargon marketing. Tapi di sini, itu terasa nyata.
Rute klasik seperti Paris–Venice tetap jadi backbone. Tapi ekspansi ke Vienna, Prague, hingga Istanbul membuat perjalanan ini terasa seperti versi modern dari Grand Tour—tanpa harus berpura-pura jadi bangsawan abad ke-19.
Bali Pocket Guide: Hotels, Culture, Eats and Secret Spots

Yang menarik di 2026 adalah peluncuran Villeggiatura by Train: perjalanan dari Paris menuju Amalfi Coast via Pompeii. Terinspirasi tradisi liburan musim panas ala Italia, ini bukan sekadar rute baru—ini cara baru menikmati musim.
PR 4.0: Perception Management in Digital Era
Kabin yang Tidak Lagi Sekadar Tempat Tidur
Interiornya? Masih setia pada warisan 1920–1930-an, tapi dengan upgrade yang masuk akal untuk era sekarang.
Mulai dari Historic Cabins yang klasik, hingga Suites dan Grand Suites dengan kamar mandi pribadi dan layanan butler 24 jam. Dan jika Anda ingin sesuatu yang benar-benar berbeda, ada L’Observatoire, gerbong privat hasil kolaborasi dengan seniman JR. Singkatnya: ini bukan tempat tidur. Ini pengalaman tinggal.



Makan Malam, Tapi Dibuat Serius
Di atas kereta ini, makan malam bukan sekadar jeda. Ini highlight. Menu dikurasi oleh Jean Imbert, chef berbintang Michelin yang tahu bagaimana membuat fine dining terasa relevan—bukan kaku. Setelah itu, Bar Car ‘3674’ mengambil alih: live music, cocktail yang dibuat dengan presisi, dan suasana yang sulit ditiru bahkan oleh hotel terbaik sekalipun.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

