Sababay: A Passionate Taste from New Latitude

Indonesia sudah bisa menghasilkan wine sendiri, Sababay yang diproduksi di Bali.

History is moving beyond the old and the new world. Right from the equator, Sababay invites you to the next chapter of the global journey in grape growing and wine making from a new latitude. Fresh and lively, our wine is easily a crowd favorite. passionately created for your enjoyment and appreciation of our beautiful nature.

Selama ribuan tahun wine telah dikonsumsi, bahkan menjadi komoditas besar negara-negara di benua Eropa, terutama Prancis. Menyusul kemudian wine Australia, Afrika Selatan, dan negara-negara lainnya. Nah, kini kita boleh berbangga hati karena Indonesia juga punya produk wine sendiri. Inilah produk asli Indonesia!

Sababay Winery mengolah hasil perkebunan anggur di Pulau Dewata. Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali kelak tak hanya dikenal dengan budaya dan keindahan alamnya, tapi juga wine-nya. Ya, karena sejak dua tahun lalu, tepatnya di kawasan Gianyar telah berdiri industri wine, yang mengolah buah anggur dari perkebunan petani Buleleng. Sebagai daerah beriklim tropis, daerah ini juga memungkinkan anggur tumbuh sepanjang tahun.  

“Di Bali banyak buah-buahan. Bali seperti miniatur Indonesia, tapi kekurangan lahan pertanian. Di Buleleng ini ada 1.000 hektare tanah pertanian, yang salah satu hasilnya tanaman anggur. Lalu kenapa tidak saya bikin wine?” ujar Mulyati Gozali, founder Sababay Winery, saat membuka acara Wine Sensations di Decanter Wine House, Jakarta, 24 Juni 2014.  

Di perkebunan anggur itulah, dalam waktu 24 jam, buah anggur dipetik, lalu dibawa ke pabrik pengolahan, yang langsung disortir. Selanjutnya, anggur tersebut diproses melalui sembilan langkah, dengan masa fermentasi tujuh minggu, hingga akhirnya didapatlah hasil minuman berkelas, wine Sababay.  

Sababay, yang diambil dari nama Teluk Saba, yang perkebunannya menghadap ke Teluk Saba, menggandeng Vincent Desplat, winemaker asal Prancis, yang sudah sekian lama menetap di Bali. “Winemaker kami adalah orang Prancis, kenapa? Karena, kalau kita mau buat winery, harus seperti dari mana wine itu berasal,” Mulyati menambahkan.

Seperti yang terlihat di Decanter Wine House malam itu, para tamu berkelas disuguhi aneka wine Sababay dalam sebuah wine tasting yang diselenggarakan oleh majalah MALE bekerja sama dengan Sababay Winery. Tampak para sosialita menikmati berbagai wine produksi Sababay, seperti Moscato d’Bali, Ludisia, Pink Blossom, White Velvet, dan Black Velvet.  

Untuk menambah kenikmatan menyesap wine Sababay, cobalah lakukan food pairing dengan beberapa menu lokal Indonesia. Coba padankan Black Velvet, misalnya, dengan ayam pepes ala bumbu Bali atau rendang. Pink Blossom dapat dipadukan dengan sate lilit yang disajikan dengan saus sambal Lampung, atau dapat juga dengan gado-gado. Adapun White Velvet cocok dengan gurami bakar atau tahu goreng cocol sambal mangga. (R. Anandita/MALE 94

Sababay Winery

  • Prof Dr Ida Bagus Mantra Jalan Bypass Nomor 333x, Gianyar Keramas, Bali 80581
  • [email protected]
  • Phone: 62-361-949099
  • Fax: 62-361-950921
  • Twitter: @SababayWinery

Related Stories

spot_img

Discover

Cross Paasha Bali Seminyak

A Symphony of Style, Sophistication, and Balinese Charm Bali, Indonesia – In the heart of...

Merayakan Imlek 2024 Lebih Semarak di The Langham Jakarta 

Masuki tahun baik dengan energi positif dan pesta meriah yang lezat di T’ang Court  Perayaan...

Understand Digestive Imbalances During the Festive Season at RAKxa 

What are the Factors that Can Disrupt the Balance of Your Gut  During the winter...

Rocka Reopens at Six Senses Uluwatu, Bali

Rediscovering Sustainable Culinary Dining  Rocka Restaurant & Bar at Six Senses Uluwatu reopens its doors...

COAL Menghidupkan Suasana Bar di Jakarta Pusat

COAL adalah bar terbaru di Jakarta yang menyajikan koktail khas dengan sentuhan cita rasa...

Sunday Folks Luncurkan Aneka Pilihan Es Krim Artisanal di...

Merek asal Singapura ini menghadirkan pilihan es krim premium dan hidangan pencuci mulut di...

Popular Categories

Comments