Selingkuh Indah di Jejaring Sosial

HARI gini siapa yang tidak kenal Facebook? Jejaring sosial online ini seakan menyihir semua orang di seluruh dunia, pria atau pun wanita, tua atau pun muda. Maklum, inilah media virtual yang memungkinkan para penggunanya bisa berhubungan dengan orang lain, berbagi, mengisi status dan meng-upload foto-foto, dan saling menyapa satu sama lain.  

Revolusi Internet agaknya membuat semuanya berubah. Kebiasaan-kebiasaan banyak orang pun di seluruh dunia ikut berubah, termasuk, sebutlah Nobelson Setiadi. Bangun tidur di pagi hari, creative director sebuah perusahaan periklanan ini langsung menyambar BlackBerry, melihat membuka Facebook, menulis status atau melihat status teman-temannya, dan memberi komentar terhadap status yang dianggapnya menarik – kadang serius, tapi tidak jarang untuk sekadar lucu-lucuan.   Begitulah aktivitas baru Andreas – dan mungkin banyak orang, yang mengasyikkan. Selain bisa memperolah informasi-informasi baru, juga teman-teman baru, dan belakangan adalah “teman kencan” baru.   

Andreas, 38 tahun, pria berkeluarga dengan dua anak itu semula tidak sengaja, akan mendapatkan selingkuhan lewat Facebook. Setiap hari ia hanya meng-approved permintaan orang-orang yang ingin menjadi “teman” di akunnya. Suatu ketika salah seorang temannya tersebut, seorang wanita cantik (kalau dilihat dari foto profilnya), mengirim pesan personal melalui inbox Andreas. “Terima kasih sudah di-approved. Salam kenal.”   

Singkat kata, dari yang semula hanya basa-basi, ternyata berlanjut ke sebuah hubungan yang lebih menggoda, yakni perselingkuhan. Tidak hanya di dunia maya, Andreas dan sebutlah Yanti, sudah berani melakukan “kopi darat”.   

Ya, inilah realitas baru bahwa perselingkuhan pun bisa berawal dari duni maya dan memakai medium jejaring sosial. Simak saja pengalaman Nobelson, 37 tahun. Konsultan TI ini bahkan tidak hanya memanfaatkan Facebook, tapi jejaring sosial lainya, tapi juga Twitter, Skype, Myspace, Google Talk, dan Yahoo Mesenger.  

Semula Nobelson hanya coba-coba saja, tapi lama-lama ketagihan. Ayah seorang anak ini tidak hanya digoda, tapi ia juga mencari-cari “korban” yang ingin digodanya. Sebagian besar memang untuk iseng-iseng dan sekadar mencari hiburan di dunia maya saja, tapi tidak jarang ada yang berlanjut ke dunia “nyata”. “Cukup mengasyikkan. Enaknya, kami tidak mempunyai ikatan, suka sama suka saja,” katanya dengan mata berbinar-binar.   

Malapetaka Rumah Tangga

Boleh saja Nobelson atau pun Andreas merasa bahwa kegiatan perselingkuhannya aman, tapi sesungguhnya itu mengancam keutuhan rumah tangga mereka. Paling tidak seperti yang terjadi di Inggris, selingkuh maya ternyata bisa mengakibatkan perceraian di dunia nyata.  

Contoh kasusnya adalah Amy Taylor. Perempuan yang tinggal di selatan London itu mengajukan cerai setelah mengetahui suaminya berselingkuh via dunia maya, yakni game online Second Life. Jejaring sosial ini mengijinkan pemainnya membuat karakter tertentu yang disebut avatar, dan bertemu dengan avatar lain di dunia maya. “Saya melihat avatar suamiku sedang berpelukan dengan avatar seorang wanita. Suamiku mengaku sudah berkenalan di dunia maya tersebut dengan wanita AS dan dia mengatakan tidak mencintaiku lagi,” ungkapnya.  

Peneliti di Oxford Internet Institute, Ellen Helsper, yang melakukan penelitian dampak web pada hubungan antar manusia mengatakan, layanan di komunitas online bisa melibatkan emosi angggotanya. “Keterlibatan emosi yang terjadi seolah-olah hanya jika sedang online. Namun sesungguhnya, penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa antara dunia maya dan nyata tidak terpisahkan,” katanya sambil menambahkan emosi pengguna bisa terus terbawa, baik saat di dunia elektronik maupun secara fisik.  

Di sinilah sebenarnya mala petaka hubungan suami isteri bisa bermula. Hasil survei MyVoucherCodes menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan mengatakan akan memutuskan pacarnya jika menggoda di jejaring sosial seperti Facebook. Penelitian itu juga mengungkapkan, hanya 19 persen laki-laki yang akan memutuskan pacarnya untuk perbuatan yang sama.  

Previous articleFood and Wine Pairing
Next articleSpanish Wine

Related Stories

spot_img

Discover

A Culinary Trail Journey at Buahan, a Banyan Tree...

Conserving Traditional Balinese Cuisine and Foraging in the Wild with Local Communities Buahan, a Banyan...

Kuta Social Club – Bali’s First Premier Rooftop Pool...

Toast the sunset, drink the view! Perched high above the palms on the famous Kuta...

Afternoon Tea yang Terinspirasi Para Pecinta Belanja dan Fashion 

Hadir di Peacock Lounge, Fairmont Jakarta  Fairmont Jakarta mengundang para pecinta Afternoon Tea yang juga...

Destinasi Urban Escape yang Lebih Memukau

Hotel bisnis bintang 5 terkemuka di Jakarta dengan produk gaya hidup membawa pengalaman Urban Escape yang lebih memukau dan...

Seafood Market dan Folkz Brunch di Gran Melia Jakarta

Gran Melia Jakarta mengajak para tamu untuk menikmati petualangan kuliner di Café Gran Via...

Leon Goldstein, Destinasi Kuliner dan Gaya Hidup Baru di...

Peta restoran dan kuliner di Jakarta Selatan menjadi semakin meriah dengan kehadiran Leon Goldstein,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here