7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta

Ada sesuatu yang memikat dari aroma kayu yang terbakar di atas parrilla. Hangat, sedikit berasap, dan mengundang siapa saja untuk berkumpul lebih lama di sekitar meja makan. Di Sudestada, aroma itu telah menjadi bagian dari identitas restoran sejak pertama kali membuka pintunya di Menteng. Selama tujuh tahun, bara api tidak hanya memanggang potongan daging khas Argentina, tetapi juga menjadi saksi ribuan percakapan, perayaan, dan persahabatan yang tumbuh di antaranya.

Kini, restoran yang dikenal sebagai salah satu rumah kuliner Argentina paling autentik di Jakarta tersebut merayakan tonggak perjalanan itu melalui tema “7 Years of Flames & Friendships”—sebuah selebrasi yang terasa lebih personal daripada sekadar pesta ulang tahun.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Di Sudestada, makanan memang selalu menjadi titik awal. Namun, pengalamanlah yang membuat orang kembali.

Didirikan oleh Chef Victor Taborda, yang membawa warisan kuliner dari tanah kelahirannya di Argentina ke Jakarta, Sudestada sejak awal menghadirkan filosofi asado—tradisi memanggang yang bagi masyarakat Argentina bukan hanya tentang memasak, melainkan ritual sosial yang mempertemukan keluarga dan sahabat di sekitar api.

Semangat itulah yang terus hidup hingga hari ini. “Bagi kami, ulang tahun ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bertambahnya usia. Ini adalah momen untuk merayakan setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan Sudestada,” ujar Victor Taborda, Founder sekaligus Executive Chef Sudestada. “Setiap tamu, anggota tim, mitra, dan sahabat telah membantu membentuk cerita kami.”

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Perayaan tahun ketujuh ini dirancang menyerupai sebuah festival yang menghidupkan seluruh sudut restoran. Sepanjang acara, para tamu dapat menikmati kolaborasi bersama berbagai tenant kuliner, pertunjukan musik live, kabaret, permainan interaktif, hingga instalasi visual yang mengajak setiap pengunjung menjadi bagian dari cerita.

Salah satu pengalaman yang paling menarik adalah Memory Lane, sebuah perjalanan visual yang merangkai kembali evolusi Sudestada selama tujuh tahun terakhir. Bukan sekadar menampilkan arsip perjalanan restoran, instalasi ini memperlihatkan bagaimana sebuah tempat makan perlahan berubah menjadi ruang yang memiliki makna emosional bagi banyak orang.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here