Menurut ManageEngine, divisi manajemen TI dari Zoho Corporation, perubahan cara pandang tersebut semakin terasa ketika organisasi mulai mengadopsi AI bersamaan dengan komputasi awan (cloud computing), otomatisasi, dan lingkungan teknologi yang semakin kompleks.
Technical Manager ManageEngine, Hanief Bastian, mengatakan fokus pembicaraan kini telah bergeser dari seberapa cepat perusahaan mengimplementasikan AI menjadi seberapa efektif teknologi tersebut menghasilkan nilai bisnis.
“Seiring adopsi AI yang semakin cepat, pembicaraan kini bergerak melampaui seberapa cepat organisasi dapat menerapkan teknologi baru menuju seberapa efektif mereka mengubahnya menjadi hasil bisnis yang terukur,” ujar Hanief.
Menurut dia, kondisi tersebut menuntut organisasi memiliki visibilitas yang lebih luas terhadap seluruh lingkungan teknologi mereka, mengurangi kompleksitas operasional, serta memastikan investasi digital tetap selaras dengan kebutuhan bisnis.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi
Ia menilai pendekatan manajemen TI yang terpadu dapat menjadi fondasi bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menciptakan kelincahan dalam menghadapi kebutuhan bisnis jangka panjang.
Kompleksitas Lingkungan Digital
Peran divisi TI juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih berfokus menjaga infrastruktur tetap berjalan, kini mereka dituntut berkontribusi langsung terhadap produktivitas, efisiensi biaya, ketahanan operasional, hingga pertumbuhan perusahaan.
Di sisi lain, kompleksitas lingkungan digital terus meningkat. Perusahaan saat ini mengoperasikan kombinasi sistem berbasis cloud, pusat data lokal (on-premises), maupun lingkungan hibrida. Karyawan menggunakan beragam aplikasi dan perangkat, sementara AI serta otomatisasi menambah lapisan baru dalam ekosistem teknologi tersebut.
The Luxury of Space: Perjalanan Mewah Menjelajah Indonesia
Dalam situasi seperti itu, pengelolaan sistem yang masih terpisah-pisah atau silo justru dapat memperlambat penyelesaian masalah.
Gangguan sederhana, seperti kegagalan mengakses aplikasi, belum tentu berasal dari aplikasi itu sendiri. Penyebabnya bisa berada pada jaringan, perangkat pengguna, sistem autentikasi, ataupun infrastruktur pendukung lainnya. Tanpa visibilitas menyeluruh, proses identifikasi penyebab menjadi lebih lambat.
Akibatnya, dampak gangguan tidak hanya dirasakan oleh tim TI, tetapi juga dapat mengurangi produktivitas karyawan, mengganggu pengalaman pelanggan, hingga memunculkan biaya operasional yang lebih besar.
AI Membutuhkan Fondasi Operasional yang Kuat
Menurut ManageEngine, penerapan manajemen TI yang lebih terintegrasi memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas menyeluruh terhadap endpoint, jaringan, aplikasi, infrastruktur, hingga layanan TI.
Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Jakarta

