Sejalan dengan wajah barunya, JimBARan Lounge juga memperkenalkan Indonesian Culinary Heritage, sebuah koleksi menu yang merayakan kekayaan gastronomi Nusantara melalui pendekatan yang elegan dan penuh penghormatan terhadap tradisi.
Alih-alih mendekonstruksi resep-resep klasik menjadi interpretasi modern yang asing, tim kuliner AYANA memilih mempertahankan keaslian rasa, lalu menyajikannya dengan craftsmanship yang lebih refined. Hasilnya adalah pengalaman bersantap yang terasa autentik sekaligus sophisticated.
The AI Edge: Cara Tetap Relevan di Era Mesin Pintar
Perjalanan kuliner dimulai dari kekayaan rempah Aceh melalui Mie Goreng Tanah Rencong, berlanjut ke Udang Galah Bakar JimBARan yang dipanggang di atas tungku kayu, terinspirasi dari tradisi seafood pesisir Bali. Sate Maranggi menggunakan wagyu premium menghadirkan keseimbangan antara kualitas bahan dan teknik memanggang yang presisi, sementara Gulai Betis Kaki Domba Muda menawarkan kedalaman rasa melalui proses slow cooking yang menghasilkan tekstur lembut dalam kuah santan berbumbu kunyit dan rempah-rempah pilihan.
Setiap hidangan kemudian diperkaya dengan enam pilihan sambal khas Nusantara yang diracik secara khusus, sebelum ditutup dengan dessert bernuansa nostalgia yang dipadukan bersama artisan ice cream berbahan lokal, mulai dari kopi Toraja, vanila Ambon hingga cokelat Jembrana.
Lebih dari sekadar menu baru, pengalaman ini merupakan penghormatan terhadap keragaman budaya Indonesia—sebuah narasi kuliner yang menghubungkan berbagai daerah melalui cita rasa, teknik memasak, dan kisah yang diwariskan lintas generasi.
Namun, daya tarik terbesar JimBARan Lounge justru terletak pada bagaimana seluruh pengalaman tersebut disajikan.
Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI


Area taman outdoor yang kini kembali dibuka menjadi salah satu ruang bersantap paling menenangkan di Jakarta. Siang hari menawarkan suasana yang ideal untuk makan siang santai di tengah hijaunya lanskap tropis. Menjelang sore, ruang ini berubah menjadi lokasi yang sempurna untuk menikmati afternoon tea. Ketika malam tiba, pencahayaan yang hangat, suara gemericik air, serta suasana taman yang intim menghadirkan ambience yang cocok untuk menikmati cocktail maupun makan malam dengan ritme yang jauh lebih lambat dibandingkan kehidupan kota di sekelilingnya.
General Manager AYANA Midplaza Jakarta, Morris Tiedemann, menyebut bahwa transformasi ini berangkat dari keyakinan bahwa kemewahan sejati bukan semata-mata mengenai kemegahan fisik, melainkan bagaimana sebuah tempat mampu meninggalkan kesan emosional yang bertahan lama.
Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

