HONO

Koktail dalam Struktur Sebuah Rekaman

Pendekatan musikal juga diterjemahkan ke dalam daftar koktail yang disusun seperti perjalanan sebuah album.

Bagian pembuka, Intro, menghadirkan minuman segar dengan kadar alkohol lebih ringan, antara lain Sencha Sour dan Earl Grey Highball. Pada bagian Chorus, Mezcal Sour serta Cherry & Scotch menawarkan keseimbangan rasa yang lebih tegas.

Perjalanan berlanjut menuju Bridge, dengan karakter berasap dan kedalaman rasa melalui Smoked Negroni serta Raisin & Port. Sementara itu, Coda menutup pengalaman dengan racikan yang lebih kaya dan spirit-forward, seperti Coconut Old Fashioned, Coffee & Whisky, dan Pineapple Negroni.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Daftar tersebut berubah karakter seiring berjalannya waktu: ringan saat seseorang baru mulai memilih rekaman, kemudian semakin kompleks ketika malam memasuki babak berikutnya.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Dapur HONO bekerja dalam harmoni serupa. Menu sarapan sepanjang hari beralih menuju hidangan ringan dan piring berbagi, sebelum berkembang menjadi sajian utama, pizza, serta pencuci mulut. Makanannya dirancang mengikuti cara orang berkumpul—menemani sebotol minuman, makan siang yang berlangsung lebih lama dari perkiraan, atau makan malam setelah beberapa lagu diputar.

Dari Pendengar Menjadi Bagian dari Musik

HONO tidak membatasi tamunya sebagai penonton. Mereka dapat membawa koleksi piringan hitam sendiri, meminta lagu, mengikuti sing-along, atau bergabung dalam sesi jam tertentu.

Program regulernya mencakup Selector Nights berbasis vinyl, Bring Your Own Vinyl, serta HONO Invites yang mempertemukan musisi dan komunitas kreatif lokal. Ada pula Board Game Afternoons serta Saturday Jazz and Breakfast, yang menghadirkan piano dan gitar secara langsung dua kali setiap bulan, pukul 08.00–10.00.

Setiap Jumat, penampilan gitar dan saksofon berlangsung pukul 17.00–19.00, dilanjutkan sesi Vinyl DJ. Pada malam-malam tertentu, musisi dan DJ akan tampil bersama, membawa aliran musik dari dalam lounge menuju area luar ruang.

Formatnya tidak dibuat sebagai pertunjukan megah dengan jarak antara penampil dan penonton. Sebaliknya, HONO menawarkan kedekatan—sensasi menyaksikan sesuatu terbentuk secara spontan, tepat di hadapan orang-orang yang sedang berada di ruangan.

Terbuka bagi tamu hotel maupun publik, HONO diposisikan sebagai destinasi sosial dan musik tersendiri di Berawa. Lounge ini juga menjalankan konsep bottle club, sehingga pengunjung dapat membawa dan membuka botol milik mereka sendiri dengan biaya corkage.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Threads of Asia

Ketika Api Ubud Bertemu Presisi Seoul di Meja Makan Kolaborasi Api Jiwa dan SU MA...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here