Mengupas Kesehatan Mental dan Digital Marketing di Bulan Puasa

Ngabuburit Talkshow Ramadan di Merlynn Park Hotel Jakarta

Merlynn Park Hotel Jakarta menghadirkan rangkaian acara spesial bertajuk Safari Ramadan 2025, dengan berbagai kegiatan menarik bagi masyarakat. Salah satu acara unggulan adalah Ngabuburit Talkshow Ramadan, yang akan berlangsung pada 21 Maret 2025 di Times Square Lounge & Bar, Lobby Area, Merlynn Park Hotel Jakarta.

Talkshow ini akan menghadirkan dua pembicara berpengalaman yang akan membahas dua topik menarik dan relevan selama bulan Ramadan: kesehatan mental dan digital marketing.

Menjaga Kesehatan Mental di Bulan Puasa

Talkshow pertama akan menghadirkan Lusiana Bintang Siregar, M.Psi., seorang psikolog dari Puskesmas Kecamatan Gambir. Beliau akan membahas pentingnya menjaga kesehatan mental selama bulan puasa, terutama dalam menghadapi tantangan fisik dan emosional yang mungkin muncul. Dalam sesi ini, peserta akan mendapatkan wawasan seputar bagaimana mengelola stres, menjaga keseimbangan emosional, serta tetap produktif selama berpuasa.

Mengoptimalkan Social Media di Bulan Puasa

Sesi kedua menghadirkan Burhan Abe, seorang Media & PR Consultant dari Padusi.id, yang akan membahas bagaimana digital marketing telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Saat ini, hampir semua aspek kehidupan kita bersentuhan dengan dunia digital. Dari belanja, bekerja, hingga berinteraksi dengan orang lain, semuanya bisa dilakukan melalui internet,” ujar Burhan Abe dalam talkshow tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pemasaran digital kini menjadi kunci sukses bagi banyak bisnis, terutama di bulan Ramadan. “Kita hidup di era di mana satu postingan di media sosial bisa mengubah nasib sebuah bisnis. Jadi, bagi para pelaku usaha, Ramadan adalah momen yang tepat untuk memaksimalkan kehadiran digital mereka.”

Burhan juga mengingatkan bahwa strategi digital marketing bukan hanya soal beriklan, tetapi juga membangun hubungan dengan audiens. “Engagement itu penting. Konsumen bukan hanya ingin melihat produk, tapi juga ingin merasa terhubung dengan brand. Maka dari itu, konten yang autentik dan interaktif sangat dibutuhkan.”

Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 212,9 juta orang dan 167 juta pengguna media sosial, Abe menegaskan bahwa peluang di dunia digital masih terbuka lebar. “Bayangkan, audiens kita bukan hanya yang ada di sekitar kita, tapi bisa mencapai seluruh Indonesia, bahkan dunia. Kuncinya adalah strategi yang tepat dan konsistensi dalam membangun brand.”

Related Stories

spot_img

Discover

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

CURE Bali Tidak Berusaha Mengesankan—Justru Itu Kelebihannya

Ada restoran yang datang dengan suara bising. Ada juga yang datang dengan niat. CURE Bali...

Dapur Masa Depan Ada di Jakarta

Saat Teknologi Bertemu Ambisi Kuliner Indonesia Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, dapur kini...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here