The Soul of Bali

Begitu pesawat mendarat di bandara Ngurah Rai Denpasar, awal September lalu, yang terbayang langsung adalah keindahan alam dan keramahan penduduknya. Bali memang bukan destinasi yang asing, tapi selalu ada perasaan lega ketika menginjakkan kaki ke Pulau Dewata itu. Perasaan lepas dari rutinitas sehari-hari di Jakarta, sejenak terbebas dari tekanan pekerjaan yang bikin stres. Ke Bali memang dalam rangka sebuah pekerjaan, tapi everyday in Bali is a holiday, man!

Bali, pulau kecil yang panjangnya 140km (timur-barat) dan 80km (utara-selatan), seolah mempunyai daya tarik magis. Pemandangan alam yang indah, kesenian dan kebudayaannya yang khas, juga upacara keagamaan Hindu yang dianut sebagian besar penduduknya, serta keramahan masyarakat, mempunyai pesona tersendiri, yang membuat wisatawan ingin kembali dan kembali ke Bali.

Meski sempat dihantam bom dua kali (12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005), yang gemanya sempat menciutkan nyali, tak membuat Bali terkapar. Ikon industri pariwisata Indonesia ini terus menggeliat. Menurut data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, tak kurang dari 2,14 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Bali pertengahan tahun 2007, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tidak salah kalau majalah Travel + Leisure menobatkan Bali sebagai “The World’s Best Island in The World 2007”.

Kalau ada ungkapan “Tuhan menciptakan tanah Parahiyangan sambil tersenyum”, tentu berlaku bagi Bali. Tanah subur, pantai yang indah, danau yang luas, panorama alam yang asri, adalah buktinya. Siapa yang tidak kenal Pantai Kuta, Legian, Sanur, Tanah Lot, Uluwatu, Lovina, Tulamben, Dreamland, Nusa Dua, Nusa Lembongan, Sangeh Monkey Forest, Danau Bedugul, Danau Batur, Kintamani, Ubud, Manggis, dan lain-lain. (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Janu Residences, Dubai: Ketika Gaya Hidup Naik Level

Di kota yang identik dengan rekor—tertinggi, terbesar, termahal—hadir satu proyek yang tidak berteriak, tapi...

Ayana Midplaza Jakarta: Tempat Berbuka yang Tidak Main-Main

Ramadan itu sederhana. Yang bikin rumit biasanya ekspektasi. Untungnya, Ayana Midplaza Jakarta memilih jalur...

Burger & Lobster: London Attitude, Jakarta Appetite

Ada dua tipe restoran baru di Jakarta. Yang datang dengan menu setebal novel Rusia,...

Bali Naik ke Lantai 46: Syrco BASÈ Bikin Jakarta...

Jakarta itu keras. Cepat. Ambisius. Tapi selama tiga minggu, 16 Februari–7 Maret 2026, ada...

Endless Worlds

Explora Journeys Membuka Reservasi Pelayaran Dunia Perdana 2029 Ada jenis perjalanan yang tak sekadar memindahkan...

Vintage Sounds

Seni Merayakan Masa Lalu Tanpa Terjebak di Dalamnya Ada dua jenis nostalgia: yang murahan dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here