The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memulai Babak Baru Lewat “The Rooster in Flame”

Di Bali, restoran baru bermunculan nyaris setiap minggu. Namun hanya sedikit yang benar-benar punya identitas cukup kuat untuk menciptakan semacam “scene” baru. Junsei tampaknya sedang menuju ke arah sana.

Belum genap sebulan sejak hadir di Sanur, Junsei mulai memperluas dirinya melampaui format yakitori izakaya konvensional lewat The Rooster in Flame—sebuah takeover satu malam di Night Rooster pada 29 Mei mendatang. Bukan sekadar dinner collaboration biasa, acara ini terasa seperti preview menuju fase berikutnya dari Junsei dan alter ego barunya: Tamba.

The AI Edge: Cara Tetap Relevan di Era Mesin Pintar

Jika Junsei dibangun lewat energi api, arang binchōtan, dan ritme izakaya modern Jepang, maka Tamba bergerak di sisi yang lebih subtil. Di siang hari, ia hidup sebagai tearoom yang tenang; saat malam turun, ruang tersebut berubah menjadi vinyl-led listening bar dengan atmosfer yang lebih lambat, sensual, dan immersive.

Semacam tempat yang membuat orang datang bukan hanya untuk makan—tetapi untuk tenggelam dalam mood.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Di balik konsep ini adalah Aman Lakhiani, sosok yang membayangkan Tamba sebagai “perpanjangan” dari Junsei, namun dengan frekuensi berbeda. Bila Junsei berbicara tentang tekstur, panas, dan energi, Tamba justru mengeksplorasi lapisan rasa, musik, teh, koktail, dan ambience dalam satu pengalaman yang bergerak perlahan sepanjang malam.

Untuk The Rooster in Flame, Junsei menghadirkan pengalaman set menu eksklusif dengan kapasitas hanya 10 kursi dari pukul 18.00 hingga 20.00, sebelum malam berlanjut dengan pilihan à la carte dan koktail signature.

Menu yang ditawarkan merepresentasikan pendekatan Junsei terhadap masakan Jepang modern: presisi teknik, keseimbangan rasa, dan penggunaan bahan lokal premium yang diterjemahkan lewat sensibilitas Jepang. Ada Crab Croquette dengan brown crab dan caviar, Snapper Crudo dengan citrus soy, hingga deretan yakitori panggang seperti Seseri, Hatsu, Shisomaki, dan Tsukune. Sementara Gyudon dengan onsen egg dan garlic chips hadir seperti comfort food yang dibuat jauh lebih sophisticated.

Namun seperti semua tempat yang mengerti pentingnya atmosfer, cerita sebenarnya mungkin justru ada di balik bar.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Related Stories

spot_img

Discover

Yacht Luxury Meets Formula 1

Explora Journeys Bikin SailGP Makin Stylish Di dunia olahraga ekstrem, biasanya yang jadi sorotan adalah...

Markette dan Seni Menikmati Malam Tanpa Tergesa

Jakarta punya kebiasaan buruk: membuat semua orang terburu-buru. Kota ini bergerak cepat, berbicara cepat, bahkan...

Phubbing

SAAT PONSEL MENJADI ORANG KETIGA DALAM HIDUP KITA Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Dulu, orang...

Maha Beer Garden

Seni Menikmati Canggu Tanpa Tergesa Canggu selalu punya cara unik untuk membuat orang lupa waktu....

SubSavers

Subway Punya Cara Baru Menikmati “Budget Lunch” Tanpa Terasa Murahan Di tengah harga makan siang...

Burger Season Has Officially Arrived at Jakarta

Di kota yang makin serius soal dining culture, burger hari ini bukan lagi sekadar...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here