Jejak Rempah

Menghubungkan Dua Negeri: Taste of Asia Kembali Hadir di Aman Indonesia

Selama berabad-abad, lautan bukan sekadar pemisah antarbenua, melainkan jalur yang mempertemukan budaya, tradisi, dan cita rasa. Kapal-kapal yang berlayar di sepanjang Jalur Sutra Maritim membawa lebih dari sekadar lada, pala, cengkih, atau kapulaga. Mereka juga mengangkut resep, teknik memasak, hingga kebiasaan bersantap yang perlahan membentuk identitas kuliner Asia seperti yang kita kenal hari ini.

Semangat itulah yang dihidupkan kembali melalui Taste of Asia, rangkaian pengalaman gastronomi tahunan yang kembali digelar di tiga destinasi Aman di Indonesia. Memasuki edisi keduanya, program ini mengangkat tema Khasanah Jalur Rempah: The Tales of Spice Trails, sebuah penghormatan terhadap hubungan historis antara Nusantara dan India yang terjalin melalui perdagangan rempah selama berabad-abad.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Berlangsung di Amandari pada 24 Juli, Amankila pada 26 Juli, dan Amanjiwo pada 29 Juli, setiap malam akan menghadirkan pengalaman bersantap yang memadukan sejarah, budaya, dan keahlian kuliner dalam atmosfer khas Aman yang intim dan penuh ketenangan.

Sorotan utama tahun ini adalah kehadiran Chef Achman Dhupar, Executive Chef dari Amanbagh, India. Berasal dari Jabalpur di India Tengah, sang chef membawa lebih dari dua dekade pengalaman yang ditempa di berbagai properti Aman di dunia. Filosofi memasaknya berakar pada penghormatan terhadap tradisi kuliner India, dengan pendekatan yang mengedepankan bahan musiman, teknik autentik, dan interpretasi kontemporer yang tetap setia pada akar budaya.

Melalui menu yang ia rancang khusus untuk seri ini, Chef Achman mengajak para tamu menelusuri jejak rempah yang pernah menghubungkan kepulauan Indonesia dengan anak benua India. Berbagai bahan yang dahulu menjadi komoditas paling berharga—mulai dari lada hitam, cengkih, kayu manis, hingga pala—diterjemahkan kembali menjadi hidangan yang merefleksikan perjalanan panjang lintas samudra tersebut.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Lebih dari sekadar jamuan makan malam, pengalaman ini dirancang sebagai sebuah communal dining, tradisi bersantap bersama yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Asia. Para tamu akan duduk di meja panjang, berbagi hidangan, bertukar cerita, dan menikmati keramahan yang menjadi benang merah budaya kuliner di kedua negara.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Related Stories

spot_img

Discover

7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta Ada sesuatu yang memikat dari aroma...

Living the Heritage

Ketika Senja Flores Menjadi Panggung Budaya di Kisik Seafood & Grill Labuan Bajo tak pernah...

Chupacabras, Ubud

Di Mana Api Menjadi Seni: Chupacabras Membawa Jiwa Amerika Selatan ke Ubud Ada sesuatu yang...

Mamula Island by Banyan Tree

Benteng Tua, Laut Adriatik, dan Sentuhan Asia: Mamula Island by Banyan Tree Resmi Membuka...

The New Taste of Sanur

Semesta Bistro & Bar Bukan Sekadar Tempat Makan. Ini Cara Baru Menikmati Sanur. Di Sanur,...

Karier Bukan Lagi Anak Tangga, Tapi Kanvas

Saatnya Mendesain Pekerjaan yang Benar-Benar Cocok dengan Diri Kita Oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob Dulu,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here