Mengapa Kita Tetap Membeli Hal-Hal Kecil Saat Dunia Terasa Semakin Mahal?
Oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob
“In this economy…”
Tiga kata yang belakangan menjadi semacam punchline di media sosial. Biasanya muncul setelah seseorang mengaku membeli tas baru, secangkir kopi seharga makan siang, tiket konser, atau parfum yang sebenarnya tidak masuk kategori kebutuhan pokok.
Kalimat itu terdengar ringan, bahkan lucu. Namun di balik candanya, tersimpan sebuah pengakuan kolektif: hidup terasa semakin mahal, sementara masa depan semakin sulit diprediksi.
Gaptek Bukan Alasan: Mahir Digital Tanpa Jadi Anak IT
Ketidakpastian ekonomi jarang datang seperti badai yang langsung melumpuhkan. Ia lebih sering hadir seperti gerimis yang tak kunjung reda. Tidak cukup deras untuk menghentikan langkah, tetapi cukup lama untuk membuat kita mengubah arah perjalanan.
Itulah sebabnya perilaku konsumsi hari ini tampak paradoks. Di satu sisi, masyarakat menahan pengeluaran besar. Di sisi lain, restoran baru tetap penuh, kedai kopi terus bermunculan, dan tiket konser habis dalam hitungan menit. Bukan karena orang tiba-tiba menjadi lebih kaya. Mereka hanya sedang menggeser prioritas.
Liburan ke Eropa berubah menjadi Jepang. Jepang terasa terlalu mahal, bergeser ke Belitung atau Yogyakarta. Ketika perjalanan jauh pun mulai terasa membebani, staycation di kota sendiri menjadi alternatif yang lebih masuk akal.
Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini
Mobil baru ditunda. Mobil lama diberi coating, detailing, atau velg baru agar tetap terasa menyenangkan dikendarai. Renovasi rumah dibatalkan, tetapi mesin kopi, sofa mungil, atau tanaman hias tetap masuk keranjang belanja.
Tas mewah mungkin harus menunggu. Namun parfum favorit, sepatu lari baru, atau makan malam bersama keluarga masih dianggap layak diperjuangkan. Yang berubah bukan keinginan manusia untuk menikmati hidup, melainkan skala kemewahannya.
Fenomena ini dikenal sebagai lipstick effect—kecenderungan konsumen membeli kemewahan kecil yang masih terjangkau ketika kondisi ekonomi sedang tidak bersahabat.
Cuma Modal HP: Bisa Cuan dari YouTube? Simak Rahasianya!

