Ketika Api Ubud Bertemu Presisi Seoul di Meja Makan
Kolaborasi Api Jiwa dan SU MA Jakarta mempertemukan teknik memasak dengan bara jerami, tradisi fermentasi Asia Timur, serta ingatan personal para chef dalam sebuah tasting menu eksklusif di Capella Ubud.
Ada makan malam yang sekadar memuaskan selera. Ada pula yang membuat kita melihat api, fermentasi, dan sepiring makanan sebagai bagian dari perjalanan budaya. Threads of Asia, kolaborasi antara Api Jiwa di Capella Ubud dan SU MA Jakarta, jelas memilih kategori kedua.
Berlangsung pada 28 dan 29 Agustus 2026, kolaborasi tersebut mempertemukan Executive Chef Api Jiwa, Arvie Delvo, dengan Co-Executive Chef SU MA Jakarta, Ryan Kim. Keduanya menyusun tasting menu 10 hidangan yang menjadikan tradisi kuliner Asia sebagai titik berangkat—bukan sebagai benda museum yang harus dipertahankan dalam bentuk beku, melainkan sebagai bahasa yang dapat terus berkembang.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine



Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto
Di meja makan Api Jiwa, pertemuan ini tampil sebagai dialog antara dua pendekatan. Chef Arvie membawa filosofi memasak yang berpusat pada api dan kekayaan bahan lokal Bali. Sementara itu, Chef Ryan menghadirkan presisi teknik, fermentasi, dan sensibilitas kuliner Asia Timur yang berakar pada tradisi Korea dan Tiongkok.
Warisan yang Tidak Berhenti di Masa Lalu
Alih-alih sekadar merekonstruksi resep klasik, kedua chef menggali kisah, ritual, serta keterampilan yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Semua itu kemudian diterjemahkan melalui pengalaman personal, perjalanan lintas budaya, dan bahan-bahan regional.
Hasilnya adalah menu yang berbicara mengenai warisan tanpa terjebak nostalgia. Sebab, tradisi yang sehat memang seharusnya bergerak. Ia boleh berubah bentuk, selama tidak kehilangan ingatan.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

