Dinner at 100: Akira Back Is Back in Jakarta

Ada banyak cara menikmati Jakarta. Namun, jika Anda sudah sampai di lantai 100, turun untuk makan malam terasa seperti keputusan yang buruk.

Oleh karena itu, jangan turun dulu. Jakarta terlihat berbeda dari lantai 100 Autograph Tower. Lampu-lampunya berpendar seperti circuit board raksasa, gedung-gedung pencakar langit berdiri seperti ego yang dipertontonkan, sementara lalu lintas di bawah sana perlahan berubah menjadi garis-garis cahaya.

Di ketinggian seperti ini, kota terasa sedikit lebih jinak. Dan malam terasa punya aturan sendiri.

Di sinilah Akira Back Jakarta memilih untuk kembali. Setelah meninggalkan jejak pertamanya di Jakarta pada 2014, Chef Akira Back kini membawa restoran ikoniknya ke lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine—sebuah lokasi yang mungkin memang dirancang untuk mereka yang menganggap makan malam sebagai sebuah occasion, bukan sekadar agenda.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Enam puluh kursi. Tidak lebih.

Lima puluh dua berada di dining room utama. Delapan lainnya tersimpan di private dining room. Jumlah yang cukup kecil untuk membuat Anda merasa bahwa malam ini tidak dibuat untuk semua orang. Dan memang bukan.

The View Is Only the Beginning

Pemandangan adalah kartu pertama yang dimainkan Akira Back Jakarta. Tetapi jika itu satu-satunya alasan Anda datang, Anda salah masuk lift.

Dari Redaksi ke Algoritma: Pertempuran Bisnis Media di Era Digital

Chef Akira Back tidak membangun reputasinya dengan memasak makanan yang aman. Lahir di Seoul dan dibesarkan di Aspen, Colorado, ia lebih dulu mengenal dunia sebagai snowboarder profesional. Kemudian hidup membawanya ke dapur restoran Jepang di Aspen. Dari sana, kariernya meluncur—kali ini bukan di atas salju—ke berbagai kota dunia. Karakter itu terasa dalam makanannya.

Teknik Jepang bertemu dengan warisan Korea dan Amerika. Sushi bertemu robata. Seafood bertemu smoky notes. Traditional discipline bertemu sedikit rebellion. Hasilnya adalah masakan yang tidak terlalu peduli pada batas-batas kategori. Persis seperti orang yang membuatnya.

Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here