Byrd House Bali

Rayakan Kemerdekaan Lewat Tafsir Modern Kuliner Nusantara

Nusantara Degustation Dinner menghadirkan perjalanan tujuh babak rasa Indonesia di pesisir Sanur

Perayaan kemerdekaan tak selalu harus berlangsung dengan upacara, bendera, atau perlombaan. Di Sanur, Bali, Byrd House Bali memilih cara lain: menyajikan Indonesia melalui makanan.

Pada 16 Agustus 2026, pukul 19.00–22.00 WITA, destinasi gaya hidup di tepi Pantai Segara itu menggelar Nusantara Degustation Dinner, sebuah pengalaman bersantap yang menempatkan kekayaan kuliner Indonesia sebagai pusat perhatian. Dalam konsep tersebut, hidangan-hidangan yang akrab di meja makan Indonesia diolah kembali melalui pendekatan gastronomi modern.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Acara ini dirancang bukan sekadar sebagai jamuan makan malam, melainkan perjalanan rasa yang mempertemukan cita rasa tradisional dengan teknik dan penyajian kontemporer. Semangatnya berangkat dari keberagaman budaya Indonesia, lalu diterjemahkan ke dalam rangkaian hidangan yang lebih refined.

Konsep tersebut terasa sejak hidangan pembuka. Fresh oyster dan sea urchin dipadukan dengan sentuhan kemangi, menciptakan pertemuan antara karakter laut dan aroma khas Nusantara. Setelah itu, perjalanan bergerak menuju sejumlah hidangan yang lebih familiar bagi lidah Indonesia, tetapi tampil dalam interpretasi berbeda.

Dari Redaksi ke Algoritma: Pertempuran Bisnis Media di Era Digital

Rujak, misalnya, dipertemukan dengan torched mackerel. Lumpia kepiting hadir dalam tekstur renyah, sementara bulung buni selada khas Bali menjadi bagian dari rangkaian pembuka. Hidangan-hidangan klasik seperti rendang sapi, opor bebek, udang balado, dan sayur urap juga mendapat perlakuan kontemporer.

Pendekatan tersebut memperlihatkan satu hal: makanan tradisional tidak selalu harus dipertahankan dalam bentuk yang sama untuk tetap memiliki identitas. Dalam ruang gastronomi modern, resep dan cita rasa lama dapat dibaca kembali tanpa harus kehilangan akar budayanya.

Perjalanan kemudian berlanjut melalui Soto Sari Laut. Sup seafood ini menggabungkan kekayaan rempah Indonesia dengan sentuhan santan, sebelum tamu memasuki bagian utama dari degustation.

Nasi kuning menjadi salah satu elemen penting dalam sajian utama. Ia ditemani sate kambing dengan saus kacang serta kerapu dengan sambal kecombrang. Kombinasi tersebut mempertemukan rasa darat dan laut dalam satu rangkaian, dengan karakter rempah yang menjadi benang merah. Jika hidangan utama membawa tamu pada kekayaan rasa gurih, pedas, dan aromatik, bagian penutup justru bermain dengan nostalgia.

Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Related Stories

spot_img

Discover

Liburan ke Bali Makin Beruntung dengan Nakula Rewards

Pesan vila langsung, dapatkan lebih banyak keuntungan hingga 15 persen. Plus, ada sarapan, airport...

Riserva: Steak, Ritual, dan Seni Menikmati Malam di Ubud

Fine dining steakhouse terbaru di Ubud ini tidak sekadar menyajikan daging premium. Riserva merancang...

The City Bites

Saat Semangat New York Menemukan Panggungnya di Jakarta Comfort food, cocktail playful, dan cita rasa...

AI Melaju, Pertahanan Bisnis Tertinggal

Perusahaan di Indonesia berlomba memanfaatkan kecerdasan buatan. Namun, fondasi keamanan, tata kelola, dan ketahanan...

Pasihan

Menyelami Jiwa Subak Melalui Pasihan, Film Dokumenter Baru dari SAKA Museum di AYANA Bali Di...

Luigis Enters a New Era—Without Losing Its Soul

Di tengah derasnya transformasi Canggu menjadi salah satu destinasi gaya hidup paling dinamis di...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here