30 Tahun Taman Air Waterbom Bali

Taman air paling berkelanjutan di Asia ini mengumumkan proyek perluasan berdesain arsitektur yang akan dibuka 2023 

Waterbom Bali yang terpilih menjadi taman air #1 di Asia oleh TripAdvisor Travellers Choice Awards 2022, memulai pembangunan tahap satu perluasan taman yang masif, yang akan dibuka tahun 2023 bersamaan dengan perayaan hari jadi yang ke-30.

Perluasan Waterbom akan menambah 1,3 hektar kesenangan ke taman, dengan keberlanjutan sebagai intinya. Temukan kolam renang laguna tropis baru dan bar dalam kolam, kursi berjemur di dalam air, gazebo di tepi kolam, restoran-restoran baru, menara seluncur berliku dengan platform berpenopang, dan tentunya beberapa seluncuran baru. 

Awalnya, rencana mengenalkan seluncuran dan area kolam renang baru dijadwalkan di tahun 2020, namun tertunda karena pandemi. Lahan kosong di sebelah taman kemudian diubah menjadi area pertanian dan taman oleh tim, agar menghasilkan sayuran dan buah-buahan dengan harga sangat murah bagi 300 staf yang dipertahankan selama taman tutup akibat pandemi. Sejak perbatasan Bali dibuka kembali di bulan April 2022, dan taman kembali dipenuhi wisatawan, Waterbom kini siap berkembang secara organik di lokasi mereka di Kuta, dan memperluas area kesenangan dan petualangan air ramah lingkungan hingga 5 hektar. 

Dengan visi kolektif dari pendiri, CEO dan tim manajemen Waterbom yang bekerja sama dengan Conchita Blanco dari Blanco Studio, titik fokus dari ruang baru ini adalah menara setinggi 20 meter yang didesain secara berkelanjutan, sebuah monumen impresif yang menampilkan platform pemandangan berpenopang agar para tamu dapat menikmati pemandangan taman dan area kolam renang baru dari ketinggian. 

“Menara yang saya desain bertautan di antara seluncuran dan melewati pepohonan sebagai satu kesatuan. Saya ingin menciptakan kesan kontinuitas dengan mendesain sebuah pengalaman bergerak melingkar, seperti saat berada di dalam seluncuran air. Kami ingin perjalanan para tamu ke atas menara menjadi pendakian sensoris melewati alam, sambil melingkar mengelilingi seluncuran,” ujar Conchita Blanco, Arsitek, Blanco Studio. 

Empat seluncuran baru akan menjadi pusat perhatian, dengan sensasi dan pengalaman baru, begitu pula gazebo bambu buatan lokal di sisi kolam, dan lokasi berkumpul bersama teman-teman atau keluarga di dalam area dan menikmati taman. 

Related Stories

spot_img

Discover

Amankora

Membuktikan Bahwa Kemewahan Terbesar Adalah Kemampuan untuk Melambat Di Bhutan, Aman tidak membangun hotel yang...

Bekerja Lebih Sedikit, Memberi Dampak Lebih Besar

Bukan Soal Sibuk, Tapi Berdampak: Mengapa Kualitas Kerja Kini Lebih Penting daripada Kuantitas Di era...

7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta Ada sesuatu yang memikat dari aroma...

Jejak Rempah

Menghubungkan Dua Negeri: Taste of Asia Kembali Hadir di Aman Indonesia Selama berabad-abad, lautan bukan...

Living the Heritage

Ketika Senja Flores Menjadi Panggung Budaya di Kisik Seafood & Grill Labuan Bajo tak pernah...

Chupacabras, Ubud

Di Mana Api Menjadi Seni: Chupacabras Membawa Jiwa Amerika Selatan ke Ubud Ada sesuatu yang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here