Rasa Oriental dalam Kemasan Barat

Dragonfly berarti capung, serangga kecil yang beterbangan ke sana kemari. Tapi ketika ketika nama itu dilekatkan pada sebuah bar & restaurant, yang terlihat adalah sebuah kemegahan. Venue yang baru melakukan soft opening September 2005, menambah alternatif baru tempat makan dan hiburan di Jakarta. Tidak hanya restoran yang menyediakan makanan dengan konsep fine dining, venue ini juga berfungsi sebagai music lounge dengan konsep hiburan yang kental.

Sejak di pintu masuk pengunjung sudah disuguhi pemandangan interior yang menakjubkan. Desainnya semi minimalis modern dengan sentuhan etnik Asia, yang dominan berbahan kayu, yang diwujudkan dalam bentuk bangku, balok memanjang di atas meja untu lampu, serta wine cellar yang menempel di dinding.

Mejanya onyx, sementara dindingnya gypsum yang berukir dan diperindah dengan sorot lampu dari dalam yang atraktif. Hiasan kaca besar di music lounge mempertegas ciri modern yang cenderung avant guard. Sementara dinding di ruangan resto dirancang seperti tebing dengan tekstur abstrak, yang konon diimajinasikan sebagai tempat hinggapnya si serangga terbang – yang di venue tersebut tidak tergambar, baik sebagai simbol maupun logo di ruang tersebut.

Ruangnya yang luas – 700 meter persegi dan langit-langit setinggi 7,5 meter – dirancang dengan fleksibel, yang bisa diubah-ubah sesuai dengan yang diinginkan, bahkan kalau diperlukan panggung untuk live band.

Ada rotating door jumbo yang bisa dibuka atau ditutup untuk membatasi antara ruang resto dan lounge. Dragonfly buka untuk makan siang mulai jam 11.30 sampai 15.00 WIB. Sedangkan untuk dinner mulai jam 18.30 hingga 23.00 WIB. Lounge sendiri aktif pada malam hari, sejak jam makan malam hingga jam 24.00 pada hari biasa dan jam 02.00 WIB pada Rabu, Jumat dan Sabtu.

Lalu, apa menu yang disajikan resto yang terletak di bilangan di Wisma BIP, Jl. Jend. Gatot Subroto itu? “Kami menggabungkan menu Oriental, khususnya makanan ala Thailand, Vietnam, dan Kamboja, tapi penyajiannya ala Barat,” ujar Kiki Utara, Head of Public Relations Dragon Fly.

Untuk siang hari mungkin sedikit light, sebutlah bebek panggang andalannya yang disebut Juicy Roast Duck with Tamarind Dressing atau ikan goreng ala Bangkok yang disebut Deep Fried Bangkok Garoupa in Three-Flavoured Sauce.

Sedangkan pada malam hari boleh coba menu-menu yang unik ini – hasil kreasi tiga chef yang berasal dari Bangkok, Singapura, dan Jakarta. Untuk appetizer, mulailah dengan sup tom yum seafood ala Thailand yang terkenal itu, tapi di sini disajikan lebih creamy, karena ditambah santan. Masih di starter cobalah Fresh Komegrpwn Betel Leaves with Foie Grass, ikan salmon yang dibungkus dengan daun betel yang didatangkan dari Thailand, dan siap dimakan.

Menu utamanya, ada beberapa yang diunggulkan. Yang doyan makanan rasa Indonesia, cobalah sup buntut dengan saus karamel serta chilli vinegar, sehingga rasanya asam-asam manis. Yang suka seafood, sebaiknya pesan Fragrant Coconut Colossal Tiger Prawn, yakni udang gala yang dimasak dengan kelapa, mirip serundeng.

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here