Makan Siang Terpanjang

Beruntung, ketika berkunjung ke Melbourne tengah berlangsung Food & Wine Festival di kota itu, sehingga banyak aktivitas yang bisa diikuti. Di antaranya adalah makan siang bareng di tepi Sungai Birrarung Marr. Tiketnya $88 per kepala. Setiap tahun acara ini selalu menarik minat masyarakat, sehingga tahun ini yang diadakan pada 22 Maret hanya dibatasi untuk 1.000 peserta. Meja dan kursi ditaruh berderet memanjang, sehingga makan siang ini boleh disebut sebagai World’s Longest Lunch!

Makanan yang disajikan seperti layaknya di restoran mewah. Para undangan pun berdandan rada istimewa. Prianya berbusana lengkap, sementara para wanita memakai gaun – ada yang melengkapinya dengan topi. Kendari demikian yang berbusana kasual pun terlihat cukup sopan. Di pintu masuk sudah sudah tersedia sparkling wine, dan di tengah-tengah makan juga disajikan dua jenis wine. Yakni, Sauvignon Blanc (putih) untuk menemani salad, dan Shiraz (merah) untuk menu utama kambing muda yang dimasak ala Mediteranean.

Yang tak kalah menariknya adalah ketika mengikuti Epicure Catering Master Class. Atau acara masak-memasak yang melibatkan para maestro yang ahli di bidangnya. Animo pesertanya juga lumayan besar, biasanya orang-orang hotel dan restoran, datang dari berbagai kota di Australia, bahkan New Zaeland. Ada empat kelas yang masing-masing mempunyai empat sesi, dengan 16 pembicara.

Para peserta hanya memilih maksimal empat topik bahasan. Kami pun mengikuti empat sesi dengan pilihan topik. Yang pertama adalah rahasia memasak ala Neil Perry, yang menggabungkan antara makanan Barat dan Asia (Jepang dan Cina). Kedua, resep memasuk dengan wine oleh Anne Willan, penulis buku Cooking with Wine. Ketiga, ceramah dengan tema ‘Kembali ke Alam’ oleh Sherry Clewlow. Dan keempat, View from A Abroad oleh Jill Dupleix.

Bisa dibayangkan, masing-masing topik mempunyai daya tarik tersendiri. Jill Dupleix, misalnya, bercerita tentang makanan-makanan dari berbagai negara. Sebelum menjadi penulis buku masak-memasak, ia adalah seorang wartawan. Presentasinya adalah oleh-oleh ketika ia bertugas ke luar negeri. Tidak hanya bercerita, tapi dikemas dalam bentuk video yang menarik di suatu negara, berbelanja ke pasar setempat, dan mencicipi makanan khasnya. Juga pengalaman sewaktu mengunjungi restoran tertentu, disertai dengan komentar dan pendapat pribadinya.

Dengan berakhirnya program Epicure Catering Master Class, berakhir pulalah program Epicurean Experiences Theme Tour. Para peserta kembali ke masing-masing negaranya dengan kenangan yang pasti sangat berkesan. Berat tubuh memang tidak naik, tapi celana rasanya bertambah satu nomer. (Burhan Abe)

ME 2002

Related Stories

spot_img

Discover

A Quiet Rally: Aman Tennis Club Meets The Webster

Di dunia di mana kolaborasi sering terasa seperti strategi pemasaran yang terlalu berisik, pertemuan...

Bekerja dari Bali, Tapi Bukan Liburan Biasa

Ketika villa privat jadi kantor, kolam renang jadi “meeting room”, dan hidup terasa sedikit...

Clifftop Contemplation: Umana Bali Unveils a More Meaningful Island...

Di ujung selatan Bali yang dramatis—di mana tebing kapur jatuh tegak ke Samudra Hindia—Umana...

Whisky, Cerutu, dan Sedikit Dosa Kecil di Tengah Jakarta

Ada dua jenis orang di dunia ini: yang minum untuk lupa, dan yang minum...

A New Chapter at Amangiri

Carved by Light and Silence Di dunia yang semakin bising oleh definisi “luxury”, Amangiri tetap...

When Borneo Calls

Escape Tropis yang Siap Jadi Bucket List Baru Asia Tenggara Kalau selama ini Bali terlalu...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here