2010

Kita memasuki tahun baru lagi. Ah, rasanya kita baru saja memulai tahun 2009, tahu-tahu sudah masuk 2010. Apa boleh buat, kita membuat resolusi lagi yang akan menuntun langkah kita di tahun ini. Padahal resolusi yang kita buat pada awal tahun lalu belum sepenuhnya terpenuhi.

Tapi kehidupan memang harus berjalan, siap atau pun tidak siap. Tapakilah tahun yang berjalan dengan langkah pasti, songsonglah masa depan dengan optimistis, begitu nasehat orang bijak.

Nasehat yang tidak salah, dan sudah pasti benar. Meski, dalam kondisi yang karut-marut dan pemerintahan yang unpredictable seperti sekarang ini yang tidak mudah meneropong masa depan dengan jelas. Tapi, lagi-lagi kata orang bijak, optimisme adalah bagian dari pemecahan persoalan – sementara pesismisme merupakan dari problem itu sendiri.

”Saya berusaha berempati ke hal-hal yang positif,” begitulah resep yang diberikan oleh Oprah Winfrey dalam salah satu episodenya. Sehingga ketika Halle Berry menerima Oscar, tidak hanya aktris kulit hitam itu yang bangga, tapi Oprah pun ikut bahagia. Juga ketika Barack Obama berhasil menduduki kursi presiden di Amerika Serikat, ratu bincang-bincang itu tidak bisa menyembunyikan rasa harunya.

Positif thinking itu penting, kata yang lain, yang tak kalah bijaknya. Beberapa teman yang membaca status saya di Facebook merasa iri, seolah-olah hidup saya asyik-asyik saja. Jalan-jalan terus, dari party yang satu ke party lain. Padahal jujur saja, itulah cara saya menerapkan positif thinking, yang tidak sekadar pikiran positif, tapi juga melakukannya dengan suka cita – yang ”sebelas dua belas” atau beda-beda tipis dengan hedonisme, bahkan dengan perasaan bahagia, feel happy.

Tahun sudah berganti lagi, apa saja yang sudah kita lakukan untuk kehidupan ini – minimal untuk diri sendiri? Mungkin ada mengalami hal-hal yang menyenangkan sepanjang tahun 2009. Atau mencatat prestasi hebat berkat konsistensi dan kerja keras. Ata menjalaninya secara biasa, atau tidak ada yang istimewa, bahkan justru banyak frustrasinya karena beroleh kegagalan.

Apa pun, kita seharusnya mempertanyakan terus-menerus apa yang sudah kita perbuat, dan apa yang kan kita lakukan selanjutnya. Tidak sebatas pada akhir atau awal tahun saja. Kita pertanyakan diri kita, tidak sebatas analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity, dan threat) saja, untuk mencapai yang lebih baik. Bukankah Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa orang yang paling celaka di dunia adalah orang tidak mau berubah – menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dibandingkan hari sebelumnya.

Anyway (tanpa busway), tahun baru adalah tahun yang baik untuk kita kembali merenungi kembali perjalanan hidup ini, apa yang sudah dan akan kita jalani. Kita hanya berharap bahwa tahun 2010 yang telah kita mulai ini akan berlangsung lebih baik dibandingkan dengan tahun 2009. Selamat Tahun Baru! (Burhan Abe)

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Tantangan Berikutnya bagi Dunia Usaha Indonesia

Membuktikan Nilai AI bagi Bisnis Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia terus meningkat. Namun,...

Saat Trisara Mengajarkan Arti Kemewahan yang Sesungguhnya

Phuket yang Tak Banyak Orang Kenal Di tengah tren slow travel yang semakin digemari...

Seni Memberi yang Tak Pernah Kehilangan Makna

Fairmont Jakarta Mengangkat Tradisi Mooncake Menjadi Simbol Kemewahan yang Penuh Cerita Di tengah dunia yang...

Belajar Adil

Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Keputusan yang Tak Akan Memuaskan Semua Orang Di dunia yang semakin...

Pengalaman Golf Kini Tak Lagi Berakhir di Hole ke-18

Riverside Golf Club memperbarui fasilitas locker room dengan sentuhan desain elegan, teknologi modern, dan...

In This Economy

Mengapa Kita Tetap Membeli Hal-Hal Kecil Saat Dunia Terasa Semakin Mahal? Oleh Eileen Rachman &...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here