World Gourmet Summit

Kuliner mendapat tempat terhormat di World Gourmet Summit (WGS), yang diselenggarakan di Singapura, 11 – 24 April lalu. Inilah pesta para pecinta kuliner ke 14, yang diselenggarakan oleh Peter Knipp Holdings Pte Ltd (PKH), dan didukung Singapore Tourism Board (STB). Wartawan dari berbagai media di seluruh dunia, termasuk saya, menyaksikan kemeriahan pesta kuliner berkelas internasional ini.

Dalam dua minggu tersebut para master chef dari berbagai negara di dunia hadir secara khusus dalam restoran berbintang untuk menyajikan hidangan terbaik dan terlezat kreasi mereka. Tidak hanya itu, acara yang ditunggu-tunggu orang yang bergerak di bidang ‘horeka’ (hotel, restoran, dan katering) itu juga menampilkan berbagai acara yang menarik, mulai dari culinary workshops, celebrity dinners, chocolate dinner, chooclate workshop, gourmet golf experience, chefs’ table luncheons, kitchen party, hingga charity dinner yang diadakan hampir setiap hari.

Memang, di acara tersebut para chef tidak sekadar menghidangkan makanan kreasi mereka, mereka juga membuka diri dengan membagi ilmu dalam workshop kuliner singkat dan masterclass dengan berbagai hidangan ala Eropa dan Asia. Ada dua acara baru yang digelar pada WGS tahun ini, yakni Kitchen Party dan Grandeur of Wines.

Di Kitchen Party para tamu bisa mengenal lebih dekat dengan para chef dan wine expert setelah acara makan berakhir. Mereka bisa mengobrol dan berdiskusi seputar kuliner dan wine, terutama yang berkaitan dengan keahlian para host-nya saat itu.

Ada pun Grandeur of Wines merupakan program yang ditujukan untuk pencinta wine. Selama tiga hari ratusan wine terbaik dari seluruh dunia disajikan dalam gala wine dinner yang berlangsung di dua hotel di Singapura, yakni di Hilton dan Ritz Carlton Milenia.

Program Chocolate Dinner banyak mendapat perhatian, karena di sini pada pecinta coklat bisa merasakan dan mencicipi hidangan karya para master. Mereka adalah Frederic Bau, Gianluca Fusto, Loretta Fanella, berkolaborasi dengan para ahli cokelat lokal untuk menyajikan santapan istimewa dengan sentuhan cokelat.

Di luar dinner tersebut, para master patissiers itu juga berbagi rahasia dalam Chocolate Workshop, yang khusus diadakan untuk mereka yang ingin menambah keterampilan mengolah cokelat atau cake yang berbahan dasar coklat.

Salah satu master patissier di workshop tersebut adalah Chef Gianluca Fusto. Chef asal Italia ini mendemonstrasikan kebolehannya dalam membuat kue yang berbahan dasar coklat. Ada tiga jenis yang diajarkan kepada peserta saa itu, yakni identita, a-qua, dan elementi terra. Yummy!

Photo by Aliona Gumeniuk on Unsplash

WGS juga menghadirkan puluhan master chef dan michelin-star chef dari seluruh dunia untuk menyajikan hidangan terlezat dan terbaik di dunia. Mereka adalah maestro di bidang gastronomi, sebutlah Yong Bing Ngen, Milind Sovani, Alexandre Lozachmeur, Andre Chiang, Pang Kok Keong, Bruno Menard, Dorin Schuster, Frederic Bau, Alfonso Iaccarino, Alex Chow, Dario Barrio, Rostang, Vivek Singh, Ben Shewry, Dieter Kauffman, Hal Yamashita, Greg Doyle, Grant Raja, Oz Clarke, Juan Pablo Felipe, Lai Yau Tim, Ferran Adria, Andrea Berton dan juga Gianluca Fusto, yang diceritakan di atas.

Orang awam mungkin tidak tahu nama-nama tersebut, tapi di kalangan industri F&B, mereka adalah para selebriti. Bintang paling bintang di acara itu adalah Ferran Adria, three-michelin-star chef dari Spanyol, yang bahkan menjadi salah satu ikon pariwisata negara tersebut.

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Fondasi Digital 2026

Di ruang-ruang rapat Jakarta yang semakin hening dan serba layar, transformasi digital tak lagi...

Generasi Cemas

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Ada generasi yang tumbuh dengan suara modem dial-up. Ada...

Nyepi, Tapi Tetap Stylish di Ayana Bali

Setahun sekali, Bali mendadak jadi versi “airplane mode”. Nggak ada clubbing, nggak ada macet,...

Belitung yang Dijaga Waktu

Alam, Warisan, dan Cara Hidup di Tanjung Kelayang Reserve Di Kepulauan Belitung, lanskap tidak sekadar...

Da Maria, dan Seni Tetap Relevan di Bali

Di Bali, restoran datang dan pergi seperti ombak. Yang bertahan lama? Biasanya bukan yang...

Hawker Legends di NIHI Sumba

Ketika Warisan Rasa Tak Perlu Berteriak Ada jenis kemewahan yang tak merasa perlu menjelaskan dirinya...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here