Burhan Abe

Burhan Abe, lebih dari dua dekade berkecimpung di bidang tulis menulis, khususnya media. Lulusan Fisipol UGM, jurusan Hubungan International ini mengasah ilmu jurnalistiknya di Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y) pimpinan Ashadi Siregar, kemudian mendapat beasiswa dari Asia Foundation untuk praktik dan magang di Majalah TEMPO.  

Sejak saat itu Abe, demikian ia dipanggil, tidak bisa melepaskan diri dari dunia kewartawanan. Ia sempat bekerja di beberapa media, menulis berbagai hal, mulai dari politik, ekonomi, bisnis, hingga gaya hidup, sebutlah majalah berita Editor (yang terkenal bredel pada masa Orde Baru), majalah bisnis SWA, memimpin majalah kuliner Appetite Journey, juga majalah hiburan pria POPULAR.  

Sempat membangun portal bisnis, Diskon Gokil dan Hari Gini, sambil menjadi kontributor The Jakarta Post, sebelum akhirnya memimpin majalah gaya hidup dan hiburan MALE. Majalah dengan segmen pria ini adalah di bawah grup Trans Corp – detik.com (Trans Media) dan dirancang sebagai majalah digital interaktif, mingguan, untuk tiga platform (iPad, tablet/ponsel berbasis Android, serta dalam format PDF), bahkan awal Januari 2015 hadir di iPhone.   

MALE yang  pertama kali published 2 November 2012, adalah trendsetter untuk media digital di Indonesia, dengan jumlah download sekitar 350.000 setiap minggunya.

Related Stories

spot_img

Discover

POCO X8 Pro Series: Main Cepat, Tampil Tajam

Ada dua tipe orang di dunia smartphone hari ini: mereka yang sekadar pakai, dan...

Akhir Pekan Paling Nikmat di Alila Seminyak

Akhir Pekan Paling Nikmat di Alila Seminyak Kalau ada cara yang lebih baik untuk merayakan...

Clifftop Indulgence: Di Ujung Selatan Bali, Kuliner Naik Kelas...

Kalau Bali punya titik di mana makan bukan sekadar makan—tapi pengalaman penuh drama, pemandangan,...

HOPE Is Not a Vacation. It’s a Strategic Withdrawal.

Ada dua tipe liburan: yang bikin feed Instagram penuh, dan yang benar-benar bikin kepala...

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here