Teknologi Masa Depan

Impian manusia tentang masa depan yang maju dan canggih memang menakjubkan. Mimpi tentang kecanggihan teknologi pada masa mendatang selama ini hanya bisa dilihat dalam film fiksi ilmiah. Bermula dari mimpi seperti itulah kemudian keajaiban itu terwujud dalam kehidupan nyata. Bayangkan apa jadinya jika nanti kehidupan manusia banyak berinteraksi dengan robot. Seperti diperlihatkan dalam film I, Robot dan artificial intelligence, kehidupan sehari-hari manusia banyak bergantung pada robot canggih.   

Kapan hal itu dapat terwujud? Bisa jadi tidak dalam waktu dekat. Sebab, beberapa robot seperti itu masih berbentuk ekshibisi. Robot-robot itu masih perlu dikembangkan menjadi lebih baik, tapi tak berarti tidak mungkin.   

Ketergantungan manusia terhadap mesin sudah mulai terlihat. Nantinya bisa saja terjadi, jika telah siap dalam hal teknologi, robot dapat membantu dan menemani manusia. Dilansir dari Dailymail.co.uk, Steve Wozniak, tokoh penting di belakang berdirinya Apple, menyatakan kehidupan dan kegiatan manusia kelak bisa dilakukan oleh robot. Teknologi yang ada saat ini memungkinkan dominasi robot terjadi pada masa mendatang.   

Dukungan kecerdasan buatan yang semakin baik saat ini memungkinkan robot dapat melakukan berbagai kegiatan tanpa bantuan operasionalisasi manusia. Walau tidak sesempurna robot C-3PO dalam film Star Wars, kehadiran robot yang masih dalam tahap uji coba memperlihatkan potensi besar dalam kinerjanya. Demikian pula dalam hal jasa dan layanan, yang sudah banyak diperlihatkan oleh industri pembuat robot.   

Dalam kenyataannya, kehadiran robot di sektor industri, seperti otomotif, telah dirasakan. Jadi tinggal menunggu waktu interaksi manusia dan robot terwujud. Contohnya, Robobear, robot buatan Jepang yang ditampilkan dalam wujud beruang. Robot itu dapat membantu mengangkat manusia dari kursi roda ke tempat tidur.   

Bahkan, untuk pelayanan dan interaksi lain, juga sudah diperlihatkan robot yang bisa mengisi posisi atau profesi tertentu, seperti resepsionis dan pelayan restoran. Perusahaan besar, seperti Amazon dan Facebook, pun sudah menjajal pemanfaatan teknologi tersebut untuk meningkatkan layanan mereka.   

Amazon mencobanya untuk layanan pengiriman barang. Adapun Facebook, seperti dilansir dari Telegraph.co.uk, melakukan kerja sama dalam penggunaan teknologi drone dengan Titan Aerospace. Kerja sama dilakukan untuk menjangkau wilayah yang belum dijamah Internet.   

Walau saat ini kehadirannya masih terbatas, Wozniak menganggap fungsi robot dan komputer menggantikan manusia dapat menjadi kenyataan. Tentunya patut diperhitungkan sisi negatifnya, apakah pemanfaatan teknologi itu tidak membahayakan eksistensi manusia. Jika aplikasinya salah, bisa terjadi ketergantungan melebihi kebutuhan manusia itu sendiri.   

Paling tidak, yang harus diperhitungkan lapangan pekerjaan bagi manusia yang akan hilang karena digantikan robot dengan kecerdasan buatan. Hal ini dipertegas oleh Stephen Hawking, ahli fisika, yang menyatakan robot dengan kecerdasan buatan itu memang akan membantu manusia. Namun, di sisi lain, hal tersebut dapat mengantar manusia ke arah masa depan yang kelam. Awesome, yet scary, right? 

Sumber: MALE 128, Insertion

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

PR 4.0

Saat Mengelola Persepsi Jadi Kunci Elegansi di Era Digital Di dunia yang semakin cepat dan...

The Art of Turning Ideas Into Money

(Without the Drama) Ada dua jenis orang di internet hari ini: mereka yang terus mengonsumsi,...

Di Atas Rel, Imajinasi Ikut Berangkat

Venice Simplon-Orient-Express menghadirkan pengalaman baru: sastra eksklusif untuk mereka yang tahu cara menikmati perjalanan. Ada...

Work Smarter Is Dead. This Book Explains Why.

Di tengah banjir buku tentang AI yang sering terasa seperti manual teknis berkedok motivasi,...

Mainkan Algoritma, Menangkan Publik: Bermain Cerdas di Era Noise

Social Media Management Playbook Ada masa ketika social media terasa sederhana: posting, dapat likes, selesai....

CURE Bali: Fine Dining Tepi Laut

Tidak Perlu Teriak untuk Didengar Ada jenis restoran yang tidak datang untuk “rame-rame”—ia datang pelan,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here