Dua Malam, Dua Dapur, Satu Visi: Membakar Batas Rasa

YUKI Group dan Serai dari Melbourne Siap Guncang Bali Lewat Kolaborasi Kuliner yang Tak Main-Main

Kalau kamu pikir dunia kuliner Bali udah mentok di smoothie bowl dan panggang-panggangan, pikir lagi. Mei ini, pulau dewata bakal jadi medan pertempuran rasa—di mana api, teknik, dan ego kuliner bertemu dalam dua malam yang nggak cuma menggoda lidah, tapi juga menggugah rasa penasaran.

Di satu sisi: Ross Magnaye, chef berdarah Filipina-Australia yang restorannya, Serai, dinobatkan sebagai Restoran Terbaik di Melbourne 2024 versi Time Out. Di sisi lain: YUKI Group, otak di balik restoran ikonik YUKI dan Meimei di Bali. Kolaborasi ini? Dua malam makan malam, dua lokasi, satu misi: menabrak pakem, merayakan akar Asia, dan bikin lo ketagihan datang lagi.

Meimei, 1 Mei: Asap, Arang, dan Rasa Asia Tenggara

Malam pertama digelar di Meimei Canggu, rumah bagi barbeque Asia Tenggara yang tajam, liar, dan hangat. Di dapur: Chef Ross dan Chef Yudha Permana memadukan gaya berani khas Serai dengan pendekatan elegan YUKI.

Hasilnya: menu pilihan khusus chef yang dibakar dengan teknik kayu bakar, wine pairing yang disusun cermat, dan koktail racikan Windu Tenaya yang pas jadi pelengkap malam. Jangan datang tanpa rasa penasaran. Jangan pulang sebelum habis dessert.

Related Stories

spot_img

Discover

Aman’s Quiet Arrival in Dubai

Luxury That Whispers, Not Shouts Di tengah kota yang tak pernah benar-benar tidur seperti Dubai,...

When Mexico Meets the Mediterranean

A Six-Course Dialogue Above the Cliffs of Bali Di atas tebing kapur Ungasan yang dramatis,...

Belitung, Reconnected

Pulau Tenang yang Tiba-Tiba Jadi Dekat Lagi Ada destinasi yang terlalu indah untuk ramai. Belitung...

Ketika CV Tak Lagi Sekadar Formalitas

Di Era AI dan Perekrutan Digital, Resume Harus Bisa “Berbicara” Oleh:Eileen Rachman dan Emilia Jakob Ada...

The New Language of Seeing

How Xiaomi 17 Turns Everyday Frames Into Personal Cinema There was a time when a...

ArtMoments Jakarta 2026: The Art of Giving, Reimagined

Ada fase dalam hidup kota ketika semuanya terasa bergerak lebih cepat—lebih bising, lebih padat,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here