Kalau ada yang bisa bikin liburan lo berubah dari sekadar “rebahan di kasur hotel” jadi spiritual journey plus bonus feed Instagram yang meledak, jawabannya: Banyan Group. Tahun ini mereka ngerayain 20 tahun di China — dan siap ngegas buka properti ke-100 di dunia. Hotel ke-100, bro. Lo aja baru bisa beli rumah KPR 15 tahun.
Dari Desa Tibet ke Ekspansi Brutal
Cerita dimulai 2005, waktu Banyan Tree Ringha nongol di Shangri-La. Bukan Shangri-La mall ya, ini Shangri-La beneran: lembah dingin, rumah kayu Tibet, dan vibe yang bikin lo ngerasa kayak jadi figuran di film kungfu klasik.
Bacaan Menarik: Jakarta After Dark
Setahun kemudian, Banyan Tree Lijiang berdiri gagah di kaki Gunung Salju Jade Dragon. Hasilnya? Tamu-tamu mancanegara makin rajin mampir, sementara lo masih sibuk mikirin cicilan motor. Fast forward: sekarang mereka punya 36 properti di China. Dari brand yang super mewah (Banyan Tree) sampai yang lebih santai tapi tetap cakep (Homm, Dhawa, Angsana, Garrya).


Kenapa Lo Harus Peduli?
Karena mereka mainnya nggak asal bangun hotel. Filosofinya keren: Embracing the Environment, Empowering People.
Artinya:
- Lo bisa tidur di villa keren… sambil tahu duit lo juga nyumbang ke restorasi terumbu karang, program air bersih, atau pelestarian ikan badut (alias Nemo).
Luxury tanpa rasa bersalah. Win-win, kan?
Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Ibu Kota Paling Berisik

