Hidangan sebagai autobiografi
Setiap piring di Byrd House adalah potongan cerita hidupnya.
- Kerang Atlantik dengan caviar salmon – laut Toscana dalam versi modern.
- Tortelli Salmon Asap – kenangan Sydney yang diterjemahkan dalam pasta.
- Spaghetti Pesto Trapanese dengan udang macan – favorit pribadinya, perpaduan Mediterania dan tropis.
- Casserole Udang dan Kerang – resep ibunya, dipoles teknik global.
- Paris Brest Hazelnut & Parfait Mangga – cara Masini membiarkan Prancis dan Bali berdialog manis.
Ia tidak pernah berlebihan. “Elegan tapi sederhana. Itulah gaya saya,” katanya, lalu kembali menata piring dengan gerakan presisi, seperti seorang arsitek yang tahu persis di mana letak garis terakhir harus ditarik.
Hari Gini Belum Tau? Membangun Mesin Uang dengan AI
Byrd House: lebih dari restoran
Dirancang Yoke Sara Architects, Byrd House adalah tempat di mana arsitektur tropis minimalis bertemu dengan energi pesisir. Restoran utama menyajikan Mediterania dengan bahan lokal, sementara ruang lainnya menghadirkan hidangan Indonesia-Jepang handmade, pastry shop artisan, hingga speakeasy bar yang akan segera dibuka.
Siang, Byrd House adalah tempat brunch dengan kopi dan gelato. Malam, ia berubah menjadi ruang elegan dengan koktail kurasi dan suasana yang lebih intim. “Bali punya energi yang sulit dijelaskan. Byrd House adalah cara kami menangkap energi itu dan menjadikannya pengalaman,” kata Masini.




Landmark kuliner pesisir
Di bawah kepemimpinannya, Byrd House kini lebih dari sekadar restoran tepi pantai. Ia adalah landmark kuliner yang memadukan tradisi, inovasi, dan gaya hidup pesisir modern.
Start Small, Scale Big: Strategi Praktis Membangun Startup Tanpa Drama
Sanur dikenal dengan matahari terbitnya. Tapi berkat Luca Masini, malam-malam di Byrd House kini punya alasan yang sama kuat untuk membuat orang datang—dan bertahan. (Abe)

