Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari ekosistem yang mulai matang.
Roadshow yang Lebih Mirip Gerakan
Daripada sekadar buka pendaftaran online dan berharap yang terbaik, Hennessy memilih pendekatan yang lebih… hidup.
Dari Jakarta ke Bandung, lanjut ke Semarang hingga Bali, mereka membawa masterclass dan guest shift dalam satu paket. Siang hari: edukasi, strategi, real talk soal kompetisi. Malam hari: aksi. Di sinilah teori diuji. Di sinilah ide-ide liar bertemu audiens nyata. Dan jujur saja, tidak semua bartender siap untuk itu.
Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Jakarta
Tekanan Itu Perlu
Format kompetisinya tidak main-main. Peserta harus mengirimkan cocktail orisinal lengkap dengan video ritual penyajiannya. Penilaian? Bukan cuma rasa. Tapi juga bagaimana cerita dibangun, bagaimana bahan dipilih, dan seberapa relevan konsepnya dengan dunia hari ini.
Singkatnya: kalau hanya enak, itu belum cukup.


Menuju final nasional di Agustus dan global final di Prancis pada Oktober, perjalanan ini lebih mirip seleksi alam kreatif. Yang bertahan bukan yang paling aman, tapi yang paling berani.
Gaya Hidup Baru di Balik Bar
Ada sesuatu yang berubah di industri ini. Bartender tidak lagi berdiri di belakang—mereka mulai maju ke depan. Mereka punya suara, punya sudut pandang, dan mulai dilihat sebagai bagian dari kultur, bukan sekadar servis. Dan Hennessy MyWay 2026 memanfaatkan momentum itu dengan cerdas.
Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Jadi Clipper Penghasil Cuan dengan AI Gratis: Ini Tutorialnya

Karena pada akhirnya, ini bukan cuma tentang siapa yang menang di Prancis. Ini tentang siapa yang mampu mengubah cara kita melihat segelas minuman. Dan mungkin, di satu bar kecil entah di mana, seseorang sedang meracik cocktail yang bukan hanya enak—tapi relevan. Sisanya? Tinggal waktu. (Burhan Abe)
The Luxury of Space: Perjalanan Mewah Menjelajah Indonesia

