Wine Tasting, Wine Dinner, Wine Party

Wine sebagai fenomena gaya hidup di Indonesia sudah tak terelakkan. Distributor-distributor wine bermunculan, baik yang mengkhususkan diri sebagai distributor maupun sebagai salah satu divisi dari distributor spirit dan bir. Yang patut disayangkan adalah, mereka ternyata amat tergantung dari Sarinah. Badan usaha perdagangan milik negara inilah yang memonopoli impor wine dari berbagai negara, sehingga distributor hanya mendapatkan sejumlah kuota tertentu saja. 

Tidak hanya itu, wine pun masih dianggap sebagagai barang mewah, sehingga pajaknya – beserta pungutan lain, melambungkan harga jual wine itu sendiri di Indonesia. Bayangkan, di negara berkembang orang-orang minum wine dengan membayar harga tiga kali lipat dibandingkan kalau minum di negara asalnya – yang nota bene negara maju. 

Volume kebutuhan wine di Indonesia memang masih sedikit jika dibandingkan dengan Singapura, misalnya. Tapi, kalau masalah-masalah tersebut di atas – monopoli dan pengenaan cukai yang berlebihan, tentu akan akan merugikan konsumen, yang ujung-ujungnya tidak mendorong wine yang makin bergairah di Indonesia khususnya, dan industri F & B umumnya. (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Clipper AI Penghasil Uang

Panduan Praktis Memotong Video di Era Konten Pendek Ledakan video pendek di internet melahirkan profesi...

Travel With Purpose: 20 Pengalaman Bermakna Bersama Marriott Bonvoy

Ada masa ketika liburan mewah hanya berarti satu hal: kamar hotel yang luas, kolam...

Elegance at Iftar: Ramadan Dining di Burger & Lobster...

Ramadan selalu menghadirkan ritme yang berbeda di kota. Menjelang senja, meja-meja makan kembali menjadi...

Kemewahan yang Tersisa: Ruang

Ada masa ketika kemewahan diukur dari apa yang bisa dipamerkan: jam tangan Swiss, mobil...

Api, Laut, dan Kaiseki: Maret yang Menggoda di Trisara

Di sepanjang pantai barat laut Phuket yang masih terasa liar dan sunyi, berdiri sebuah...

Memori Perusahaan yang Tak Boleh Hilang

Mengapa organisasi cerdas tidak hanya bekerja—tetapi juga mengingat. Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Perusahaan besar...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here