Bulan Madu Kedua

Kita hanya menunggu hasilnya. Tapi yang jelas, bulan madu kedua adalah tren baru. Tidak hanya Darius – Donna, Winky – Asmara, tapi juga Anjasmara – Dian Nitami, dan para eksekutif yang mungkin tidak dikenal di ranah publik. Banyak pasangan suami-istri yang mengeluh tentang rumah-tangga mereka yang kini tak lagi indah. Mereka mengaku bosan dan jenuh. Tak ayal, bulan madu kedua adalah salah satu langkah untuk merekatkan hubungan kembali hubungan yang mungkin saja longgar.

Semakin Harmonis

Memang, kejenuhan dalam hubungan suami – istri adalah masalah klasik yang erap mendera kehidupan rumah tangga. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kesibukan masing-masing individu, hingga lamanya perkawinan yang bisa membat jemu. Jika tidak cepat tanggap, persoalan yang semula dianggap biasa itu akan berakibat fatal, bahkan sampai kepada perceraian.

Kejenuhan memang manusiawi. Tapi kalau kejenuhan berubah menjadi pertentangan atau konflik hebat, Anda harus segera mewaspadai karena bisa jadi hubungan suami – istri seperti berada di ujung tanduk. Penasehat perkawinan di Munich, Jerman, David Wilchfort, menyarankan bila pasangan muda menghadapi kondisi ini, sebaiknya mereka tidak tergesa-gesa memutuskan untuk mengakhiri hubungan. “Jika pasangan suami-istri dalam krisis selayaknya kesempatan kedua bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

Salah satu cara yang paling umum disarankan para psikolog atau terapis perkawinan adalah dengan melakukan perjalanan bulan madu kedua. Efek bulan madu kedua memang bukan omong kosong, banyak pasangan yang berada dalam krisis mengaku mendapatkan hasil yang luar biasa: merasakan cinta yang lebih hangat, indah, dan menakjubkan.

Mengulang bulan madu banyak diyakini sebagai obat yang paling mujarab yang bisa menghangatkan hubungan suami istri. Tak perlu menapak tilas ke tempat yang dulu pernah dikunjungi, jika memang hal tersebut tidak mungkin dilakukan.

Banyak tempat-tempat baru yang lebih eksotis, yang mungkin saja memberi inspirasi baru dalam hidup dan kehidupan berumah tangga. Jangan ragu menciptakan hal-hal romantis hingga hidup Anda penuh kegembiraan dan dapat saling menghargai. Biarkan cinta tumbuh di antara Anda dan pasangan! (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Fondasi Digital 2026

Di ruang-ruang rapat Jakarta yang semakin hening dan serba layar, transformasi digital tak lagi...

Generasi Cemas

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Ada generasi yang tumbuh dengan suara modem dial-up. Ada...

Nyepi, Tapi Tetap Stylish di Ayana Bali

Setahun sekali, Bali mendadak jadi versi “airplane mode”. Nggak ada clubbing, nggak ada macet,...

Belitung yang Dijaga Waktu

Alam, Warisan, dan Cara Hidup di Tanjung Kelayang Reserve Di Kepulauan Belitung, lanskap tidak sekadar...

Da Maria, dan Seni Tetap Relevan di Bali

Di Bali, restoran datang dan pergi seperti ombak. Yang bertahan lama? Biasanya bukan yang...

Hawker Legends di NIHI Sumba

Ketika Warisan Rasa Tak Perlu Berteriak Ada jenis kemewahan yang tak merasa perlu menjelaskan dirinya...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here