Dunia Gemerlap Jakarta

Sementara “Selatan” mewakili klub-klub yang berada di kawasan Jakarta Selatan – sebutlah kawasan Kemang, plaza-plaza atau hotel-hotel berbintang lima yang kebanyakan berlokasi di Jakarta Selatan. Interiornya biasanya sangat mewah dan classy. Pengunjungnya para fashionista, minimal suka mejeng (to see or to be seen), cenderung jaim (jaga image), tapi tingkat belanjanya relatif rendah – paling tidak, jika dibandingkan dengan pengunjung klub-klub “Barat”.

Teman saya, salah seorang pemilik jaringan klub dan kafe di Jakarta, pernah menghitung, pendapatan sebuah klub di Jl. Hayam Wuruk bisa mencapai Rp 12 miliar sebulan, bandingkan dengan klub di kawasan Taman Ria Senayan yang paling banter “cuma” Rp 1 miliar per bulan.

Begitulah. Harga BBM boleh naik, harga beras boleh melangit, harga susu boleh menonjol, harga pisang boleh naik turun, tapi bisnis hiburan Jakarta, mulai zaman kuda gigit besi hingga reformasi gigit jari, dari generasi Ebony hingga angkatan Embassy, tetap berputar. Selamat datang di dunia gemerlap malam! (Burhan Abe)

Related Stories

spot_img

Discover

Bekerja Lebih Sedikit, Memberi Dampak Lebih Besar

Bukan Soal Sibuk, Tapi Berdampak: Mengapa Kualitas Kerja Kini Lebih Penting daripada Kuantitas Di era...

7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta Ada sesuatu yang memikat dari aroma...

Jejak Rempah

Menghubungkan Dua Negeri: Taste of Asia Kembali Hadir di Aman Indonesia Selama berabad-abad, lautan bukan...

Living the Heritage

Ketika Senja Flores Menjadi Panggung Budaya di Kisik Seafood & Grill Labuan Bajo tak pernah...

Chupacabras, Ubud

Di Mana Api Menjadi Seni: Chupacabras Membawa Jiwa Amerika Selatan ke Ubud Ada sesuatu yang...

Mamula Island by Banyan Tree

Benteng Tua, Laut Adriatik, dan Sentuhan Asia: Mamula Island by Banyan Tree Resmi Membuka...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here