Kebebasan atau Kebablasan

Banyak eksekutif muda yang menjalani hidupnya secara bebas. Mereka sangat lekat dengan kehidupan yang glamour dan akrab dengan dunia malam. Bukan sekedar dugem dan alkohol, keseharian mereka pun lekat dengan para perempuan, mulai dari one night stand hingga menjalin hubungan yang lebih serius yang bukan sekadar TTM. Modernisasi atau salah mengartikan kebebasan?

Inilah salah satu ritme dari kehidupan malam Jakarta. Di sebuah klub di bilangan Jakarta Pusat menawarkan suasana cozy untuk melepas penat para eksekutif. Venue yang baru dibuka tahun ini bisa menjadi alternatif yang cool. Begitu masuk ke sana hawa pesta segera menyambut Anda. Hentakan musik dari’ DJ sepertinya sesuai uai dengan suasana malam para kaum yuppies Ibu Kota.

Setelah seharian bekerja, clubbing dan bersenang-senang adalah pilihan yang masuk akal untuk melepaskan penat. Dengan menenggak beberapa gelas alkohol badan terasa lebih rileks. Lampu-lampu disko pun secara dinamis bergantian menyapu tubuh-tubuh mereka. Sebagai bagian dari gaya hidup, para eksekutif mode melarutkan diri di klub dengan musik ingar bingar yang beritme cepat.

Di situlah Hengky, sebutlah demikian, menghabiskan malam-malamnya. Tidak hanya di akhir pekan, bahkan di hari biasa pun, ketika tuntutan mencari hiburan tinggi, tak segan-segan ia menyatroni klub-klub Jakarta. Maklum, pria 33 tahun yang terkenal sebagai pekerja keras ini ingin mengimbangi ketegangannya dengan suasana rileks.

Hengky tercatat sebagai direktur di beberapa perusahaan milik sang ayah. Garis keturunan sulung dari empat bersaudara ini memang cukup beruntung. Pasalnya, pria satu-satunya di keluarganya itu dipercaya sang ayah mengurus beberapa perusahaannya. “Tapi tetap saja ayah yang monitor, saya dan tim yang jalankan roda perusahaan,” katanya.

Hengky mengaku menjalani hidupnya secara bebas. Kehidupannya yang glamour dan akrab dengan dunia malam seakan melekat di nadinya. Bukan sekadar dugem dan alkohol, keseharian bapak seorang anak ini pun lekat dengan perempuan. Mulai dari sekadar berkencan semalam hingga menjalin hubungan yang lebih serius dengan perempuan lain di luar pernikahan.

“Pernikahan saya cukup baik, saya punya isteri yang nyaris sempurna dan telah dianugerahi keturunan. Tapi saya juga butuh variasi dalam hidup saya. Toh saya tetap bertanggung jawab penuh terhadap keluarga saya,” tandasnya.

Mendengarkan lagu, menikmati makanan dan minuman memang berfungsi untuk melepaskan stres. Di satu sisi, sebagai eksekutif yang mobilitasnya tinggi, tempat- tempat hiburan malam itu sangat cocok untuk bersantai, bergaul, dan bersosialisasi. Boleh jadi, bertemu relasi untuk prospek bisnis atau menambah teman. Tapi, lebih dari itu, sosialisasi, globalisasi atau entah apa namanya tersebut, di suatu kalangan, telah menjurus pada hubungan yang mengabaikan tatanan nilai dan etika yang bukan hanya salah menurut norma lama, tapi juga mengejutkan untuk ukuran awam.

Dugem bagi sejumlah para eksekutif muda memang biasa. Merebaknya kafe, pub, dan klub di Jakarta dan kota-kota besar lain, juga seperti menjelaskan bahwa masyarakat kita memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam arus globalisasi dunia. Tapi yang istimewa (atau justru masih tergolong biasa?) adalah sebagian di antara mereka sengaja mengumbar perilaku purba sebagai bagian dari pergaulan modern. Proyek atau peluang bisnis pun dibarter dengan kenikmatan `surga dunia’.

Clubbing memang sudah menjadi gaya hidup yang sedang in. Seorang yang ingin disebut `gaul’ dianggap ketinggalan zaman jika tidak pernah berkunjung ke tempat-tempat perdugeman. Bahwa kemudian mereka mencari hiburan dimiringkan artinya sebagai mencari teman kencan, melampiaskan nafsu syahwati, tampaknya soal lain. Kita juga tidak menutup mata bahwa ada diskotek tertentu yang menyediakan tempat kamar-kamar khusus di ruangan yang lain untuk menampung ketika nafsu sahwati tak terbendung. Bahkan sejumlah karaoke mewah di Jakarta, mempunyai fasilitas kamar mandi sekaligus kamar tidur mewah.

Related Stories

spot_img

Discover

Hidangan Mediterania Klasik ala Restoran Scusa di Ayana Segara Bali

Restoran baru di Ayana Segara Bali ini menghadirkan perjalanan kuliner ke kawasan Mediterania Bergabung dalam daftar restoran...

Journey Through Java with Aman

The cultural heartland of Indonesia, Java is studded with ancient treasures engulfed by pea-green...

30 Tahun Taman Air Waterbom Bali

Taman air paling berkelanjutan di Asia ini mengumumkan proyek perluasan berdesain arsitektur yang akan...

Rumari and Friends

Bergabunglah dengan four-hands dinner ‘East meets West’ yang dikuratori oleh Chef Gaetan Biesuz dari Rumari dan...

Jember Utara dan Che Guevara

Bagi Che Guevara, satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, mengisap cerutu bukanlah kemewahan, tapi...

Starbucks Signing Store Pertama di Indonesia

Gerai Starbucks di Jakarta adalah Signing Store ke-17 perusahaan secara global yang menciptakan peluang yang setara...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here