Chef Muda Indonesia di Balik Kesuksesan Lulu Bistrot

Menyatukan Dua Dunia

Di tangan Austin dan Airin, tradisi Prancis diberi napas baru lewat bahan-bahan Indonesia. Bourguignon dengan air kelapa, beurre blanc dengan kluwek, sole meunière dari kerapu lokal — setiap hidangan adalah bentuk dialog, bukan imitasi.

“Kesegaran itu mutlak,” ujar Austin. “Kami tidak mau sekadar meniru Prancis. Kami ingin menciptakan versi yang hidup di sini — di Bali, dengan bahan dan lautnya sendiri.”

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Lebih dari Sekadar Penghargaan

Bagi mereka berdua, penghargaan dari Tatler bukan garis akhir, melainkan awal tantangan baru. “Yang sulit bukan mencapai, tapi mempertahankan,” kata Austin. “Konsistensi itu seni tersendiri.”

Airin menimpali, “Penghargaan ini jadi pengingat untuk terus belajar, terus bereksperimen, dan tetap jujur pada rasa.”

Sang pendiri, Rafael Nardo, melihat keberhasilan ini sebagai buah dari filosofi Lulu: kehangatan dan ketulusan. “Lulu sejak awal diciptakan untuk membuat orang merasa diperhatikan,” ujarnya. “Austin dan Airin mewujudkan itu setiap hari. Mereka bukan hanya memasak — mereka bercerita lewat rasa.”

Tentang Lulu Bistrot

Berada di jantung Canggu, Lulu Bistrot memadukan elegansi Paris dengan ritme tropis Bali. Didirikan oleh Rafael Nardo dan dinamai dari putranya, Lulu adalah interpretasi modern dari grand café — anggun tapi tanpa jarak, berkelas tapi tetap hangat.

Menu-nya berakar pada teknik Prancis klasik, diolah dengan bahan lokal musiman dan disandingkan dengan koleksi anggur serta koktail pilihan. Lulu telah diakui oleh Tatler Best of Indonesia 2025, Prestige Gourmet Awards 2025, dan Tatler Best of Asia 2024 — menjadikannya salah satu destinasi kuliner paling bergengsi di Indonesia.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Buka Senin–Jumat pukul 17.00 hingga larut malam, serta Sabtu–Minggu mulai pukul 11.00 untuk brunch, Lulu menghadirkan atmosfer santai namun sophisticated. Jangan lewatkan two-for-one wine & spritzers antara 17.00–19.00, prelude sempurna sebelum malam di Canggu dimulai.

Lulu Bistrot bukan restoran fusion. Ia adalah percakapan — antara Prancis dan Indonesia, antara tradisi dan keberanian muda, antara rasa dan kejujuran.

Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Jakarta

Related Stories

spot_img

Discover

The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memulai Babak Baru Lewat “The Rooster in Flame” Di Bali, restoran baru...

Yacht Luxury Meets Formula 1

Explora Journeys Bikin SailGP Makin Stylish Di dunia olahraga ekstrem, biasanya yang jadi sorotan adalah...

Markette dan Seni Menikmati Malam Tanpa Tergesa

Jakarta punya kebiasaan buruk: membuat semua orang terburu-buru. Kota ini bergerak cepat, berbicara cepat, bahkan...

Phubbing

SAAT PONSEL MENJADI ORANG KETIGA DALAM HIDUP KITA Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Dulu, orang...

Maha Beer Garden

Seni Menikmati Canggu Tanpa Tergesa Canggu selalu punya cara unik untuk membuat orang lupa waktu....

SubSavers

Subway Punya Cara Baru Menikmati “Budget Lunch” Tanpa Terasa Murahan Di tengah harga makan siang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here