Behind the Bar

Hennessy MyWay 2026 Mencari Bartender Indonesia yang Siap Bicara di Panggung Dunia

Ada masa ketika bartender hanya dipandang sebagai sosok di balik meja bar yang meracik minuman. Hari ini, profesi itu telah berevolusi. Mereka adalah storyteller, performer, sekaligus kreator pengalaman yang mampu mengubah segelas koktail menjadi percakapan, kenangan, bahkan identitas sebuah tempat.

Transformasi itulah yang kembali dirayakan melalui Hennessy MyWay 2026, kompetisi bartending internasional yang tak hanya mencari racikan terbaik, tetapi juga sosok-sosok yang memiliki karakter, visi, dan keberanian untuk mendefinisikan ulang budaya menikmati koktail.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Setelah proses seleksi nasional, Hennessy resmi mengumumkan sepuluh bartender terbaik Indonesia yang akan melangkah ke babak semifinal. Mereka datang dari berbagai kota dan bar dengan karakter yang berbeda, mulai dari hotel bintang lima, cocktail destination, hingga beach club yang telah menjadi bagian dari lanskap gaya hidup modern.

Daftar tersebut terdiri atas Boy Septiandi (Barbara Bar, Bali), Citra (The Pub Social, Jakarta), Dek Arya (Padma Resort Legian, Bali), I Kadek Wahyu Sastrawan (Jumeirah Bali), Lingga Kurniawan (Zeru Sky Terrace, Semarang), Ni Ketut Fridayanti (La Brisa, Bali), Octabeno Nuriana (Roots Resto & Lounge, Bandung), Putra Galantza (Artesian Bar, Jakarta), Rheina Lydian (Spiegel All Day Bar & Dining, Semarang), serta Teguh Bagapol (HOB, Balikpapan).

Namun, Hennessy MyWay tak pernah hanya soal daftar nama. Yang dicari adalah bagaimana seorang bartender mampu menerjemahkan sebuah ide menjadi pengalaman yang utuh. Mulai dari pemilihan bahan, keseimbangan rasa, hingga service ritual—cara sebuah koktail diperkenalkan kepada tamu. Dalam dunia hospitality modern, detail-detail kecil itu sering kali menjadi pembeda antara minuman yang enak dan pengalaman yang tak terlupakan.

Dari Redaksi ke Algoritma: Pertempuran Bisnis Media di Era Digital

Bar sebagai Ruang Ekspresi

Beberapa tahun terakhir, dunia cocktail mengalami perubahan besar. Konsumen tak lagi sekadar mencari minuman premium. Mereka datang untuk menikmati atmosfer, mendengar cerita di balik racikan, melihat teknik penyajian, hingga mengenal filosofi yang melahirkan sebuah menu.

Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Related Stories

spot_img

Discover

Mooncake, Elevated

JW Marriott Hotel Jakarta Membawa Tradisi Mid-Autumn ke Level Berikutnya Tujuh koleksi mooncake, dari klasik...

Liburan ke Bali Makin Beruntung dengan Nakula Rewards

Pesan vila langsung, dapatkan lebih banyak keuntungan hingga 15 persen. Plus, ada sarapan, airport...

Riserva: Steak, Ritual, dan Seni Menikmati Malam di Ubud

Fine dining steakhouse terbaru di Ubud ini tidak sekadar menyajikan daging premium. Riserva merancang...

The City Bites

Saat Semangat New York Menemukan Panggungnya di Jakarta Comfort food, cocktail playful, dan cita rasa...

Byrd House Bali

Rayakan Kemerdekaan Lewat Tafsir Modern Kuliner Nusantara Nusantara Degustation Dinner menghadirkan perjalanan tujuh babak rasa...

AI Melaju, Pertahanan Bisnis Tertinggal

Perusahaan di Indonesia berlomba memanfaatkan kecerdasan buatan. Namun, fondasi keamanan, tata kelola, dan ketahanan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here