Behind the Bar

Di sinilah bartender mengambil peran baru. Mereka bukan lagi sekadar operator di balik bar, melainkan wajah sebuah venue sekaligus kurator pengalaman. Hennessy MyWay menangkap perubahan tersebut dengan menjadikan kreativitas, storytelling, keberlanjutan, pengetahuan produk, dan drinkability sebagai fondasi utama penilaian.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Sebuah koktail mungkin hanya bertahan beberapa menit di atas meja, tetapi cerita yang menyertainya bisa tinggal jauh lebih lama dalam ingatan tamu.

Ketika Kompetisi Keluar dari Panggung

Salah satu hal yang membuat Hennessy MyWay berbeda adalah bagaimana kompetisi ini membawa proses penjurian ke habitat asli para bartender.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Enam semifinalis dari Jakarta, Bandung, Semarang, dan Balikpapan lebih dulu mempresentasikan karya mereka di Hennessy Boutique, Senayan City. Di sana, mereka menunjukkan teknik, konsep, serta ritual pelayanan yang telah mereka bangun.

Sementara empat semifinalis asal Bali justru dinilai langsung di venue tempat mereka bekerja. Panel juri mengunjungi masing-masing bar untuk melihat bagaimana sebuah koktail hidup dalam konteks yang sesungguhnya—di tengah suasana ruangan, ritme pelayanan, interaksi dengan tamu, hingga karakter bar yang menjadi rumah bagi setiap bartender.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Pendekatan ini membuat kompetisi terasa lebih autentik. Sebab pengalaman menikmati koktail tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari perpaduan rasa, ruang, musik, cahaya, dan manusia yang ada di baliknya.

Indonesia dan Masa Depan Bar Culture

Tak bisa dimungkiri, Indonesia tengah menikmati momentum yang menarik dalam dunia mixology. Bali terus memperkuat reputasinya sebagai salah satu destinasi cocktail terbaik di Asia. Jakarta semakin matang dengan hadirnya bar-bar berkonsep eksperimental. Sementara kota-kota seperti Bandung, Semarang, hingga Balikpapan mulai melahirkan talenta yang membawa perspektif baru dalam meracik minuman.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here