Hiliwatu, Ubud

Tinggal, Lalu Pulang dengan Lebih Sedikit Beban

Sebagai bagian dari Tribute Portfolio, Hiliwatu memang membawa standar global. Namun yang terasa justru hal sebaliknya: rasa lokal yang tidak dikemas berlebihan. Keberlanjutan tidak diteriakkan, tetapi dijalankan—dari material bangunan, pengelolaan air dan energi, hingga relasi dengan komunitas sekitar.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Hiliwatu tidak menjanjikan versi terbaik dari diri Anda. Itu terlalu ambisius. Ia hanya menyediakan ruang di mana Anda bisa berhenti sejenak, mengingat ritme alami, lalu pulang dengan beban yang sedikit lebih ringan.

Di Ubud, itu sudah lebih dari cukup. (Burhan Abe)

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Related Stories

spot_img

Discover

Dinner at 100: Akira Back Is Back in Jakarta

Ada banyak cara menikmati Jakarta. Namun, jika Anda sudah sampai di lantai 100, turun...

Melampau Birunya Laut, Menyusuri Pesona Manado

Di Likupang, laut, lanskap vulkanik, dan warisan Minahasa bertemu dalam sebuah pengalaman perjalanan baru Pagi...

Mooncake, Elevated

JW Marriott Hotel Jakarta Membawa Tradisi Mid-Autumn ke Level Berikutnya Tujuh koleksi mooncake, dari klasik...

Liburan ke Bali Makin Beruntung dengan Nakula Rewards

Pesan vila langsung, dapatkan lebih banyak keuntungan hingga 15 persen. Plus, ada sarapan, airport...

Riserva: Steak, Ritual, dan Seni Menikmati Malam di Ubud

Fine dining steakhouse terbaru di Ubud ini tidak sekadar menyajikan daging premium. Riserva merancang...

The City Bites

Saat Semangat New York Menemukan Panggungnya di Jakarta Comfort food, cocktail playful, dan cita rasa...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here