Hiliwatu, Ubud

Tinggal, Lalu Pulang dengan Lebih Sedikit Beban

Sebagai bagian dari Tribute Portfolio, Hiliwatu memang membawa standar global. Namun yang terasa justru hal sebaliknya: rasa lokal yang tidak dikemas berlebihan. Keberlanjutan tidak diteriakkan, tetapi dijalankan—dari material bangunan, pengelolaan air dan energi, hingga relasi dengan komunitas sekitar.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Hiliwatu tidak menjanjikan versi terbaik dari diri Anda. Itu terlalu ambisius. Ia hanya menyediakan ruang di mana Anda bisa berhenti sejenak, mengingat ritme alami, lalu pulang dengan beban yang sedikit lebih ringan.

Di Ubud, itu sudah lebih dari cukup. (Burhan Abe)

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Related Stories

spot_img

Discover

Amankora

Membuktikan Bahwa Kemewahan Terbesar Adalah Kemampuan untuk Melambat Di Bhutan, Aman tidak membangun hotel yang...

Bekerja Lebih Sedikit, Memberi Dampak Lebih Besar

Bukan Soal Sibuk, Tapi Berdampak: Mengapa Kualitas Kerja Kini Lebih Penting daripada Kuantitas Di era...

7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta Ada sesuatu yang memikat dari aroma...

Jejak Rempah

Menghubungkan Dua Negeri: Taste of Asia Kembali Hadir di Aman Indonesia Selama berabad-abad, lautan bukan...

Living the Heritage

Ketika Senja Flores Menjadi Panggung Budaya di Kisik Seafood & Grill Labuan Bajo tak pernah...

Chupacabras, Ubud

Di Mana Api Menjadi Seni: Chupacabras Membawa Jiwa Amerika Selatan ke Ubud Ada sesuatu yang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here