CURE Bali: Fine Dining Tepi Laut

Menu di sini bermain di wilayah yang tricky: pernikahan teknik Eropa modern dengan rasa Asia yang tidak jadi gimmick. Dan yang menarik, mereka tidak mencoba terlalu keras untuk “fusion”. Ini lebih seperti dialog—kadang halus, kadang sedikit nakal.

Ambil contoh Giant River Prawn. Secara struktur, ini hampir seperti homage ke dapur Prancis—ada bisque, ada teknik klasik. Tapi lalu masuk tom yum relish yang segar dan sedikit liar, mengubah arah tanpa bikin bingung.

Atau Hokkaido scallop yang “nyasar” ke inspirasi mangut Yogyakarta. Santan, asap, dan sedikit rasa rumah—tapi dibawa dengan presisi yang jelas bukan masakan rumahan biasa.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Teknik curing—yang jadi DNA CURE—dipakai bukan untuk pamer, tapi untuk memperdalam rasa tanpa membunuh karakter bahan. Ini penting, karena di Bali, bahan bagus itu bukan masalah. Cara memperlakukannya yang jadi pembeda.

Bar Nua: Sunset Tanpa Basa-Basi

Di sebelahnya, Bar Nua hadir sebagai counterpoint yang lebih santai. Nama “Nua” (bahasa Irlandia untuk “baru”) bukan sekadar kosmetik—bar ini memang bermain di reinterpretasi koktail klasik dengan pendekatan yang lebih kuliner.

Bayangkan minuman yang terasa familiar, tapi dengan twist yang cukup untuk bikin Anda berhenti sebentar dan mikir, “ini beda.”

Datang saat golden hour, duduk menghadap laut, dan biarkan waktu melambat tanpa perlu effort berlebihan. Tidak semua tempat bisa memberi ilusi itu—dan lebih sedikit lagi yang bisa melakukannya tanpa terlihat berusaha.

Dari Redaksi ke Algoritma: Media Kehilangan Kuasa di Era Digital, Bagaimana Merebutnya?

Di Balik Dapur: Presisi Tanpa Drama

Operasional sehari-hari dipimpin oleh Arvin Tjandra, yang membawa pendekatan lebih grounded. Background-nya yang sempat ditempa di Apéritif Ubud terasa—ada disiplin teknik, tapi juga keberanian untuk tetap “Indonesia” tanpa harus meneriakkannya.

Kolaborasi dengan produsen lokal jadi bagian penting, tapi lagi-lagi tidak dijadikan slogan. Ia hadir di rasa, bukan di press release.

Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Related Stories

spot_img

Discover

Dinner at 100: Akira Back Is Back in Jakarta

Ada banyak cara menikmati Jakarta. Namun, jika Anda sudah sampai di lantai 100, turun...

Melampau Birunya Laut, Menyusuri Pesona Manado

Di Likupang, laut, lanskap vulkanik, dan warisan Minahasa bertemu dalam sebuah pengalaman perjalanan baru Pagi...

Mooncake, Elevated

JW Marriott Hotel Jakarta Membawa Tradisi Mid-Autumn ke Level Berikutnya Tujuh koleksi mooncake, dari klasik...

Liburan ke Bali Makin Beruntung dengan Nakula Rewards

Pesan vila langsung, dapatkan lebih banyak keuntungan hingga 15 persen. Plus, ada sarapan, airport...

Riserva: Steak, Ritual, dan Seni Menikmati Malam di Ubud

Fine dining steakhouse terbaru di Ubud ini tidak sekadar menyajikan daging premium. Riserva merancang...

The City Bites

Saat Semangat New York Menemukan Panggungnya di Jakarta Comfort food, cocktail playful, dan cita rasa...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here