Djournal Monster Cafe Hadirkan Wajah Baru Blok M

Ketika Kopi, Street Art, dan Komunitas Bertemu

Blok M selalu punya cara untuk berevolusi. Dari kawasan belanja legendaris, pusat musik independen, hingga kini menjadi salah satu destinasi gaya hidup paling dinamis di Jakarta, kawasan ini terus menarik generasi kreatif yang mencari ruang untuk berkarya sekaligus berkoneksi. Di tengah geliat tersebut, Djournal menghadirkan babak baru melalui Djournal Monster Cafe, sebuah flagship coffee shop di Pasaraya Blok M yang memadukan kopi spesialti Indonesia, seni urban, desain, dan semangat kolaborasi dalam satu pengalaman.

Lebih dari sekadar tempat menikmati latte atau cold brew, Djournal Monster Cafe ingin menjadi ruang yang hidup—tempat ide lahir, percakapan berkembang, dan kreativitas menemukan panggungnya.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah baru Djournal sebagai brand coffee chain di bawah ISMAYA Group yang semakin dekat dengan dunia seni, budaya, dan talenta lokal.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Secangkir Kopi, Sebuah Kanvas Kreativitas

Memasuki Djournal Monster Cafe, pengunjung akan langsung disambut atmosfer yang berbeda. Dinding-dindingnya dipenuhi karakter khas Darbotz, seniman street art Indonesia yang karya-karyanya telah tampil di berbagai kota dunia.

Monster-monster ikonik ciptaan Darbotz bukan sekadar dekorasi visual. Mereka menjadi bagian dari narasi tentang energi kota, kreativitas tanpa batas, dan kehidupan urban yang terus bergerak.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Kolaborasi ini menjadi simbol bahwa seni tidak harus berada di galeri. Ia dapat hadir di tempat orang bekerja, berbincang, mencari inspirasi, bahkan menikmati secangkir kopi setiap pagi.

“Perjalanan ini mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan Djournal. Kami percaya sebuah coffee shop hari ini memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyajikan kopi. Ia dapat menjadi ruang yang mempertemukan ide, kreativitas, komunitas, dan talenta Indonesia,” ujar Bram Hendrata, CEO ISMAYA Group.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Related Stories

spot_img

Discover

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Threads of Asia

Ketika Api Ubud Bertemu Presisi Seoul di Meja Makan Kolaborasi Api Jiwa dan SU MA...

Ketika Para Chef Berbintang Michelin Menguasai Canggu

Regent Bali Canggu mendatangkan sejumlah nama berpengaruh dari London, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura....

Hilton Padalarang, Alasan Baru untuk Berhenti di Bandung

Terhubung lebih cepat dengan Jakarta lewat Whoosh, Hilton Padalarang Bandung menawarkan 218 kamar, empat...

The Life of the Tree

Di Oliverra, Umana Bali, sembilan koktail membawa perjalanan dari benih hingga kelahiran kembali—dengan rempah,...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here