Home Blog

Musim Baru di Amanpulo

0

Ketika Angin Amihan Kembali, dan Gaya Hidup Bergerak Lebih Tenang

Ada tempat yang tak perlu berisik untuk terlihat berkelas. Amanpulo adalah salah satunya. Memasuki awal 2026—musim terbaik untuk mengunjungi Filipina—pulau privat Amanpulo di Pamalican Island kembali menemukan momentumnya.

Langit cerah, suhu bersahabat, dan angin Amihan yang legendaris berembus stabil, membawa serta musim kitesurfing dan rangkaian pembaruan yang terasa presisi, bukan sensasional. Di sini, kemewahan tak pernah berteriak. Ia berbicara pelan, tapi jelas.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Terletak di gugusan Cuyo Archipelago, Amanpulo berdiri seperti permata biru kehijauan di tengah lautan yang lebih gelap. Terumbu karang mengelilinginya, airnya jernih nyaris tak masuk akal, dan jarak—secara fisik maupun mental—menjadi kemewahan utama yang ditawarkan.

Masuk ke Mode Pulau

Satu-satunya akses ke Amanpulo adalah pesawat privat bermesin ganda milik Aman. Sebuah penyaring alami dari dunia luar. Begitu mendarat, ritmenya langsung turun satu tingkat: vila-vila yang berjauhan, hamparan pasir putih tanpa jejak kaki, dan penyu sisik yang berenang santai di garis pantai—seolah ini memang wilayah mereka, dan kita hanya numpang lewat.

Privasi di Amanpulo bukan konsep. Ia sistem.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Grand Beach Pool Casita

Musim ini, Amanpulo memperkenalkan Grand Beach Pool Casita, akomodasi paling intim sekaligus paling statement di pulau ini. Terletak di sisi tenggara yang lebih tenang, casita seluas 257 meter persegi ini menyatu dengan taman tropis dan memiliki akses langsung ke pantai—tanpa perantara, tanpa distraksi.

Interiornya menampilkan kayu bernuansa Filipina modern, langit-langit tinggi dengan balok terbuka, serta jendela besar dari lantai ke plafon yang menghadap matahari terbit di atas laguna dan terumbu karang biru terang.

Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Tempat Nongkrong Baru Buat Orang yang Nggak Cuma Mau Liburan

0

Seminyak itu keras. Panas, cepat, penuh distraksi. Kalau lo ke sini cuma buat tidur dan sarapan hotel, lo salah main. Masuklah ke KLEO Seminyak—hotel butik JdV by Hyatt pertama di Asia Tenggara—yang posisinya jelas: bukan sekadar tempat menginap, tapi markas sosial.

Di sini, tamu bukan cuma check-in. Mereka ikut hidup. Dengan desain mid-century modern yang ketemu seni Bali tradisional dan kontemporer, KLEO terasa seperti tempat nongkrong orang-orang yang sadar gaya, peduli tubuh, dan masih mau ngobrol beneran—bukan cuma scrolling.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Kamis Seni, Jumat Basah, Sabtu Sadar

Agenda mingguannya padat, tapi santai. Kayak hidup yang ideal.

Kamis sore, lo bisa pilih: Batik Painting (iya, seni warisan UNESCO—bukan gimmick) atau Rudraksha Bracelet Making, gelang simbol kejernihan dan proteksi. Kedengarannya spiritual? Iya. Efeknya? Bikin kepala lebih waras.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Jumat, waktunya main air. Aquarobics di rooftop—low impact, high resistance, high fun. Dengan kursi dan payung kuning buttercup, ini bukan olahraga sok serius. Ini cardio sambil ketawa.

Sabtu pagi, tempo diturunin. Yoga & Balance, angin Seminyak, langit terbuka, kadang suara upacara dari pura kejauhan. Habis itu? Glutes & Core training di gym. Karena keseimbangan hidup tetap butuh fondasi fisik.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

KLEO Seminyak: Ruang Sosial Baru di Jantung Seminyak

0

Di Seminyak, hotel tak lagi sekadar tempat singgah. Ia menjadi ruang hidup—tempat ide, tubuh, dan komunitas saling berpapasan. KLEO Seminyak, debut jenama JdV by Hyatt di Asia Tenggara, memahami perubahan itu dengan sangat sadar.

Alih-alih menjual kemewahan yang berjarak, KLEO justru menawarkan sesuatu yang lebih relevan: kebersamaan yang dirancang dengan selera. Melalui rangkaian program mingguan yang memadukan workshop kreatif, social fitness, dan wellness ringan, hotel butik ini membuka diri bukan hanya untuk tamu yang menginap, tetapi juga masyarakat lokal yang ingin merasakan ritme hidup Seminyak dari dalam.

Bali Pocket Guide: Hotels, Culture, Eats and Secret Spots

Dengan desain mid-century modern yang bersih namun hangat—diperkaya sentuhan seni Bali tradisional dan kontemporer—area komunal KLEO terasa mengundang tanpa dibuat-buat. Dari rooftop hingga ruang publiknya, hotel ini secara alami mendorong orang untuk berbaur, berbagi cerita, dan mungkin mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dari Batik hingga Aquarobics

Setiap Kamis sore, KLEO menghadirkan sesi Batik Painting atau Rudraksha Bracelet Making secara bergantian. Satu minggu mengeksplorasi seni batik Indonesia yang telah diakui UNESCO; minggu berikutnya merangkai gelang rudraksha—simbol kejernihan dan kesejahteraan. Aktivitas yang santai, personal, dan terasa tepat di tengah hiruk-pikuk Seminyak.

Hari Jumat bergeser ke mode yang lebih dinamis lewat Aquarobics di rooftop pool. Latihan berdampak rendah namun penuh energi ini berlangsung di bawah payung kuning buttercup yang ikonik—sebuah detail visual yang seolah mengingatkan bahwa wellness tak harus selalu serius.

Jakarta After Dark: City of Sins and Dreams

Si Paling Tahu

0
Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob

Di setiap lingkar pertemanan—dan hampir pasti di setiap kantor—selalu ada satu sosok spesial: si paling tahu. Dia bukan cuma update berita, tapi juga update meme, gosip seleb, tren LinkedIn, sampai isu geopolitik yang baru nongol lima menit lalu. Dan ajaibnya, semua itu “gue udah tau dari lama.”

Begitu ada orang lain mulai cerita, refleksnya cepat: dipotong. Lalu disambung dengan, “Oh iya, itu kayak temen gue…” atau “Sepupu gue kemarin juga ngalamin hal yang sama.” Bukan buat nambah diskusi, tapi buat satu pesan jelas: gue lebih dulu di sini.

Versi Kantoran: Lebih Berbahaya

Di kantor, tipe ini naik level. Dia selalu paling update soal tren industri, paling kenal “orang dalam”, paling ngerti isu panas. Setiap meeting terasa seperti TED Talk dadakan—versi tanpa undangan.

Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

Orang lain baru buka mulut, dia sudah menyela, menebak, lalu menjelaskan panjang lebar. Ironisnya, sering kali yang diulang adalah hal yang sebenarnya sudah dipahami semua orang. Tapi ya itu: panggung harus tetap milik dia.

Padahal, bisa jadi dia memang kompeten. Masalahnya bukan di otak, tapi di ego mic-nya. Cara penyampaiannya membuat orang malas mendengar, bahkan sebelum dia selesai bicara.

Di Balik Percaya Diri, Ada Rasa Takut

Yang jarang disadari: banyak “si paling tahu” sebenarnya digerakkan oleh kecemasan. Takut tidak dianggap. Takut terlihat biasa. Takut tidak relevan.

Ini sering terjadi pada mereka yang lama berada di posisi minoritas—entah karena latar belakang, status, atau pengalaman—lalu merasa harus selalu membuktikan diri. Apalagi di budaya kerja yang lebih menghargai siapa yang paling lantang bicara ketimbang siapa yang idenya paling tajam.

Seri Digital: Algoritma Bukan Musuhmu

Akhirnya, yang dipoles bukan lagi substansi, tapi performa. Yang penting kelihatan pintar—soal benar atau tidak, belakangan.

Jadi, Destruktif atau Tidak?

Jawabannya: iya, kalau dibiarkan.

Satu orang mendominasi, yang lain otomatis mengerem. Tim yang pemalu makin memilih diam. Anak buah ogah lempar ide karena tahu bakal dipotong. Meeting berubah jadi monolog. Inovasi? Mati gaya.

Rahasia Main Threads: Modal Jempol, Panen Rupiah

Bulan Madu di Saudi: Romansa Kelas Sultan, Sensasi Kelas Dunia

0

Lupakan sejenak Bali, Maldives, atau Paris yang itu-itu saja. Untuk pasangan Indonesia yang ingin bulan madu naik level—lebih bold, lebih eksotis, lebih “nggak semua orang pernah”—Saudi Arabia kini tampil sebagai destinasi baru yang diam-diam menggoda. Bayangkan romansa di tepi Saudi Red Sea, malam privat di gurun berhiaskan bintang, hingga city escape futuristik dengan standar kemewahan kelas sultan. Ini bukan bulan madu biasa. Ini statement.

Bulan madu adalah momen sakral sekaligus sensual: waktu untuk menyatu, melambat, dan menikmati dunia berdua tanpa distraksi. Dan Saudi, dengan segala transformasinya, menawarkan kombinasi yang jarang ada—privasi ekstrem, kemewahan serius, dan sentuhan spiritual yang bikin perjalanan terasa lebih “berisi”, bukan sekadar pamer foto.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

(Source: Saudi Tourism Authority)

Saudi: Permata Baru untuk Pasangan yang Berani Beda

Saudi bukan destinasi mainstream—dan justru di situlah daya tariknya. Negara ini menyimpan lanskap dramatis yang terasa sinematik: laut sebening kristal, gurun luas yang sunyi tapi seksi, hingga kota modern yang hidup 24 jam. Romansa di sini terasa dewasa, tenang, dan eksklusif. Cocok untuk pasangan yang tahu apa yang mereka mau—dan tidak perlu validasi publik.

Perjalanan di Saudi bukan soal ke mana kamu pergi, tapi bagaimana rasanya saat kamu di sana. Intim. Private. Berkelas.

Sunset di Corniche, Pelarian Rahasia di AlUla

Untuk pasangan pencinta laut, Saudi Red Sea adalah kejutan yang menyenangkan. Di Corniche Jeddah, matahari terbenam terasa dramatis—langit memerah, angin laut lembut, dan vibe romantis tanpa keramaian turis.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Rayakan Akhir Tahun di Surga

0

Pesta Natal & Tahun Baru Paling Stylish di Mulia Bali

Kalau liburan akhir tahun identik dengan keramaian, Mulia Bali memilih jalur lain: elegan, penuh gaya, dan tetap fun. Bertempat di garis pantai Nusa Dua yang ikonik, The Mulia, Mulia Resort & Villas mengemas Natal dan Tahun Baru sebagai pengalaman lifestyle kelas atas—di mana makan enak, pesta serius, dan quality time berjalan beriringan tanpa drama.

Singkatnya: ini bukan liburan biasa. Ini liburan versi upgrade.

Natal: Saat Meja Makan Jadi Pusat Segalanya

Natal di Mulia Bali dimulai—dan jujur saja, dimenangkan—di meja makan. Selama Christmas Eve dan Christmas Day, restoran-restoran andalan Mulia tampil all-out.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

The Café menyajikan buffet internasional dengan comfort food lintas negara. Soleil menggabungkan Mediterania dan Pan-Asian dengan bonus pemandangan laut yang bikin lupa waktu. Table8 tetap setia pada Cantonese fine dining dan dim sum autentik, sementara Edogin menghidupkan suasana lewat teppanyaki buffet dan menu Jepang yang solid.

Sentuhan Natal terasa di seluruh area resort: Christmas Day brunch di Soleil, dessert festif dari Cannelé, hingga choir performance yang bikin suasana hangat tanpa jadi cheesy. Untuk tamu yang datang bersama keluarga, Santa Corner siap jadi spot wajib foto—karena liburan tetap perlu bukti visual.

Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

Buat yang ingin merayakan di luar resort, Mulia Bali juga menyiapkan Christmas Hampers (tersedia mulai 25 November) dan Festive Takeaways sepanjang Desember. Isinya? Gourmet food, pastry artisan, dan minuman musiman. Cocok buat hadiah—atau buat pamer selera.

Liburan Keluarga, Tapi Tetap Keren

Mulia Bali paham satu hal penting: liburan keluarga tak harus membosankan. Anak-anak dimanjakan lewat rangkaian aktivitas kreatif, workshop tematik, dan dekorasi festif yang playful. Orang dewasa? Tenang. Live music di ZJ’s Island, performance spesial, dan vibe santai resort tetap terjaga.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Labuan Bajo, Naik Kelas: Menyelami Manta Point Bersama AYANA Komodo Waecicu Beach

0

Labuan Bajo tak lagi sekadar titik transit menuju Komodo. Ia kini berdiri sebagai destinasi itu sendiri—liar, elegan, dan semakin diperhitungkan dunia. Di jantung momentum itu, AYANA Komodo Waecicu Beach menghadirkan pengalaman yang terasa langka: menyelam ke habitat pari manta, lalu naik ke daratan dengan pemahaman baru tentang laut yang dijaga, bukan dieksploitasi.

Sebagai resor bintang lima pertama di Labuan Bajo, AYANA Komodo Waecicu Beach menempatkan Flores di radar para pelancong kelas dunia. Lokasinya strategis—gerbang Taman Nasional Komodo, situs Warisan Dunia UNESCO—dengan akses langsung ke lanskap laut yang dramatis, alam yang masih perawan, dan budaya lokal yang hidup.

Bisnis Kecil, Branding Besar: Rahasia UMKM Sukses di Era Digital, Tanpa Modal Besar

Tak heran bila Labuan Bajo masuk daftar 5 Destinasi Terbaik 2026 versi Skyscanner dan Best Places to Go in Asia 2026 versi Condé Nast Traveller. Tambah legitimasi: AYANA Komodo juga menyabet Robb Report Hong Kong’s Best of the Best 2026 – Travel, Experiences & Hospitality Edition. Dunia sudah datang; akses pun menyusul lewat penerbangan langsung Scoot Airlines dari Singapura mulai 21 Desember 2025.

Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping

Di antara semua daya pikat itu, Manta Point adalah magnet utama. Dua dari tiga spesies pari manta dunia—reef manta dan giant oceanic manta—berkumpul di sini. Indonesia bahkan menetapkan perairannya sebagai kawasan perlindungan pari manta terbesar di dunia sejak 2014. Hasilnya terasa: perjumpaan yang etis, alami, dan berkesan.

Ada satu momen yang membuat napas tertahan—cleaning stations. Di titik-titik karang tertentu, pari manta melayang anggun sementara ikan wrasse dan butterflyfish membersihkan parasit di sayap dan insang mereka. Dari jarak aman, Anda menyaksikan koreografi alam yang nyaris meditatif. Tidak ada drama buatan. Hanya ritme laut yang bekerja.

The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Crafty’s Gastro Pub Membawa Semangat London ke Umalas, Bali

0

Sebuah gastropub Inggris modern yang merayakan comfort food, bir artisanal, dan budaya komunitas di jantung Umalas

Di pulau yang sudah tak kekurangan tempat makan trendi, Crafty’s Gastro Pub muncul seperti karakter baru yang langsung jadi favorit dalam sebuah serial Inggris: penuh aksen, punya humor kering, dan jelas tahu apa yang sedang ia lakukan. Terletak di Umalas, gastropub ini membawa suasana London ke Bali—bukan yang muram dan berkabut, tapi yang hangat, akrab, dan punya ritme kehidupan yang tak terburu-buru.

Crafty’s adalah percampuran yang menyenangkan antara tradisi pub Inggris dan energi santai khas Bali. Interiornya bermain aman tanpa kehilangan karakter: ukiran kayu, bata merah, pencahayaan hangat, dan layout yang membuat siapa pun merasa sedang main ke rumah teman yang kebetulan pandai memasak dan lebih pandai lagi memilih bir.

Nulis Cepat Anti Ribet: Rahasia Menyusun Buku dengan ChatGPT

Semangatnya berangkat dari Breman Brewery di Keramas—saudara tua yang menjadi fondasi komitmen Crafty’s terhadap craft beer. Yonathan, Co-Owner Crafty’s Gastro Pub & Breman Brewery, menghabiskan bertahun-tahun di London. Dari sana ia membawa satu pelajaran penting: pub adalah rumah ketiga. Tempat orang datang bukan hanya untuk minum, tetapi untuk merasa dilihat, ditemani, dan diterima.

“Kami ingin membawa esensi itu ke Bali,” ujarnya. “Tempat di mana orang asing bisa jadi teman, dan bir serta makanan menjadi alasan untuk tetap tinggal lebih lama.”

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks! 

Dan kini, Crafty’s sudah berkembang menjadi ruang yang tepat untuk itu. Bir disajikan dingin dan jujur, hidangan dibuat dengan perhatian, dan tak ada yang memaksa tamu untuk terburu-buru pergi.

Bir sebagai bahasa utama

Di Crafty’s, bir bukan hanya minuman—itu budaya. Semua bir dibuat oleh Breman Brewery dan tidak berhenti di gelas saja. Mereka muncul dalam adonan, saus, marinasi, bahkan dessert. Hikari, lager gaya Jepang yang cerah dan bersih, jadi pilihan untuk sore yang panas. Sementara Gelap, lager gelap Bali dengan rasa karamel panggang, memberikan kedalaman yang jarang ditemui di pulau ini.

Breman Tasting Flight adalah salah satu pengalaman paling Esquire di sini: tiga bir andalan, satu bir musiman, dan empat pairing makanan yang dipikirkan matang-matang. Hasilnya? Sebuah perjalanan kecil yang membuktikan bahwa bir bisa sama elegan dan kompleksnya dengan wine—tanpa drama vineyard.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Amanpuri Hadirkan Fasilitas Raket Terbaru

0

Serta, Meluncurkan Aman Tennis Club Pop-Up untuk Musim 2025/2026

Amanpuri selalu punya cara untuk bermain di kelas premium tanpa perlu berteriak soal status. Berada di sebuah tanjung pribadi di pesisir barat Phuket, properti flagship Aman ini sudah lama dikenal sebagai tempat di mana gerak, ketenangan, dan wellbeing terasa seperti satu paket yang dirancang dengan presisi.

Musim ini, levelnya naik lagi. Menjawab naiknya tren olahraga raket dunia—dari tenis sampai padel—Amanpuri menghadirkan dua lapangan padel baru dan dua lapangan tenis yang diperbarui, melengkapi empat lapangan yang sudah ada di area resor.

Nulis Cepat Anti Ribet: Rahasia Menyusun Buku dengan ChatGPT

Lingkungan di sekitar lapangan juga dipoles ulang, lengkap dengan program aktivitas yang lebih padat dan terarah. Tujuannya simpel: memberi tamu pengalaman yang aktif, purposeful, tapi tetap wrapped in that iconic Aman calm.

Para tamu juga akan kembali disambut oleh para profesional tenis dan padel musiman Amanpuri. Mau baru belajar atau sudah pede dengan backhand sendiri, semua bisa dapat sesi privat, program tailor-made, hingga coaching one-on-one dari pelatih berpengalaman ATP dan WTA. Kelas serius tanpa vibe kompetitif—Aman-style.

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks! 

Aman Tennis Club Debut di Phuket

Bersamaan dengan semua peningkatan itu, Amanpuri juga memperkenalkan Aman Tennis Club—koleksi ready-to-wear dan aksesori terbaru dari Aman Essentials. Setelah pertama kali tampil di Amanruya, Bodrum, bersama Novak Djokovic selaku Global Wellness Advisor Aman, koleksi ini hadir dengan estetika yang bersih, modern, dan understated. Elegan, tanpa usaha berlebihan.

Terinspirasi dari destinasi Aman di seluruh dunia—termasuk lapangan-lapangan khas Amanpuri—koleksi ini kini bisa dinikmati di Retail Pavilion resor.

Untuk pengalaman yang lebih immersive, Amanpuri membuka Aman Tennis Club Pop-Up di The Gallery mulai 1 Desember 2025 hingga pertengahan Mei 2026. Ruangnya dikurasi layaknya galeri lifestyle: potongan kunci koleksi ditampilkan bersama elemen visual storytelling dan instalasi display yang rapi.

Tamu yang datang disambut dengan koktail bertema tenis, dan setiap pembelian mendapatkan bola tenis Aman Tennis Club edisi terbatas—souvenir kecil yang halus tapi efektif sebagai bragging rights.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Te no Aji Pererenan: Ketika Slow Living Menemukan Rumahnya dalam Rasa Buatan Tangan

0

Sudut kecil Jepang yang tumbuh di Bali—tenang, hangat, dan dibuat dengan sepenuh hati.

Ada keintiman tertentu dari sesuatu yang dibuat dengan tangan. Bukan soal simetri atau presisi; melainkan tentang perhatian, ritme yang pelan, dan kehangatan kecil yang meresap hingga ke hasil akhirnya. Dan Te no Aji—restoran mungil yang baru hadir di Jalan Pantai Pererenan—dibangun dari filosofi itu.

Namanya sendiri berarti “rasa tangan”, ungkapan Jepang yang menggambarkan bagaimana emosi dan ketulusan dapat tertinggal dalam sebuah hidangan. Persis seperti tujuan tempat ini: sebuah ruang yang jujur, apa adanya, di mana orang bisa duduk, bernapas, makan dengan santai, dan merasa diterima tanpa perlu berpura-pura.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Interiornya mencerminkan semangat tersebut. Kayu natural, warna lembut, pencahayaan hangat yang memeluk lembut, hingga alunan urban-pop Jepang era lampau yang memanggil rasa nostalgia samar. Semuanya dirancang untuk terasa familiar—seperti sudut favorit yang sudah lama Anda cari, meski baru ditemui hari ini.

Menu Te no Aji merayakan kenyamanan ala Jepang yang diramu dengan hasil bumi Bali. Ada Kaisen Don yang segar, Hot Stone Gyukatsu yang menghangatkan, hingga ramen buatan tangan—termasuk versi dengan sambal embe, kejutan kecil dari Bali yang memberi karakter unik pada mangkuknya. Tidak ada upaya untuk tampil berlebihan; semuanya dibuat secermat mungkin agar rasanya tepat dan tulus.

Minumannya mengikuti napas yang sama. Soft cold drinks dari Lab Kopi, koktail dengan aksen Jepang, hingga pilihan-pilihan sederhana yang memang mereka sendiri suka minum. Semua terasa ringan, bersih, dan mudah dinikmati.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi