Home Blog

PRU & JAMPA: Standar Baru Kuliner Phuket

0

Montara Hospitality Group kembali mendominasi Michelin Guide Thailand 2026 dengan filosofi yang berpihak pada manusia dan alam.

Montara Hospitality Group lagi-lagi membuktikan bahwa konsistensi adalah bentuk paling elegan dari ambisi. Tahun ini, PRU dan JAMPA kembali mencatatkan prestasi di Michelin Guide Thailand 2026.

PRU mempertahankan One Michelin Star untuk tahun kedelapan berturut-turut, sementara keduanya tetap menggenggam Michelin Green Star—stempel kehormatan bagi restoran yang menjadikan keberlanjutan sebagai inti kreativitasnya. Thai Library dan Praya Dining juga mempertahankan posisi rekomendasi, merapikan barisan keunggulan kuliner Montara di Thailand.

The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Di pusat orbitnya berdiri Chef Jimmy Ophorst, kini menjabat sebagai Group Culinary Director. Selama sepuluh tahun, ia membentuk PRU menjadi laboratorium ide dan integritas: memanen bahan dari sumber yang jelas, menggandeng komunitas, dan memastikan setiap piring punya cerita yang jujur.

Kini, lewat Montara Culinary Collective, ia memperluas visi tersebut—menaikkan standar kualitas, memperkaya budaya dapur, dan menyiapkan generasi chef yang bukan hanya piawai, tapi juga punya tujuan.

“Saya sangat senang ia memegang peran ini,” ujar Kittisak Pattamasaevi, CEO Montara Hospitality. “Chef Jimmy membuktikan bahwa luxury bisa bermakna ketika dikerjakan dengan ketulusan dan craft yang autentik.”

“Thailand sudah menjadi rumah,” kata Chef Jimmy. “Saya ingin membangun ruang di mana kreativitas, belajar, dan kebanggaan pada ekosistem lokal tumbuh tanpa batas.”

Behind The Stage: Bisnis Gila Dunia Showbiz Musik Indonesia

The PuLi Group Siap Meluncur 2026

0

Luxury Baru Asia yang Tenang, Tajam, dan Penuh Attitude

Ada dua jenis hotel mewah di dunia: yang sibuk membuktikan diri, dan yang cukup tenang untuk tahu mereka tidak perlu membuktikan apa pun. The PuLi Group memilih kategori kedua. Tahun depan, brand ini akan resmi hadir sebagai koleksi luxury hotels yang tidak berisik, tidak berlebihan, tapi tetap meninggalkan impresi yang sulit dihapus.

Ini adalah metamorfosis dari The PuLi Shanghai—hotel yang sejak 2009 jadi definisi “urban resort” versi Asia—ke sebuah grup global yang punya ambisi besar tanpa mengorbankan filosofi utamanya: understated elegance, desain yang bernapas, dan hubungan budaya yang genuine. Mengambil makna nama PuLi sebagai “uncarved jade”, brand ini memilih keindahan yang terasa alami, bukan yang diciptakan setengah mati.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Victor Clavell duduk di kursi Chief Executive Officer, membawa pengalaman panjang dari The Ritz-Carlton, Bvlgari Hotels & Resorts, EDITION, hingga Rosewood. Visi yang ia bawa? Membuat luxury terasa lebih sadar diri: bukan soal skala, tapi soal ketenangan yang dibuat dengan presisi.

Shanghai, Reborn with Intention

The PuLi Shanghai akan menjalani renovasi total hingga musim panas 2026. Bukan makeover agresif—lebih seperti penyempurnaan karakter. Layan Design Studio kembali untuk merombak interior sambil mempertahankan DNA The PuLi: suasana tenang, garis desain bersih, dan ritme ruang yang membuat tamu ingin memperlambat langkah.

Kamar dan suite-nya akan tampil seperti rumah kolektor: furnitur bespoke, karya seni Tiongkok, buku-buku pilihan—detail kecil yang membuat ruang terasa lived in, bukan showroom.

Area publik—Lobby, The Library, hingga The Long Bar—akan dipoles ulang. Yang terakhir ini sudah lama menjadi “ruang sosial” Shanghai, dan versi barunya dijanjikan hadir dengan cocktail program yang memadukan kecerdikan Timur dan karakter Barat tanpa drama berlebihan.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Gosip: Olahraga Favorit Kantor yang Diam-diam Bikin Otot Kepercayaan Koyak

0

Di kantor, tiga kata paling mematikan bukanlah “kita rapat sekarang”, tapi: “Eh, sudah dengar…?”

Biasanya diikuti bisikan dramatis, tatapan penuh kode, dan aroma sensasi yang menguar seperti popcorn panas. Santai? Terdengar lucu? Ya. Tapi jangan salah: ini bibit badai kategori lima.

Bryan Robinson sudah ngomong, gosip itu bukan “small talk”—lebih mirip core exercise untuk meruntuhkan semangat tim. Sedikit rumor di grup WhatsApp, sedikit bisik-bisik dekat pantry, voila: aura kantor langsung berubah jadi film thriller murah.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Menurut Forbes, 80% karyawan merasa kantornya toksik, dan hampir setengahnya menunjuk gosip sebagai biang kerok. Di balik tawa-tawa cekikikan itu sebenarnya berkeliaran rasa cemas, iri, insecure, sampai kehilangan arah. Kantor jadi seperti pesta tanpa musik: ramai di belakang, sunyi di depan.

Kenapa Gosip Laris?

Karena ngomong jujur itu ribet. Ada risikonya. Gosip? Gratis. Tanpa tanggung jawab pula. Ibarat ventilasi bagi mereka yang muak tapi tak berani protes terang-terangan.

Amy Edmondson, sang ratu topik “psychological safety”, bilang ketidakamanan psikologis menciptakan budaya diam. Dan kalau orang diam di depan, mereka kompensasi dengan berbicara kencang di belakang. LiveCareer bahkan menemukan 48% karyawan tidak percaya siapa pun untuk menjaga rahasia. Dengan angka segitu, seharusnya kantor sekalian bikin divisi baru: Departemen Bisik-Bisik Internal.

Suhu Ruang Ditentukan Bos

Budaya gosip itu bukan muncul dari udara berkat AC kantor. Itu tumbuh dari atmosfer pemimpin yang toxic.
Kalau bos suka nyindir, suka ngomongin anak buah satu sama lain, suka bikin drama… ya jelas timnya ikut-ikutan.

Nancy Rothbard dari Wharton terang-terangan bilang, “Kalau dia ngomongin orang lain, apa yang dia omongin soal kita?” Boom. Tepat sasaran.

Awalnya, si bos bikin seolah-olah kita “orang kepercayaan”. Lama-lama malah bikin paranoid: tiap langkah kita seperti bahan podcast informal. Dari situ muncullah rasa tidak aman tingkat dewa.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

CasaLena Perkenalkan Identitas Kuliner Baru: Menu Lunch & Dinner yang Terkurasi

0

Menjelang akhir tahun, CasaLena, restoran Latin American Grill premium di Jakarta Selatan, mengajak para tamu untuk memulai babak baru pengalaman bersantap mulai 1 Desember 2025. Dengan menu lunch dan dinner yang dirancang khusus, setiap waktu makan di CasaLena kini menawarkan pengalaman yang berbeda, namun sama-sama memikat.

Dari pukul 11.00 hingga 16.00, menu lunch menghadirkan kehangatan dan kenyamanan dalam setiap suapan. Ragam taco yang lebih kaya, hidangan pasta bernuansa Latin, dan pilihan menu utama yang mengenyangkan dirancang untuk memberikan rasa yang segar, ringan, namun tetap memuaskan.

Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

Suasana lunch yang santai berpadu mulus dengan Pizza & Pasta Hour pukul 16.00–17.00, saat tamu bisa menikmati transisi rasa dari siang menuju malam.

Ketika malam tiba, menu dinner menampilkan sisi CasaLena yang lebih berkelas dan ekspresif. Potongan daging premium, seafood pilihan, dan pelengkap eksklusif dihidangkan dengan teknik woodfire cooking, menegaskan karakter Latin American grill yang autentik.

Aroma kayu bakar yang menggoda, tekstur daging yang berlapis, serta kombinasi rasa yang intens menjadikan setiap hidangan malam sebagai perjalanan rasa yang matang, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menikmatinya.

Seri Digital: Algoritma Bukan Musuhmu

“Babak baru ini adalah tentang kejelasan dan intensi,” ujar Silverio Martinez, Executive Chef CasaLena Jakarta. “Dengan menu lunch yang ringan tapi penuh karakter, hingga dinner yang elegan dengan sentuhan fire cooking, kami ingin mengekspresikan kuliner Amerika Latin secara lebih dinamis dan percaya diri, menyambut tahun yang akan datang.”

Pembaruan menu ini menandai evolusi CasaLena menuju pengalaman bersantap yang lebih terkurasi dan ekspresif, mengajak para tamu untuk menjelajahi spektrum rasa Latin dari siang hingga malam. Mulai 1 Desember 2025, CasaLena membuka pintunya untuk pengalaman kuliner baru di mana setiap hidangan bercerita dan setiap momen menjadi undangan untuk menikmati kelezatan.

CasaLena Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No.30 H/2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan

Cuma Modal HP: Bisa Cuan dari YouTube? Simak Rahasianya!

A Season of Celebration at METT Singapore

0

Ada hotel yang merayakan Natal. Lalu ada METT Singapore — yang merayakannya seperti sebuah pernyataan gaya hidup. Untuk pertama kalinya, ikon arsitektur ini berubah menjadi pusat gravitasi liburan: sebulan penuh makan malam megah, soirée berkilau, koktail larut malam, dan pagi-pagi yang dimulai dengan sarapan berjemur matahari sebelum menyelam ke kolam.

Desember di METT bukan sekadar suasana. Ia sebuah kurasi: Italia pesisir yang ditata dengan presisi di L’Amo Bistrò del Mare, malam-malam penuh denting gelas dan DJ set di Canning Bar & Lounge, hingga paket menginap yang dirancang untuk mereka yang ingin awal dan akhir tahun terasa seperti bab pembuka novel elegan.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

L’Amo Bistrò del Mare

Italian coastal dining yang ditata seperti adegan film—tenang di permukaan, penuh rasa di dalamnya.

Christmas Eve Dinner

24 Desember | 18.00 – 22.30

Lima hidangan khas Chef Daniele Sperindio yang merayakan laut Italia dengan keanggunan seorang maestro. Antipasti untuk dibagi — Vitello Tonnato, crudos, Roman Pinza dengan truffle hitam — lalu Tortellini handmade, Guazzetto lobster–seabream, dan Wagyu roast yang datang dengan aura “Christmas done right”.

Mulai $168++
Free-flow: Bolla Prosecco $88++ | Boizel Brut $128++

Christmas Day Lunch

25 Desember | 12.00 – 14.30

Sebuah makan siang Natal yang menenangkan. Gran Crudo di Mare, Tortellini Panna e Parmigiano, turbot Mediterania, daging domba bakar, dan penutup musim dingin ala sang chef.

Mulai $138++
Free-flow opsi seperti malam sebelumnya.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Crowne Plaza Labuan Bajo: Gerbang Maskulin Menuju Flores

0

Basecamp nyaman buat lo yang mau eksplor pulau, budaya, dan cerita liar dari timur Indonesia.

Labuan Bajo itu sudah keren dari sananya. Tapi ketika Crowne Plaza—brand premium dari IHG Hotels & Resorts—resmi buka di sini, levelnya naik satu tingkat. Ini bukan sekadar hotel. Ini markas. Tempat lo mendarat, ngumpulin energi, lalu tancap gas ke petualangan berikutnya.

“Kami ingin hotel ini mencerminkan ketenangan dan energi inspiratif Labuan Bajo,” kata Rajiv Srivastava, Cluster General Manager Crowne Plaza Labuan Bajo dan Rumah Luwih Bali. Intinya: nyaman, elegan, tapi tetap punya vibe petualang.

Dekat Bandara, Dekat Masalah? Nggak. Dekat Petualangan

Lokasinya cuma beberapa menit dari Bandara Internasional Komodo. Dijemput gratis, check-in cepat, lalu lo bebas mau langsung cabut island-hopping atau rebahan dulu sambil lihat langit Flores.

UMKM Naik Kelas: Cara Sederhana Go Digital dan Cuan Maksimal

Masuk hotel, lo disambut miniatur kapal Phinisi. Detail kecil yang bilang, “Bro, lo lagi di tanah bahari Manggarai.” Interiornya clean, adem, banyak elemen natural. Lobi mengarah ke kolam renang dan Uluwae Lobby Bar—dua alasan kuat buat nggak buru-buru naik ke kamar.

Crafted Connections: Filosofi Crowne Plaza, Eksekusi Kelas Flores

Crowne Plaza punya DNA Crafted Connections—ruang dan pengalaman yang bikin tamu gampang terhubung, baik buat kerja, santai, atau sekadar cari inspirasi.

Yang bikin stay di sini makin asik:

Kamar New Modern
Desainnya dibagi tiga zona: kerja, santai, tidur. Buat lo yang tipe hybrid—setengah liburan, setengah meeting—ini cocok banget. Tenang, stylish, tapi tetap fungsional.

Start Small, Scale Big: Strategi Praktis Membangun Startup Tanpa Drama

The Effort of Effortless

0

Explora Journeys Memperkenalkan “The Effort of Effortless” Bersama Jannik Sinner

Sebuah Seri Baru yang Merayakan Keanggunan, Ketelitian, dan Ketenangan yang Tak Terburu Waktu

Ada sesuatu yang hampir meditatif tentang lautan terbuka: ritme yang tenang, ruang tanpa batas, dan kehadiran yang memaksa kita untuk melambat.

Di ruang inilah Explora Journeys menemukan ekspresinya — dan kini, melalui mini-series terbaru berjudul The Effort of Effortless, merek perjalanan laut mewah ini menghadirkan interpretasi visual dari filosofi mereka dengan menggandeng Jannik Sinner, petenis peringkat satu dunia yang dikenal karena ketenangan besinya.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Mini-series berjumlah delapan episode ini menawarkan sesuatu yang jarang: akses intim ke kehidupan seorang atlet yang tampak seolah diciptakan untuk bergerak tanpa goyah.

Episode perdananya, tayang 11 November, bukan sekadar potret seorang juara, melainkan potret cara hidup—paduan antara intensitas dan kelembutan, dedikasi dan keheningan, seperti ombak yang terus bekerja walau tampak tenang di permukaan.

“Di Explora Journeys, kemewahan bukan soal kemegahan, tetapi soal harmoni,” ujar Anna Nash, President of Explora Journeys. “Jannik mewujudkan filosofi itu secara sempurna. Ketangkasannya terlihat effortless, namun dibangun dari tahun-tahun disiplin. Kami ingin para tamu merasakan makna dari ketenangan itu—sebuah pelarian yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh kesadaran.”

Sebuah Potret Keunggulan: Tenang, Presisi, dan Penuh Tujuan

Setiap episode mempertemukan dua dunia yang tampak berbeda namun sejatinya serupa: dunia tenis, yang memerlukan ketahanan mental dan fisik yang ekstrem; dan dunia pelayaran mewah, yang memerlukan ketelitian yang sama untuk memastikan setiap detail terasa sempurna, tanpa terlihat dibuat-buat.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

7 Wonders – Around the World in Glam

0

Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan Acara Spesial, Selebrasi Liburan dengan Sentuhan Elegan di Puncak Dago

Menutup tahun dengan sesuatu yang berkesan? Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung melangkah lebih jauh tahun ini. Bukan sekadar dekor Natal dan countdown ala kadarnya, tetapi sebuah perayaan penuh karakter — memadukan kuliner lintas benua, suasana pegunungan yang sejuk, dan rangkaian pengalaman berkelas yang dirancang untuk mereka yang ingin liburan tanpa repot, tapi tetap penuh gaya.

Natal: Hangat, Intim, dan Terasa “Home”

Untuk para tamu yang ingin benar-benar menikmati suasana liburan, resort ini menawarkan Christmas Room Package 3 hari 2 malam, mulai dari Rp 4.808.000 net. Paketnya lengkap—dua malam di kamar Deluxe, sarapan untuk dua orang, Christmas Dinner wajib, hampers Natal, hingga minibar gratis.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Cocok untuk keluarga yang ingin quality time, pasangan yang butuh pelarian sejenak dari hiruk pikuk kota, atau siapa pun yang butuh liburan tanpa ribet.

Berlaku khusus 24–25 Desember 2025, dengan opsi early bird diskon 10% hingga 30 November 2025. Yang suka merencanakan liburan jauh-jauh hari bakal senang.

Christmas Buffet Dinner: Satu Malam untuk Kebersamaan

Tanggal 25 Desember 2025, Swiss-Belresort Dago Heritage menggelar Christmas Buffet Dinner pukul 19.00–22.00.
Harganya:

  • Rp 508.000 net/dewasa
  • Rp 368.000 net/anak (<12 tahun)

Menu lengkap, suasana hangat, plus kesempatan memenangkan lucky prize. Ini tipe jamuan Natal di mana meja makan tak hanya penuh makanan, tapi juga cerita.

Tahun Baru: Saatnya Gemerlap, Saatnya “7 Wonders”

Jika Natal dibuat intim, maka Tahun Baru sengaja dibuat spektakuler. Konsep “7 Wonders – Around the World in Glam” menghadirkan mood perjalanan keliling dunia dalam satu malam — mulai dari kuliner internasional, dekorasi penuh glamor, hingga hiburan tanpa jeda.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Sofitel & MGallery: Puncak Kemewahan Asia

0

Tiga MICHELIN Keys, Beragam Penghargaan, Satu Standar Tinggi

Asia tahun ini jadi panggung kemewahan bagi Sofitel dan MGallery Collection. Dari Hanoi hingga Hua Hin, properti Accor ini membuktikan: keramahan mewah bukan sekadar layanan, tapi seni.

MICHELIN Key: Tanda Keunggulan Mutlak

Tiga hotel unggulan mendapatkan 1 MICHELIN Key, penghargaan yang hanya diberikan untuk hotel terbaik—setara dengan bintang Michelin restoran:

  • Sofitel Legend Metropole Hanoi, Vietnam – 124 tahun sejarah berpadu dengan modernitas, dinobatkan sebagai legenda hidup perhotelan.
  • Hotel de la Coupole – MGallery Collection, Sapa, Vietnam – butik hotel dengan karakter unik dan layanan kelas dunia.
  • V Villas Hua Hin – MGallery Collection, Thailand – vila tepi pantai dengan privasi maksimal dan layanan pelayan pribadi.

Bisnis Kecil, Branding Besar: Rahasia UMKM Sukses di Era Digital, Tanpa Modal Besar

Penghargaan Internasional Lainnya

  • Robb Report Hong Kong: “Hotel Bersejarah Ikonik di Hanoi”.
  • Business Traveller: “Hotel Bisnis Terbaik Vietnam”.
  • Tatler Best Awards: ST25 by KOTO & The Albion masuk “Best 100 Restaurants Asia Pacific”.
  • Condé Nast Traveler: Sofitel Angkor Phokeethra (#4 Resor Asia), Hotel des Arts Saigon (#2 Hotel Asia Tenggara).
  • Travel + Leisure Luxury: Sofitel Luang Prabang (#9 Hotel Terbaik & #4 Kolam Renang Laos), Sofitel Bali Nusa Dua (#9 Resor Pantai Indonesia).
  • DestinAsian: Sofitel Bali Nusa Dua (#2 Resor Terbaik Indonesia), Sofitel Legend Metropole Hanoi (#4 Hotel Kota Terbaik Vietnam).

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Ibu Kota Hadir di Canggu

0

Bar & Grill Indonesia dengan Rasa Berani, Keramahan Tulus, dan Hiburan Mantap

Canggu punya pendatang baru yang siap bikin scene makin hidup: Ibu Kota, sebuah Indonesian Bar & Grill yang membawa semangat Jakarta—ramai, berani, sedikit liar—ke Bali. Bayangkan seafood panggang, bumbu lokal yang nendang, musik yang mengalir, plus vibe urban yang dibungkus keramahan hangat. Ya, paket komplet.

Tempat ini lahir dari kolaborasi The Cakap Group dan PT Dewata Rasa, dipimpin langsung oleh Direktur The Cakap Group, Peter Jozef, yang merancang konsep hingga peluncurannya. Visi mereka simpel tapi ambisius: menghadirkan pengalaman bersantap Indonesia yang modern, trendi, tapi tetap punya jiwa.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

“Kami membayangkan sebuah destinasi di mana kekayaan cita rasa kuliner Indonesia bisa dinikmati dalam suasana modern dan dibalut keramahan kelas dunia,” ujarnya. Sebuah standar yang jarang ditemui di tengah hiruk pikuk dunia kuliner Bali.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Nama Ibu Kota jelas menghormati Jakarta sebagai jantung Indonesia. Tapi ada makna kedua di baliknya: Ibu—simbol kehangatan dan perhatian. Dua energi ini—dinamis dan nyaman—menjadi DNA tempat ini. Semarak, ramah, dan bangga jadi Indonesia.

Sorotan utamanya tentu makanan. Ibu Kota merayakan resep lokal dan rasa tradisional yang dieksekusi dengan sentuhan modern. Menu seperti Rendang Daging Sapi Klasik yang dimasak perlahan, atau Lobster Bambu dengan bumbu nusantara, jadi bukti bahwa hidangan Indonesia bisa tampil keren tanpa kehilangan karakter. Semua dirancang untuk dinikmati ramai-ramai—berwarna, harum, dan dibuat sepenuh hati.

Barnya juga tidak mau kalah. Koktail khas seperti Waingapu Blossom—terinspirasi dari mekarnya bunga sakura di Sumba—menggabungkan bahan lokal dan teknik global. Hasilnya? Minuman yang punya cerita, punya karakter, dan cocok untuk malam santai sampai sesi panjang bareng geng.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto