Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman mengubah musim perayaan Asia menjadi alasan untuk berhenti sejenak—dan kembali menikmati perjalanan.
Ada perjalanan yang dibuat untuk mengejar sebanyak mungkin tempat. Ada pula perjalanan yang justru mengajak kita mengurangi kecepatan. Aman memilih yang kedua.
Memasuki musim gugur 2026, jaringan resor mewah tersebut menghadirkan rangkaian pengalaman di Asia yang berpusat pada kebersamaan, tradisi, dan pemulihan diri. Festival Pertengahan Musim Gugur pada 25–27 September serta Silver Week di Jepang pada 19–23 September menjadi dua poros utamanya.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine
Namun, Aman tidak menerjemahkan perayaan melalui pesta berlebihan. Tidak ada urgensi untuk selalu terlihat sibuk. Sebaliknya, para tamu diajak mengikuti ritual minum teh, berjalan di antara hutan bambu, mencari jamur liar, bermeditasi di air terjun, atau sekadar duduk diam menunggu bulan muncul. Kemewahan, rupanya, tidak selalu harus berisik.
Malam yang Lebih Panjang di Tiongkok
Di Amandayan, Lijiang, hari dimulai dengan Tai Chi. Menjelang sore, tamu menikmati kue bulan buatan tangan sebelum berkumpul dalam jamuan makan dan menari mengelilingi api unggun di bawah langit malam.
Musim gugur juga mengubah hutan di sekitar resor menjadi semacam ruang makan alami. Setelah hujan musim panas, berbagai jenis jamur liar tumbuh di bawah lapisan daun dan jarum pinus yang lembap. Para tamu dapat mencarinya di pegunungan Wenhai atau hutan Qihe, kemudian menikmatinya sebagai hotpot bersama keluarga Naxi.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto



Di Amanfayun, Hangzhou, suasananya lebih kontemplatif. Dikelilingi perkebunan teh dan hutan bambu, resor ini menawarkan perjalanan menyusuri jalur ziarah menuju kuil-kuil setempat dan Lingyin Feilai Peak.
Fayun Place, pusat kebudayaan milik resor, menjadi rumah bagi pameran Encountering Plumes: The Hundred Crane Album hingga 16 Oktober. Di dalam aula kayu berusia ratusan tahun, seniman Lu Shang mempertemukan estetika Timur dengan bahasa visual kontemporer.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi




















