The Apurva Kempinski Bali Luncurkan Spice Route Voyage

Bersama Yacht Sourcing

Berlatar tebing megah Nusa Dua dan Samudra Hindia yang tak pernah benar-benar diam, The Apurva Kempinski Bali memperkenalkan Spice Route Voyage—sebuah perjalanan tujuh hari yang menelusuri ulang jejak perdagangan rempah Nusantara.

Program ini menjadi flagship dalam kampanye 2026 bertajuk Powerful Indonesia: Spice Route Legacy, dengan pelayaran perdana dimulai April 2026.

Ini bukan sekadar island hopping dengan kapal cantik untuk konten Instagram. Ini tentang menghidupkan kembali rute yang selama lebih dari 4.500 tahun menjadikan kepulauan Indonesia pusat peradaban dunia—sumber cengkih, pala, lada, dan kayu cendana yang dulu menggerakkan kerajaan, menyalakan ambisi imperium, dan mempertemukan budaya dari Tiongkok hingga Eropa.

Mahir Digital Tanpa Jadi Anak IT:  Mahir Digital Tanpa Jadi Anak IT

Berlayar di Atas Sejarah

Selama lima hari, tamu akan menaiki kapal phinisi kayu—dibangun tangan-tangan terampil Indonesia—dan menyusuri perairan yang dahulu menjadi jalur emas perdagangan dunia. Rute dirancang musiman, mengikuti jantung penghasil rempah: Maluku Utara (Ternate dan Tidore), Kepulauan Banda yang legendaris sebagai satu-satunya sumber pala dunia pada masanya, hingga kerajaan maritim Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Di sini, kemewahan tidak hadir sebagai kemewahan kosong. Ia dibingkai narasi. Setiap pelabuhan adalah cerita. Setiap angin laut membawa konteks sejarah.

Cuma Modal HP: Bisa Cuan dari YouTube? Simak Rahasianya!

Usai pelayaran, perjalanan berlanjut dua malam di Nusantara Presidential Villa—salah satu vila paling prestisius di Bali—lengkap dengan sarapan harian untuk enam tamu, layanan chauffeur premium, Raja Mangsa Imperial Dinner yang menelusuri jejak rasa perdagangan rempah, sesi koktail bertema Spice Route di L’Atelier by Cyril Kongo, hingga perawatan restoratif di Apurva Spa. Laut memberi perspektif, daratan memberi kedalaman.

Kolaborasi dengan Integritas

Kemitraan dengan Yacht Sourcing bukan keputusan acak. Didirikan di Bali pada 2016, perusahaan ini dikenal sebagai pionir leisure marine Indonesia dengan armada phinisi yang dibangun oleh pengrajin Sulawesi—sebuah upaya nyata menjaga tradisi maritim tetap hidup di tengah modernisasi industri.

Pada 2024, keduanya pernah berkolaborasi dalam gala dinner eksklusif di Black Stone Yacht Club Bali, ketika chef dari restoran Koral (berpredikat Michelin-recognised) menghadirkan pengalaman kuliner privat untuk tamu VIP. Sinergi itu kini berkembang menjadi ekspedisi penuh.

Modal Gajet Jadi Cuan: 10 Cara Praktis Hasilkan Uang dari Internet

Related Stories

spot_img

Discover

The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memulai Babak Baru Lewat “The Rooster in Flame” Di Bali, restoran baru...

Yacht Luxury Meets Formula 1

Explora Journeys Bikin SailGP Makin Stylish Di dunia olahraga ekstrem, biasanya yang jadi sorotan adalah...

Markette dan Seni Menikmati Malam Tanpa Tergesa

Jakarta punya kebiasaan buruk: membuat semua orang terburu-buru. Kota ini bergerak cepat, berbicara cepat, bahkan...

Phubbing

SAAT PONSEL MENJADI ORANG KETIGA DALAM HIDUP KITA Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Dulu, orang...

Maha Beer Garden

Seni Menikmati Canggu Tanpa Tergesa Canggu selalu punya cara unik untuk membuat orang lupa waktu....

SubSavers

Subway Punya Cara Baru Menikmati “Budget Lunch” Tanpa Terasa Murahan Di tengah harga makan siang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here