Mykaza

Restoran Baru di Canggu yang Memadukan Presisi Kuliner Jepang dengan Soul Bali

Di Canggu, restoran baru terus bermunculan. Namun, hanya sedikit yang benar-benar menghadirkan cerita di balik setiap hidangan. Itulah yang coba ditawarkan Mykaza, restoran terbaru di The Arc House Canggu, yang menghadirkan pertemuan menarik antara teknik memasak Jepang dan kekayaan rasa Bali dalam suasana santai khas pulau dewata.

Bukan sekadar restoran hotel, Mykaza dirancang sebagai destinasi kuliner yang ingin dinikmati siapa saja—mulai dari wisatawan, ekspatriat, digital nomad, hingga warga lokal yang mencari pengalaman makan dengan karakter berbeda. Berada di dalam butik retreat The Arc House Canggu yang memiliki koleksi villa private pool, restoran ini menawarkan suasana yang hangat, intimate, sekaligus jauh dari kesan formal.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Konsep Mykaza lahir dari ide membangun sebuah izakaya modern. Namun, setelah menetap di Bali, Gerardo Barrientos, Director of F&B Portier Hotels, justru menemukan inspirasi yang lebih dalam. Alih-alih membawa Jepang secara utuh ke Bali, ia memilih membiarkan budaya lokal menjadi pemeran utama.

Hasilnya adalah sebuah restoran yang menggunakan teknik memasak Jepang sebagai fondasi, namun memberi ruang bagi bahan baku, tradisi, dan cita rasa Bali untuk tampil dominan. “Kami ingin menciptakan ruang di mana teknik kuliner menjadi medium untuk merayakan budaya lokal, menghadirkan makanan yang nikmat, minuman yang menyegarkan, dan hubungan yang hangat antarorang,” ujar Gerardo.

Dari Redaksi ke Algoritma: Pertempuran Bisnis Media di Era Digital

Nama Mykaza sendiri membawa filosofi keramahan. Terinspirasi dari nama Jepang Mikasa dan ungkapan populer dalam bahasa Spanyol, Mi Casa es Tu Casa—rumahku adalah rumahmu—restoran ini ingin menghadirkan suasana yang membuat siapa pun merasa seperti sedang berkunjung ke rumah seorang teman.

Daya tarik utama Mykaza tentu terletak pada menunya yang berani bermain di wilayah fusion tanpa kehilangan identitas masing-masing budaya.

Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here